KH Abdul Aziz RM Wafat, Kota Probolinggo Kehilangan Ulama dan Penggerak Al-Qur’an

- Penulis

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Kepergian KH Abdul Aziz Rahmatullah atau yang akrab disapa KH Abdul Aziz RM meninggalkan duka bagi masyarakat Kota Probolinggo. Ulama yang dikenal luas melalui kiprahnya dalam dakwah dan pengembangan Al-Qur’an tersebut wafat pada usia 57 tahun, Senin (21/9) sekitar pukul 20.00 WIB.

KH Abdul Aziz RM mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok. Kabar wafatnya dengan cepat menyebar dan mengundang kedatangan keluarga, santri, alumni, tokoh agama hingga masyarakat ke rumah duka.

Kepergian tersebut juga menjadi kehilangan bagi keluarga besar Pondok Pesantren As-Sanusiyah. Almarhum selama ini dikenal sebagai penerus pengasuh pesantren sekaligus sosok yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan keagamaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan hanya lingkungan pesantren yang merasa kehilangan. Jejak pengabdian KH Abdul Aziz RM juga melekat dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kota Probolinggo, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan tilawah, qira’at dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Almarhum merupakan seorang hafidz Al-Qur’an yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Kiprahnya bahkan membawanya dipercaya terlibat dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), termasuk menjadi dewan hakim MTQ tingkat nasional.

Di tingkat Kota Probolinggo, KH Abdul Aziz RM dipercaya mengemban sejumlah tanggung jawab penting. Ia tercatat sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Raudlatul Jannah sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

Dari dua peran tersebut, almarhum turut mendorong berbagai kegiatan pembinaan Al-Qur’an. Perhatiannya terhadap generasi muda diwujudkan melalui pembinaan dan pendampingan agar semakin banyak generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Di balik kiprahnya di tengah masyarakat, almarhum juga dikenal memiliki aktivitas yang cukup padat hingga hari-hari terakhir kehidupannya. Nyai Khoirotul Uztadziyah, istri almarhum, menuturkan bahwa dalam sepekan terakhir suaminya masih menjalankan berbagai agenda keagamaan.

Selain menjalankan tugas sebagai dewan hakim MTQ tingkat nasional, almarhum juga mengikuti sejumlah kegiatan keagamaan dan roadshow khotmil Qur’an di berbagai tempat.

Padatnya aktivitas tersebut membuat kondisi tubuh almarhum mulai mengalami kelelahan. Keluarga sempat meminta bantuan tukang pijat untuk memberikan terapi selama beberapa menit.

Setelah itu, almarhum sempat berpamitan untuk menuju kamar mandi. Tak lama berselang, ia ditemukan dalam kondisi tertidur di kamar.

Kondisi tersebut kemudian berlanjut dengan upaya membawa almarhum ke RSUD Ar-Rozy. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Bagi keluarga, kepergian tersebut terasa begitu cepat dan meninggalkan kenangan mendalam.

Almarhum diketahui berpulang setelah sebelumnya berpamitan untuk menjalankan ibadah salat Isya. Momen tersebut menjadi salah satu kenangan terakhir keluarga bersama sosok yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan.

Kabar wafatnya KH Abdul Aziz RM turut membawa duka bagi Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Selasa (22/9) pagi, Aminuddin bersama istrinya, dr. Evariani, datang langsung ke rumah duka.

Wali kota mengikuti salat jenazah dan tahlil bersama. Sejumlah kepala perangkat daerah turut mendampingi kedatangan wali kota untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Bagi Aminuddin, KH Abdul Aziz RM bukan sekadar tokoh agama. Sosok almarhum disebut memiliki peran penting dalam perjalanan kehidupan dan kepemimpinannya.

“Ulama besar di Kota Probolinggo, almarhum KH Abdul Aziz RM, merupakan kiai yang karismatik. Beliau adalah tokoh yang sangat berpengaruh dalam perjalanan kehidupan saya. Banyak petuah dan nasihat beliau sampaikan kepada saya, mulai dari pencalonan, deklarasi, kemenangan, sampai saat ini,” ujar Aminuddin.

Yang membuat kepergian almarhum semakin terasa mengejutkan, lanjut Aminuddin, karena beberapa jam sebelum wafat keduanya masih sempat bertemu. Pertemuan itu berlangsung saat pembukaan MTQ ke-32 Kota Probolinggo pada Senin (21/9).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga sempat membicarakan berbagai rencana terkait pengembangan kehidupan keagamaan di Kota Probolinggo. Salah satunya mengenai pengembangan Masjid Agung Raudlatul Jannah pada 2026.

“Banyak hal yang sudah kami rancang bersama. Banyak pula nasihat dan petuah beliau yang disampaikan kepada saya. Ini merupakan kehilangan yang besar, khususnya bagi saya,” kata Aminuddin.

