Garudaxpose.Com | Padang Lawas –Seorang wanita paruh baya yang identitasnya belum diketahui secara jelas ditemukan berada di sebuah kebun kelapa sawit milik warga, Di depan Gudang Barang rongkosakan tepat di pinggiran jalan penghubung menuju Desa Janji Lobi, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Kondisi wanita ini memancing rasa prihatin warga sekitar maupun orang yang melintas, lantaran ia diketahui menderita sakit struk ringan serta tinggal di tempat yang sama sekali tidak layak huni.
Menurut keterangan sejumlah warga yang kerap melewati lokasi tersebut, tempat tinggal ibu ini sangat memprihatinkan. Pondok kebun sederhana yang ia tempati tidak memiliki perlindungan yang memadai; setiap kali turun hujan disertai angin kencang, seluruh bagian tempat itu menjadi basah kuyup. Tak hanya itu, aroma tak sedap menyengat akibat tumpukan kotoran dan bau kencing tercium jelas di sekitar tempat tinggalnya, menggambarkan betapa buruknya kondisi lingkungan tempat ia berteduh.
Warga yang melintas di jalan tersebut pun kerap melihat ibu itu mendekati kendaraan atau pejalan kaki untuk meminta makanan. Wajahnya yang tampak lemah dan kondisi fisik yang menurun akibat penyakit yang dideritanya membuat siapa saja yang melihatnya merasa iba dan tergerak untuk memberikan sedikit bantuan seadanya. Namun, bantuan warga sekitar saja dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun pengobatan yang ia butuhkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga saat ini, belum ada yang mengetahui nama lengkap, asal-usul, maupun keluarga dari ibu tersebut. Ia hidup sebatang kara di lokasi itu, tanpa ada yang merawat atau memperhatikan kesehatannya. Warga setempat berharap ada pihak yang peduli dan turun tangan membawanya ke tempat yang lebih layak, serta memberikan penanganan medis yang tepat agar ia bisa pulih dari struk ringan yang dideritanya.
Menyikapi kondisi yang memilukan ini, warga sekitar dan masyarakat yang mengetahui informasi ini meminta perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Padang Lawas. Secara khusus, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan diminta untuk segera turun ke lapangan, melakukan pengecekan langsung, serta mengidentifikasi siapa sebenarnya ibu yang malang ini.
Selain itu, masyarakat juga mendesak agar ibu tersebut segera mendapatkan tempat tinggal yang layak, perawatan kesehatan yang memadai, serta pendampingan selama proses penyembuhan penyakitnya berlangsung. Bantuan dan perhatian dari pemerintah dinilai sangat dibutuhkan agar ia tidak lagi hidup dalam penderitaan dan ketidakpastian seperti saat ini.
Hingga berita ini di muat, informasi mengenai identitas dan asal-usul wanita tersebut masih terus dikumpulkan oleh warga sekitar. Masyarakat berharap adanya respons cepat dari pihak berwenang agar nasib ibu yang tak dikenal ini segera terangkat dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak serta manusiawi.
Arman Effendi










