Garudaxpose.com | Probolinggo – Peringatan Hari Kartini di Kota Probolinggo, Jawa Timur, berlangsung dengan suasana berbeda. Tanpa seremoni resmi maupun balutan kebaya, peringatan kali ini justru dilakukan di ruang publik, tepatnya di tengah aktivitas para pengemudi ojek daring perempuan yang setiap hari berjibaku di jalanan demi menghidupi keluarga.
Momentum tersebut dimanfaatkan oleh AKP Marjono untuk turun langsung menyapa para pengemudi perempuan. Kegiatan yang digelar di area Mall Pelayanan Publik Kota Probolinggo, Selasa (21/4/2026), itu menjadi wadah dialog santai antara aparat kepolisian dengan para pengemudi ojek daring perempuan.
Dalam kesempatan itu, AKP Marjono memberikan apresiasi atas semangat dan perjuangan para perempuan yang bekerja di sektor transportasi daring. Menurutnya, keberanian mereka menjalani profesi yang penuh tantangan mencerminkan semangat Kartini masa kini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Para pengemudi perempuan ini adalah Kartini modern. Mereka setiap hari menghadapi risiko di jalan raya demi membantu perekonomian keluarga, namun tetap menunjukkan semangat dan keteguhan,” ujar Marjono di sela kegiatan.
Ia menilai, kehadiran perempuan di sektor transportasi daring menunjukkan perubahan peran perempuan yang semakin luas. Emansipasi perempuan tidak lagi terbatas pada lingkungan rumah tangga maupun pekerjaan formal, tetapi juga merambah sektor informal yang menuntut ketangguhan fisik dan mental.
Selain memberikan apresiasi, Satlantas Polres Probolinggo Kota juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Menurut Marjono, para pengemudi ojek daring memiliki peran penting dalam menciptakan budaya tertib di jalan raya.
“Pengemudi ojek daring merupakan pengguna jalan yang sangat aktif. Jika mereka disiplin dan tertib, maka akan menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya,” jelasnya.
Pendekatan yang dilakukan Satlantas ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam membangun komunikasi yang lebih humanis dengan masyarakat. Tidak hanya fokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang keselamatan berkendara.
Para pengemudi ojek daring perempuan pun menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa diperhatikan sekaligus mendapatkan edukasi yang bermanfaat dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Menurut mereka, pekerjaan sebagai pengemudi ojek daring bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga menjaga keselamatan diri sebagai tulang punggung keluarga. Penggunaan helm, kelengkapan kendaraan, serta etika berkendara menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Peringatan Hari Kartini yang digelar di jalanan ini menjadi simbol bahwa perjuangan perempuan terus berkembang mengikuti zaman. Di balik helm dan kendaraan roda dua, para perempuan tersebut tidak hanya mengantar penumpang, tetapi juga membawa harapan keluarga serta menjadi bagian dari upaya menciptakan keselamatan berlalu lintas bagi semua pengguna jalan. (Septyan)












