Bendesa Adat Sanding : Tumpek Landep Adalah Simbol Untuk Mempertajam Citta, Budhi Dan Manah

- Penulis

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garudaxpose.com | Bali – Tumpek Landep merupakan hari suci umat Hindu di Bali yang dirayakan setiap 210 hari pada Saniscara Kliwon Wuku Landep, untuk memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasi sebagai Sanghyang Pasupati, adalah momen bersyukur dan memperbaiki karakter diri serta permohonan ketajaman pikiran/landeping idep, hati dan kecerdasan agar selalu bijaksana, fokus dan hidup berdasarkan dharma.

Bendesa Adat Sanding, I Wayan Sudiasa ketika ditemui di kediamannya Banjar Mancawarna, Desa Sanding, Tampaksiring, Gianyar Bali kepada Garudaxpose mengatakan, secara filosofis Tumpek Landep adalah simbol untuk mempertajam citta (perasaan), budhi (pikiran) dan manah (hati). Umat diajak untuk introspeksi diri/mulat sarira agar pikiran tidak tumpul, melainkan mampu membedakan hal yang baik (dharma) dan buruk (adharma).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tumpek landep diperingati sebagai hari turunnya anugerah ketajaman, dimana Sanghyang Pasupati diyakini menanamkan kekuatan tajam dalam diri manusia dan benda – benda yang sakral yakni upacara dilakukan pada benda tajam seperti keris, tombak sebagai simbol senjata untuk membasmi kebodohan. Upacara pada hari tumpek landep mencakup pada alat – alat yang memudahkan kehidupan seperti mobil, motor, alat elektronik, mesin agar digunakan dengan bijak dan produktif,” kata Bendesa Adat Sanding, I Wayan Sudiasa.

Lanjut Bendesa Adat Sanding, I Wayan Sudiasa menjelaskan, tumpek landep merupakan kelanjutan dari hari raya Saraswati dimana hari turunnya ilmu pengetahuan, setelah ilmu pengetahuan diturunkan tumpek landep menekankan pada penajaman ilmu tersebut agar bermanfaat bagi kehidupan di dunia ini.

“Jadi tumpek landep adalah hari untuk mempertajam pikiran, hati dan alat bantu hidup agar manusia menjadi pribadi yang berguna dan selaras dengan ajaran agama,” jelas I Wayan Sudiasa.

I Wayan Sudiasa menyatakan, tumpek landep adalah hari raya umat Hindu untuk memuja Ida Bhatara Sanghyang Siwa Pasupati, yang diartikan sebagai sang pemelihara segala benda tajam. Tumpek landep artinya, tu bermakna metu atau bertemu dan mpek bermakna akhir, sedangkan landep berarti tajam atau runcing. Pada hari tumpek landep, umat Hindu melakukan upacara persembahyangan dan menyucikan benda – benda tajam.

“Jadi inti dari hari tumpek landep ini bukan sekadar menyembah benda tajam yang bahannya dari logam, melainkan wujud rasa syukur dan penghormatan agar alat – alat yang digunakan dalam kehidupan sehari – hari membawa manfaat serta menjadi pengingat untuk menajamkan pikiran,” kata Bendesa Adat Sanding ini.

Bendesa Adat Sanding menjelaskan, tumpek landep adalah hari suci untuk memohon ketajaman pikiran/landeping idep dan menyucikan benda – benda tajam seperti senjata, kendaraan, alat kerja tentunya sebagai wujud syukur kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasi sebagai Sanghyang Pasupati yang dirayakan setiap Sabtu Kliwon Wuku Landep.

I Wayan Sudiasa mengatakan, secara filosofis hari tumpek landep adalah momen untuk mengasah pikiran agar jernih dan cermat, serta menggunakan teknologi atau alat untuk kebaikan dan melakukan persembahyangan dengan banten khusus seperti pasupati, kusuma jaya dan canang wangi untuk memohon keselamatan agar benda tersebut berfungsi dengan baik.

“Upacara saat hari tumpek landep diartikan secara luas sebagai momen mensyukuri kemudahan yang telah diberikan seperti teknologi modern dalam kehidupan sehari – hari,” pungkas Bendesa Adat Sanding, I Wayan Sudiasa. @ (suriasih)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menteri LH Minta Jangan Kendurkan Semangat Memilah Sampah
Wondr Kemala Run 2026 Sukses Angkat Sport Tourism Bali
Pengamanan Ketat Polsek Gianyar, Upacara HUT Ke-255 Kota Gianyar Berjalan Aman Dan Khidmat
Kemala Run 2026 Di Gianyar Sukses, Dongkrak Sektor Pariwisata Dan Ekonomi Serta Salurkan Donasi Kemanusiaan
Kodim 1616/Gianyar Tunjukkan Ketegasan Kawal HUT Ke-255, Upacara Berlangsung Khidmat
Gemuruh Gambelan Mengiringi Pawai Budaya Rangkaian HUT Ke-255 Kota Gianyar
Dharma Santi Nyepi Jadi Ruang Kebersamaan, Kehadiran Polri Perkuat Harmoni
Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Samsat Lumajang menunjukkan tren positif.

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 10:37 WIB

Menteri LH Minta Jangan Kendurkan Semangat Memilah Sampah

Minggu, 19 April 2026 - 07:45 WIB

Pengamanan Ketat Polsek Gianyar, Upacara HUT Ke-255 Kota Gianyar Berjalan Aman Dan Khidmat

Minggu, 19 April 2026 - 07:04 WIB

Kemala Run 2026 Di Gianyar Sukses, Dongkrak Sektor Pariwisata Dan Ekonomi Serta Salurkan Donasi Kemanusiaan

Minggu, 19 April 2026 - 03:54 WIB

Kodim 1616/Gianyar Tunjukkan Ketegasan Kawal HUT Ke-255, Upacara Berlangsung Khidmat

Minggu, 19 April 2026 - 02:43 WIB

Gemuruh Gambelan Mengiringi Pawai Budaya Rangkaian HUT Ke-255 Kota Gianyar

Berita Terbaru

Bali

Menteri LH Minta Jangan Kendurkan Semangat Memilah Sampah

Minggu, 19 Apr 2026 - 10:37 WIB