Diterjang Puting Beliung 30 Menit, 25 Rumah dan Kios di Desa Cipelem Brebes Porak-Poranda

- Penulis

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose,com//-Hujan ringan disertai angin kencang berubah menjadi bencana saat angin puting beliung menerjang Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Senin 27 April 2026. Selama kurang lebih 30 menit, pusaran angin merusak 25 bangunan yang tersebar di RW 6 dan RW 7. Meski kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Bencana alam itu bermula ketika wilayah Desa Cipelem diguyur hujan dengan intensitas ringan sejak pukul 14.00 WIB. Hujan yang turun disertai angin kencang membuat warga memilih bertahan di dalam rumah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncaknya terjadi pada pukul 14.15 WIB. Tiba-tiba dari arah area persawahan di sebelah timur desa, muncul pusaran angin puting beliung. Pusaran angin tersebut bergerak cepat menuju permukiman padat penduduk di sekitar RW 6 dan RW 7.

Kepanikan sempat terjadi saat atap rumah warga beterbangan dan suara gemuruh angin terdengar sangat kencang. Sejumlah warga yang melihat kejadian itu mengaku genting dan seng atap rumah mereka terangkat dalam hitungan detik. Angin baru berangsur-angsur melemah dan menghilang sekitar pukul 14.45 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, total ada 25 bangunan terdampak. Rinciannya, 5 bangunan rusak berat, 3 rumah rusak sedang, dan 17 rumah rusak ringan. Kerusakan paling banyak terjadi di wilayah RT 4/RW 7.

Untuk kategori rusak berat, tercatat dapur milik Sdr. Wiji roboh total. Sementara rumah Sdr. Tarjuki mengalami dinding dapur roboh dan seluruh atap genting pecah. Atap rumah Sdr. Sanaah juga dilaporkan terbawa angin.

Tak hanya rumah warga, bangunan fasilitas pendidikan Madrasah Hidayatul Mubtadiin di RT 1/RW 6 juga tak luput dari amukan angin. Atap baja ringan madrasah tersebut terbang terbawa angin. Hal sama dialami kios/ruko milik Sdr. Sahri yang atap baja ringannya porak-poranda.

Untuk rusak sedang, tiga rumah milik Sdr. Cito, Sdr. Dakhlan, dan Sdr. Agus Mulyono mengalami kerusakan pada atap bagian belakang. Genting rumah mereka pecah dan hilang separuh.

Sementara 17 rumah lainnya yang tersebar di RT 1/RW 6, RT 1/RW 7, dan RT 4/RW 7 mengalami rusak ringan. Mayoritas kerusakan berupa genting pecah dan atap baja ringan yang rusak sebagian.

Kapolsek Bulakamba, AKP Afandi,SH melalui laporan resminya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. “Untuk kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan perhitungan oleh petugas gabungan,” tulisnya dalam laporan.

Camat Bulakamba Setiawan Nugroho,S.STP.M.Si yang ditemui di lokasi menjelaskan skema penanganan bagi warga terdampak.
“Untuk penanganan yang bersifat ringan kami sudah menghimbau kepada warga untuk bisa dilakukan penanganan secara mandiri. Kemudian yang kategori rusak berat akan kami ajukan permohonan bantuan kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Sementara itu Carik Desa Cipelem Tomi Santoso menggambarkan kepanikan warga saat kejadian.
“Katanya kaya kiamat. Saya sampai giginya copot, ompong, jatuh. Saya berlari ketakutan mencari warga. Tangisan histeris terdengar, angin gemuruh,” ungkap Tomi dengan nada masih gemetar.

Respons cepat ditunjukkan warga Desa Cipelem. Begitu angin reda, para pemilik rumah langsung bergotong royong memperbaiki genting yang pecah atau terbawa angin secara mandiri agar bisa kembali ditempati malam harinya.

Aparat gabungan dari Polsek Bulakamba, Dishub PJU, Basarnas, BPBD Kabupaten Brebes, bersama perangkat desa dan masyarakat juga langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan evakuasi material atap baja ringan, memotong dan membersihkan pohon tumbang yang melintang di jalan, serta menyingkirkan pecahan genting agar akses jalan kembali lancar.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Cipelem sudah berangsur kondusif. Warga diimbau tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Brebes dan sekitarnya.

Data Kerusakan Angin Puting Beliung Desa Cipelem
Waktu: Senin, 27 April 2026, Pukul 14.15 – 14.45 WIB
Lokasi: RW 6 dan RW 7, Desa Cipelem, Kec. Bulakamba, Kab. Brebes
Total Terdampak: 25 Bangunan
Rusak Berat: 5
Rusak Sedang: 3
Rusak Ringan: 17
Korban Jiwa: Nihil
Penanganan: Evakuasi oleh Polsek, BPBD, Basarnas, Dishub, dan warga. Rusak ringan ditangani mandiri, rusak berat diajukan ke Pemkab Brebes.red*

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil “Supermama” Distributor Beras SB Kecelakaan Tunggal di Baluran
Ketum LSM GNR Indoensia Soroti Proyek Paving Block ‘Amburadul’ di Tegalsari, Diduga Tabrak Aturan Transparansi
Ketua DPRD Lumajang Ikuti Retreat KPPD untuk Penguatan Kapasitas Pimpinan Daerah
Bukan Luka Kecelakaan, Pelajar di Jember Diduga Dianiaya Usai Tabrakan
Lilin Penerangan Proyek Diduga Picu Kebakaran, Warung Warga di Balaraja Hangus
Jagat Maya Heboh! Video Penolakan Cafe JDEYO di Cisoka Banjir Dukungan, Warga Soroti Legalitas dan Dampak Lingkungan
Bupati Hadiri Pemusnahan BB Perkara Tindak Pidana Umum yang Digelar Kejaksaan Negeri Lumajang
*Kontroversi Lahan Bengkok & Kawasan Pangan di Jepara Dialihfungsikan Jadi Gardu Induk PLN, Warga Tolak Keras*

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:11 WIB

Diterjang Puting Beliung 30 Menit, 25 Rumah dan Kios di Desa Cipelem Brebes Porak-Poranda

Minggu, 26 April 2026 - 14:20 WIB

Mobil “Supermama” Distributor Beras SB Kecelakaan Tunggal di Baluran

Jumat, 24 April 2026 - 04:10 WIB

Ketum LSM GNR Indoensia Soroti Proyek Paving Block ‘Amburadul’ di Tegalsari, Diduga Tabrak Aturan Transparansi

Jumat, 24 April 2026 - 01:36 WIB

Ketua DPRD Lumajang Ikuti Retreat KPPD untuk Penguatan Kapasitas Pimpinan Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 12:34 WIB

Bukan Luka Kecelakaan, Pelajar di Jember Diduga Dianiaya Usai Tabrakan

Berita Terbaru