Gubernur Tegaskan Relaksasi Terbatas Sampah Organik Bukan Perubahan Kebijakan

- Penulis

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Relaksasi Suwung Jadi Alarm, Koster Dorong Daerah Percepat Sistem Sampah


Garudaxpose.com l Denpasar-Bali l Pemerintah Provinsi Bali telah membuka kembali akses terbatas bagi sampah organik ke TPA Suwung selama dua hari dalam seminggu sebagai bagian dari penyesuaian dalam masa transisi pengelolaan sampah di Bali. Demikian disampaikan Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M kepada seluruh masyarakat Bali, saat dialog terbuka di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar, Kamis (16/4) belum lama ini.

Gubernur Koster juga menyampaikan beberapa opsi penanganan sampah di Bali, bahwa langkah ini diambil setelah Pemerintah Provinsi Bali bersama unsur Forkopimda, yaitu Wallkota Denpasar, Bupati Badung serta perwaklan masyarakat dan pelaku swakelola sampah melakukan dialog terbuka untuk merespons dinamika di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi kebijakan ini bukan perubahan arah, melainkan upaya menjaga stabiltas sistem yang saat ini maslah dalam tahap penyesualan,” tegas Koster.


Pemprov Bali Buka 2 Hari ke Suwung, Arah Pengelolaan Sampah Tetap


Gubernur Bali menegaskan kembali bahwa Pemerintah Provinsi Bali memastikan arah utama tetap pada pengolahan sampah berbasis sumber, dengan penekanan pada percepatan implementasi di tingkat kabupaten/kota.

“Maka dalam fase transisi ini, Pemerintah Provinsi Bali mengambil peran sebagal pengarah kebijakan, sementara kesiapan operasional di lapangan menjadi tanggung jowab bersama seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.


Gubernur Tegaskan Masalah Ada di Implementasi


Gubernur Koster Pemerintah Provinsi Bali melakukan penyesuaian terbatas dengan membuka kembali akses ke TPA Suwung selama dua hari dalam seminggu, menyusul kondisi lapangan yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem pengelolaan sampah yang baru.

SAMPAH – Sebuah alat berat memindahkan sampah yang menumpuk di TPA 

“Keputusan ini kita ambil setelah mendengar langsung masukan dari masyarakat termasuk kelompok swakelola sampah, serta hasil koordinasi lintas sektoral baik unsur pemerintah maupun daerah,” ujarnya.

Gubernur Bali menyampaikan bahwa langkah tersebut bertujuan memberikan ruang penyesuaian tanpa mengganggu arah kebijakan yang telah ditetapkan. Pemerintah memahami tekanan yang dirasakan masyarakat, namun Gubernur

menegaskan bahwa penyesualan ini berslfat sementara dan terukur, agar proses transisi tidak menimbulkan beban tambahan.

“Ke depan, Pemerintah Provinsi Bali tetap mendorong pengolahan sampah berbasis sumber sebagai solusi utama, dengan harapan kabupaten/kota dapat mempercepat kesiapan sistem agar fase transisi tidak berlangsung terlalu lama,” tegas Koster.


Koster: Arah Sudah Jelas,Sekarang Daerah Harus Kejar Eksekusi”


Screenshot

Gubernur asal Sembiran Buleleng ini mengatakan bahwa pembukaan kembali akses terbatas sampah organik ke TPA Suwung selama dua hari dalam seminggu menjadi langkah penyesuaian untuk menjaga sistem pengelolaan sampah tetap berjalan di tengah kesiapan lapangan yang belum merata.

“Langkah ini juga kita ambil setelah pemerintah provinsi bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota melakukan evaluas langsung atas kondisi di lapangan, termasuk meningkatnya tekanan akibat penumpukan dan keterbatasan kapasitas pengolahan di tingkat lokal,” ungkapnya lagi.

Gubemur Bali menegaskan bahwa arah kebijakan tidak berubah, dan tantangan utama saat ini terletak pada konsistensl implementasi di tingkat daerah. Pemerintah Provinsi Bali memastikan kebjakan berjalan sesuai rencana, namun percepatan eksekusi menjadi kunci agar masyarakat tidak terus berada dalam kondisi transisi.

” Jadi dengan penyesuaian ini, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara ketegasan kebijakan dan realitas di lapangan, sambll mendorong seluruh daerah untuk segera mengejar kesiapan sistem yang telah ditetapkan,” pungkas Gubernur Koster. (Gustra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda: KIS Harus Aktif Bangun Budaya Digital Sehat di Sekolah
Semangat Hari Kartini Warnai Persiapan Rapat Kerja DKKT Kabupaten Tangerang
Pemerintah Perlu Edukasi Masyarakat tentang Cara Memilah Sampah dari Sumber
Dukcapil Kota Tangerang Jemput Bola Perekaman KTP-el dan IKD ke Pelajar SMAN 6
Sinergi TNI – Polri Dan Dinas Terkait, Vaksinasi Rabies Anjing Di Kelurahan Beng Berjalan Lancar
Kolaborasi Imigrasi Ngurah Rai Dan BNN Bali Amankan WN Ukraina Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkotika Dan Overstay
PJ Kepala Desa Sapikerep Agus Cahyo Raharjo Siap Berkolaborasi Membangun Desa Sapikerep Lestarikan Kearifan Lokal
Warga Kandawati dan Cipaeh Geruduk Kantor PT RSA, Tuntut Ganti Rugi Sawah Terdampak Galian Tanah

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:26 WIB

Sekda: KIS Harus Aktif Bangun Budaya Digital Sehat di Sekolah

Selasa, 21 April 2026 - 11:55 WIB

Semangat Hari Kartini Warnai Persiapan Rapat Kerja DKKT Kabupaten Tangerang

Selasa, 21 April 2026 - 10:37 WIB

Pemerintah Perlu Edukasi Masyarakat tentang Cara Memilah Sampah dari Sumber

Selasa, 21 April 2026 - 09:39 WIB

Dukcapil Kota Tangerang Jemput Bola Perekaman KTP-el dan IKD ke Pelajar SMAN 6

Selasa, 21 April 2026 - 07:57 WIB

Sinergi TNI – Polri Dan Dinas Terkait, Vaksinasi Rabies Anjing Di Kelurahan Beng Berjalan Lancar

Berita Terbaru