BREBES,GarudaXpose.com//– Aula Kecamatan Paguyangan berubah hangat pada Senin 11/5/2026. Satu per satu anak yatim piatu maju ke depan, menerima amplop bantuan sosial Rp300 ribu langsung dari tangan Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma. Didampingi Wakil Bupati Wurja, Bupati menyapa, menepuk pundak, dan memberi semangat kepada 100 anak penerima di luar panti yang hadir pagi itu.
Bantuan ini tak berhenti di Paguyangan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi menjelaskan, penyaluran serentak dilakukan di 6 kecamatan wilayah Brebes selatan. Total 600 anak yatim piatu menerima manfaat, tersebar di Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Bumiayu, Sirampog, dan Tonjong. “Data penerima sudah diverifikasi agar tepat sasaran. Kami pastikan yang menerima benar-benar anak yatim di luar panti yang membutuhkan,” kata Imam.
Di atas panggung, Bupati Paramitha menegaskan bahwa nominal Rp300 ribu hanyalah pintu masuk. Yang lebih penting adalah pesan keberpihakan. “Untuk anak-anak kami, tetap semangat belajar, jangan rendah diri dan terus tatap masa depan. Pemerintah tidak akan melepas kalian,” ujarnya disambut tepuk tangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paramitha menambahkan, membangun kepercayaan diri anak yatim butuh kerja bersama. Tidak cukup dengan bantuan materi, tetapi juga pelukan moral dari orang tua asuh, wali, guru, dan lingkungan. Ia meminta para pendamping agar rutin mendampingi belajar, mengawasi pergaulan, serta menanamkan nilai bahwa setiap anak berhak bermimpi setinggi-tingginya.
Sejumlah anak penerima tampak malu-malu saat ditanya cita-citanya. Ada yang ingin jadi polisi, guru, hingga hafiz Quran. “Uangnya mau saya tabung buat beli buku,” ucap salah satu penerima kelas 5 SD asal Paguyangan, sambil memegang erat amplop cokelatnya.
Menurut Imam, bansos ini menjadi stimulan agar kebutuhan dasar anak terpenuhi, mulai dari alat tulis, seragam, hingga gizi harian. Program ini sejalan dengan visi “Brebes Beres” yang mengedepankan keadilan sosial dan perlindungan kelompok rentan. Ke depan, Dinsos akan mengintegrasikan bantuan ini dengan program pendampingan pendidikan dan penguatan pengasuhan berbasis keluarga.
Pemkab Brebes berkomitmen memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas program perlindungan anak. Skema pendataan akan terus diperbaiki, kolaborasi dengan desa, sekolah, dan tokoh masyarakat diperkuat, agar tidak ada anak yang luput dari perhatian negara. Sebab investasi terbaik daerah adalah memastikan anak-anaknya tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Dari tangan-tangan kecil yang hari ini kita rangkul, akan lahir generasi Brebes yang tangguh dan berdaya saing, pungkasnya.red**
(Gus)