Ia berharap seluruh amal ibadah, pengabdian serta kebaikan yang telah dilakukan almarhum mendapat ridha Allah SWT. Aminuddin juga mendoakan agar KH Abdul Aziz RM memperoleh akhir kehidupan yang baik.

“Semoga beliau mengakhiri perjalanan hidupnya dalam keadaan husnul khatimah. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik,” tuturnya.

Aminuddin turut mengajak masyarakat Kota Probolinggo untuk bersama-sama mendoakan almarhum serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT di tempat yang terbaik, diampuni segala dosa-dosanya, dan diterima seluruh amal ibadah serta pengabdiannya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Ucapan duka juga datang dari Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari. Bersama suaminya, Muhammad Yusuf, Ina bertakziah ke rumah duka setelah salat Dhuhur.

Ina mengenang KH Abdul Aziz RM sebagai ulama yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga aktif menularkan kecintaannya terhadap Al-Qur’an kepada generasi muda.

“Beliau sosok kiai yang karismatik, hafidz Al-Qur’an dan banyak mencetak generasi pecinta Al-Qur’an. Beliau juga membimbing mereka dalam berbagai kegiatan MTQ,” ungkap Ina.

Menurut Ina, kontribusi almarhum dalam pengembangan tilawah dan qira’at menjadi bagian penting dalam pembinaan potensi Al-Qur’an di Kota Probolinggo.

Ia juga mengenang keterlibatan KH Abdul Aziz RM dalam berbagai aktivitas keagamaan yang turut mendukung perjalanan kepemimpinan ayahnya, HM Buchori, ketika menjabat sebagai Wali Kota Probolinggo.

“Beliau memiliki perhatian besar terhadap kehidupan keagamaan dan pembinaan generasi muda di Kota Probolinggo,” tutur Ina.

Setelah prosesi salat Dhuhur, jenazah KH Abdul Aziz RM kemudian dimakamkan di makam keluarga yang berada di area pekarangan Pondok Pesantren As-Sanusiyah.

Ribuan pelayat dari berbagai kalangan turut mengiringi proses pemakaman. Santri, alumni, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga umum hadir memberikan penghormatan terakhir.

Kepergian KH Abdul Aziz Rahmatullah meninggalkan ruang kosong bagi keluarga besar pesantren dan masyarakat Kota Probolinggo. Namun, perjalanan dakwah serta pengabdiannya di bidang Al-Qur’an telah meninggalkan jejak yang panjang.

Warisan ilmu dan keteladanan tersebut diharapkan terus berlanjut melalui para santri, alumni dan generasi muda yang selama ini mendapatkan bimbingan dari almarhum.

Bagi masyarakat Kota Probolinggo, KH Abdul Aziz RM bukan hanya dikenang sebagai seorang ulama dan hafidz Al-Qur’an. Ia juga akan dikenang sebagai sosok yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk dakwah, pendidikan keagamaan dan membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Probolinggo Lepas Kepergian Mantan Sekda dr. Bambang Agus Suwignyo
Sosialisasi Persiapan PERINTIS, Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari di Kab Tangerang 
Tingkatan Kualiats Pengajar, Kamenag Kab Tangerang Gelar Pembinaan Guru Non PNS
Info Jembrana Soal Pangan, PJU Mati dan Kebersihan Lingkungan
KETIKA DAMKAR PABRIK JADI HARAPAN WARGA: TSH KERSANA TERIMA PENGHARGAAN BUPATI BREBES
Morning Coffee LBH Gadjah Madha Indonesia Banyuwangi, Bahas Keluhan Masyarakat Secara Santai
HUT ke-81, PMI Banyuwangi Gelar Beragam Aksi Sosial Mulai Droping Air Bersih Hingga Operasi Katarak

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:33 WIB

KH Abdul Aziz RM Wafat, Kota Probolinggo Kehilangan Ulama dan Penggerak Al-Qur’an

Selasa, 22 September 2026 - 11:31 WIB

Wali Kota Probolinggo Lepas Kepergian Mantan Sekda dr. Bambang Agus Suwignyo

Selasa, 22 September 2026 - 08:53 WIB

Sosialisasi Persiapan PERINTIS, Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari di Kab Tangerang 

Selasa, 22 September 2026 - 07:23 WIB

Info Jembrana Soal Pangan, PJU Mati dan Kebersihan Lingkungan

Selasa, 22 September 2026 - 05:31 WIB

KETIKA DAMKAR PABRIK JADI HARAPAN WARGA: TSH KERSANA TERIMA PENGHARGAAN BUPATI BREBES

Berita Terbaru

Uncategorized

Dr. I Nyoman Suardina, S.Sn., M.Sn : Gajah Mina Wahana Dewa Baruna

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:53 WIB