Antisipasi Kemarau 2026, Distan Banten Bahas Penguatan Infrastruktur Pertanian

- Penulis

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaexpose.com | Tangerang – Dinas Pertanian Provinsi Banten menghadiri pertemuan pengembangan prasarana pertanian yang digelar di Ruang Bola Sundul, Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (27/4/2026).

Agenda ini menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Kegiatan tersebut melibatkan para penyuluh serta 32 kelompok tani yang menjadi penerima bantuan sarana irigasi, baik berbasis perpompaan maupun perpipaan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan sektor pertanian, khususnya dalam menjaga produktivitas di tengah keterbatasan pasokan air.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur sebagai kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan. Sejumlah fasilitas yang diprioritaskan meliputi sistem irigasi perpompaan, jaringan perpipaan, embung, hingga sarana pendukung lain yang berperan dalam distribusi air secara efisien.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini terhadap dampak kekeringan, terutama pada komoditas strategis seperti padi. Dengan pengelolaan sumber daya air yang lebih terencana, diharapkan risiko penurunan hasil panen dapat ditekan.

Adapun alokasi bantuan pada tahun anggaran 2026 mencakup dukungan dari berbagai sumber. Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian menyalurkan bantuan irigasi perpompaan kepada empat kelompok tani.

Sementara itu, Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung memberikan dukungan serupa kepada 22 kelompok tani. Selain itu, bantuan irigasi perpipaan dialokasikan untuk enam kelompok tani lainnya.

Langkah tersebut dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan efektivitas pengelolaan air. Pemerintah Provinsi Banten berharap sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani dapat memastikan keberlangsungan produksi pertanian, sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin dinamis.

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREBES TEGASKAN TRANSPARANSI ANGGARAN DAN ANTIKORUPSI DI HARI OTONOMI DAERAH XXX
Pembangunan Sekolah Rakyat Brebes Dikebut hingga Malam, Jembatan Bailey Jadi Kunci Percepatan Target Juni 2026
IGTKI Kabupaten Jember Berkolaborasi Dengan Sanggar Hastarini Gelar Pelatihan Tari Di Aula Dispendik Jember
KKMI Pakuniran Gandeng IGRA, Perkuat Akurasi Data Madrasah Lewat Sosialisasi EMIS Terbaru
Diakui Nasional, Banyuwangi Kembali Duduki Peringkat Tertinggi Kinerja Pemerintahan
Ciptakan Situasi Kondusif di Tengah Maraknya Aksi Begal Kecamatan Sukapura Gelar Patroli Gabungan
Proyek Paving Blok Desa Tipar Raya Disorot: Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Kualitas Dipertanyakan
Antisipasi Kemarau Panjang, Banyuwangi Percepat Tanam Padi Serentak

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:27 WIB

Antisipasi Kemarau 2026, Distan Banten Bahas Penguatan Infrastruktur Pertanian

Senin, 27 April 2026 - 14:25 WIB

BREBES TEGASKAN TRANSPARANSI ANGGARAN DAN ANTIKORUPSI DI HARI OTONOMI DAERAH XXX

Senin, 27 April 2026 - 14:21 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Brebes Dikebut hingga Malam, Jembatan Bailey Jadi Kunci Percepatan Target Juni 2026

Senin, 27 April 2026 - 12:58 WIB

IGTKI Kabupaten Jember Berkolaborasi Dengan Sanggar Hastarini Gelar Pelatihan Tari Di Aula Dispendik Jember

Senin, 27 April 2026 - 09:21 WIB

KKMI Pakuniran Gandeng IGRA, Perkuat Akurasi Data Madrasah Lewat Sosialisasi EMIS Terbaru

Berita Terbaru

Uncategorized

Bupati Palas Sampaikan LKPJ 2025 Realisasi APBD Capai 91,88 Persen 

Senin, 27 Apr 2026 - 15:54 WIB