Masih Ramai Perbincangan Potongan TPP di Grup WhatsApp PNS, Ketua PGRI Jayanti Berikan Penjelasan

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaexpose.com | Kabupaten Tangerang – Perbincangan terkait dugaan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang masih menjadi topik hangat di berbagai grup WhatsApp tenaga pendidik. Hingga saat ini, sejumlah guru mengaku masih menunggu penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan terkait mekanisme dan dasar perhitungan potongan tersebut. Selasa (16/06/2026).

Menanggapi polemik yang berkembang, Ketua PGRI Kecamatan Jayanti, Sukamto, memberikan penjelasan melalui pesan singkat Whatsapp kepada awak media,”Bahwa pemotongan TPP bukan merupakan kebijakan yang dilakukan secara sepihak oleh Dinas Pendidikan, melainkan telah melalui proses sosialisasi sebelumnya.

“Sebenarnya bukan kebijakan sepihak, karena sudah disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan sebagai tindak lanjut atas surat dari BPK. TPP ASN merupakan komponen yang berbasis pada kinerja, kehadiran, dan disiplin pegawai ASN,” ujar Sukamto saat dimintai tanggapan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, besaran potongan TPP dihitung berdasarkan data kehadiran yang tercatat melalui sistem absensi elektronik (fingerprint). Keterlambatan maupun ketidaksesuaian jam kehadiran akan diakumulasi dalam satu bulan dan berpengaruh terhadap besaran TPP yang diterima.

“Misalnya ASN datang pukul 07.10 WIB berarti terlambat 10 menit. Jika dalam satu bulan terjadi beberapa kali keterlambatan, maka akan diakumulasi. Besaran potongannya bervariasi tergantung dari data absensi kehadiran yang tercatat,” jelasnya.

Meski demikian, sejumlah guru masih mempertanyakan besarnya potongan yang diterima. Dalam salah satu grup WhatsApp guru, seorang anggota menyampaikan keluhannya dan meminta adanya keterbukaan informasi terkait pengelolaan dana hasil pemotongan tersebut.

“Semoga Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dapat memberikan penjelasan yang jelas terkait potongan TPP yang nilainya cukup besar pada sebagian guru. Kami juga berharap ada informasi mengenai penggunaan dana hasil potongan tersebut,” tulis salah seorang anggota grup.

Komentar lainnya juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru. Menurutnya, TPP yang diterima guru relatif terbatas sehingga pemotongan yang terjadi cukup berdampak terhadap pendapatan mereka.

Perbincangan di kalangan guru pun masih terus berlangsung, baik terkait mekanisme perhitungan potongan maupun harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan secara transparan guna menghindari kesalahpahaman di lingkungan pendidikan.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait polemik pemotongan TPP yang menjadi perhatian para guru tersebut.

Garudaexpose.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Silaturahmi Kapolda Sumsel Bersama Pimpinan Kampus, UNITAS Palembang Tegaskan Komitmen Kolaborasi
Ketum FORJI Lumajang Ucapkan Selamat kepada Bahrusyofan Hasanudin, S.H. atas Lulus Yudisium STIH Jenderal Sudirman Lumajang
Retreat Kepala Sekolah Gagal, LSM Lira Kota Malang Minta Transparansi Anggaran 300 Juta
Bangun Kepedulian di Kalangan Pelajar, Polsek Tongas Sosialisasikan Pencegahan Bullying
Kapolres Lumajang: Cerdas Tanpa Narkoba, Bijak Bermedia Sosial dan AI-Edukasi Ratusan Pelajar SMKN 1
SD NEGERI 3 DASRI TEGALSARI GELAR SHOLAT DHUHA SETIAP JUMAT, TANAMKAN NILAI RELIGIUS SEJAK DINI
Trofeo Cup Perseba Bakungan Jadi Ajang Evaluasi Pembinaan Pemain Akademi Diponegoro United
Buruh Momong yang Lawan Candu Gadget: Kolaborasi SMAN 1 Tempeh Lumajang dan SMAN 1 Tapen Bondowoso Jadi Model Pendidikan Sehat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Silaturahmi Kapolda Sumsel Bersama Pimpinan Kampus, UNITAS Palembang Tegaskan Komitmen Kolaborasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:08 WIB

Ketum FORJI Lumajang Ucapkan Selamat kepada Bahrusyofan Hasanudin, S.H. atas Lulus Yudisium STIH Jenderal Sudirman Lumajang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Retreat Kepala Sekolah Gagal, LSM Lira Kota Malang Minta Transparansi Anggaran 300 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Bangun Kepedulian di Kalangan Pelajar, Polsek Tongas Sosialisasikan Pencegahan Bullying

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:48 WIB

Kapolres Lumajang: Cerdas Tanpa Narkoba, Bijak Bermedia Sosial dan AI-Edukasi Ratusan Pelajar SMKN 1

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemkab Bangli Sampaikan Jawaban Atas Tiga Raperda Strategis

Selasa, 27 Okt 2026 - 04:52 WIB