Orang Tua Siswa SDN 02 Brebes Protes Pungutan Rp435 Ribu Jelang Kelulusan, Pihak Sekolah Minta Tak Disebar ke Medsos

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto:
SUASANA SEKOLAH – Tampak depan SDN 02 Brebes, sekolah yang diprotes wali murid terkait pungutan kelulusan kelas 6 senilai total Rp435 ribu per siswa.

Foto: 4905

BREBES,GarudaXpose.com//– Pungutan menjelang kelulusan di SDN 02 Brebes menuai keluhan wali murid. Sejumlah orang tua keberatan dengan total iuran yang mencapai Rp435 ribu per siswa kelas 6, yang disebut untuk keperluan kenang-kenangan, map ijazah, dan seragam batik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baru lulus SD saja biayanya sudah mencekik. Banyak seremonial yang sebenarnya tidak penting. Kasihan yang kondisi ekonominya pas-pasan,” kata salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (18/5/2026).

Dari hasil rapat sekolah dan wali murid beberapa waktu lalu, siswa kelas 6 dibebankan tiga pungutan. Rinciannya: Rp350 ribu untuk kenang-kenangan, Rp60 ribu untuk map ijazah, dan Rp25 ribu untuk batik perpisahan.

“Total Rp435 ribu per anak. Katanya uang kenang-kenangan Rp350 ribu itu buat beli laptop. Padahal setahu kami, laptop sudah dapat bantuan dari pemerintah. Jadi buat apa narik lagi?” ungkapnya dengan nada tinggi.

Yang membuat geram, wali murid mengaku diwanti-wanti pihak sekolah agar tidak membeberkan hasil rapat tersebut. Mereka diminta tidak mengunggah soal pungutan ini ke media sosial.

“Guru dan kepala sekolah melarang diekspos ke sosmed. Bahasa halusnya ‘dijaga kondusifitas’, tapi aslinya membungkam. Semua orang tua akhirnya diam karena takut anaknya kena imbas. Ijazah ditahan, nilai dipersulit, siapa yang mau?” ujarnya.

Saat dikonfirmasi ke sekolah, Kepala SDN 02 Brebes Yusti Puspitawati sedang tidak berada di tempat. Guru setempat, Farikhin, menyebut kepala sekolah sedang dinas ke SDN Padasugih 1 dan SDN Pasarbatang.

Dihubungi via WhatsApp, Yusti enggan merinci pungutan yang diprotes. Ia hanya menjelaskan soal map ijazah.

“Map ijazah untuk keamanan dan memudahkan penyimpanan. Itu kebutuhan personal siswa, yang wajib memenuhi ya orang tua,” tulisnya.

Soal acara perpisahan, ia menyarankan konfirmasi langsung ke panitia dari wali murid. “Tanyakan ke yang melaporkan ke Bapak yang jadi bagian kumpulan orang tua, nuwun,” jawabnya singkat.

Saat ditanya soal pungutan kenang-kenangan Rp350 ribu untuk laptop, Yusti memilih bungkam. Pesan konfirmasi hanya dibaca tanpa dibalas.

Terpisah, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Brebes Aditya Perdana menegaskan pihaknya sudah menerbitkan surat edaran pada 7 Mei 2026 sebagai acuan kegiatan perpisahan.

“Sekolah wajib berpedoman pada edaran itu. Soal pungutan, apapun bentuknya, harus disepakati lewat rapat komite dan wali murid. Prinsipnya tidak boleh memberatkan,” tegas Aditya.

Ia mempertanyakan apakah pungutan di SDN 02 Brebes sudah melalui kesepakatan resmi. “Sudah dirapatkan dengan komite dan wali murid belum? Kalau sepihak namanya pemaksaan. Kuncinya ada di kesepakatan dan tidak membebani,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, sejumlah wali murid mengaku masih waswas. Mereka berharap Dinas Pendidikan turun langsung mengaudit pungutan di sekolah tersebut. Pasalnya, praktik serupa dinilai sudah jadi “tradisi tahunan” yang memberatkan, namun tak ada yang berani bersuara.

“Kalau terus dibiarkan, tiap tahun pasti ada. Kami cuma minta pendidikan yang murah dan bersih dari pungli terselubung. Jangan korbankan orang tua demi gengsi sekolah,” pungkas salah satu wali murid. ***

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berhenti Menyalahkan Budaya – Pernikahan Anak adalah Soal Uang dan Siapa yang Memegang Kendali
Membanggakan! Drum Band SD N 02 Negaradaha Bumiayu Brebes Sabet Juara Umum Jateng Open 2026
Purnawiyata 2026: MAN 2 Probolinggo Lepas 136 Lulusan, Siap Tembus Pendidikan Tinggi dan Dunia Kerja
YPS Darun Najah Banyuwangi Gelar Wisuda Tahfidz, 234 Siswa Raih Syahadah
MERIAH DAN KOMPETITIF: O2SN 2026 KECAMATAN BULAKAMBA JADI KAWAH CANDRADIMUKA TALENTA ATLET MUDA BREBES
Minggu Ceria Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai di Hotel Nadia
Air Mata Valentina di Kelas SMK Brebes: Bukti Sekolah Gratis Jadi Harapan Anak Desa Raih Cita-Cita
Harmoni Tradisi dan Budaya Tengger, Pentas Outdoor SMPN 1 Sukapura Gelar Kokurikuler

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:14 WIB

Orang Tua Siswa SDN 02 Brebes Protes Pungutan Rp435 Ribu Jelang Kelulusan, Pihak Sekolah Minta Tak Disebar ke Medsos

Senin, 18 Mei 2026 - 05:38 WIB

Berhenti Menyalahkan Budaya – Pernikahan Anak adalah Soal Uang dan Siapa yang Memegang Kendali

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:52 WIB

Membanggakan! Drum Band SD N 02 Negaradaha Bumiayu Brebes Sabet Juara Umum Jateng Open 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:20 WIB

Purnawiyata 2026: MAN 2 Probolinggo Lepas 136 Lulusan, Siap Tembus Pendidikan Tinggi dan Dunia Kerja

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:39 WIB

YPS Darun Najah Banyuwangi Gelar Wisuda Tahfidz, 234 Siswa Raih Syahadah

Berita Terbaru