Garudaxpose.com | Bali – Pelestarian ogoh – ogoh di Bali dilakukan pemuda di banjar atau sekeha teruna – teruni melalui pembuatan, pawai dan perlombaan, pemerintah daerah memperkuat upaya ini dengan membuat peraturan yang bertujuan menjaga tradisi, kreativitas dan nilai spiritual.
Bendesa Adat Sanding, I Wayan Sudiasa ketika ditemui di kediamannya Banjar Mancawarna, Desa Sanding, Tampaksiring, Gianyar Bali kepada Garudaxpose mengatakan, bahwa komunitas tradisional Bali atau banjar, khususnya sekeha teruna – teruni sebagai pusat kreativitas generasi muda membuat ogoh – ogoh untuk parade serta mengikuti perlombaan yang merangsang kreativitas seni. Tentunya hal ini untuk melestarikan tradisi juga mempererat kebersamaan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
I Wayan Sudiasa menjelaskan, penilaian lomba ogoh – ogoh di perayaan HUT Kota Gianyar saat ini sangat profesional yang melibatkan tim juri yang terdiri dari kalangan profesional yang berkompeten di bidangnya menilai ogoh – ogoh dari kesesuaian tema serta kualitas artistik, penilaian sangat ketat menentukan nominasi hingga juara dari karya STT yang mewakili dari masing – masing kecamatan.

I Wayan Sudiasa menyatakan, pihaknya sangat mendukung kreativitas dan inovasi generasi muda/yowana melalui lomba ogoh – ogoh, tentunya kegiatan ini dipandang sebagai upaya strategis untuk melestarikan seni budaya Bali, sekaligus menjadi wadah positif bagi anak muda dalam mengekspresikan diri.
“Lomba ogoh – ogoh dalam rangka HUT Kota Gianyar memberikan ruang bagi sekeha teruna teruni untuk memadukan nilai tradisi, seperti pembuatan ogoh – ogoh dengan menggunakan bahan ramah lingkungan. Melalui pembuatan ogoh – ogoh, generasi muda di dorong untuk mendalami filosofi ajaran Hindu dan budaya Bali, serta menjaga kekompakan gotong – royong warga dan sekeha teruna – teruni,” kata Bendesa Adat Sanding ini.
Lanjut Bendesa Adat Sanding menjelaskan, lomba ogoh – ogoh ini lebih dari sekadar ajang kompetisi, tentunya kegiatan ini menjadi media sosial untuk mengarahkan energi pemuda pada kegiatan positif, serta mempererat tali persaudaraan antar warga. Pihaknya sangat mengucapkan terimakasih kepada dewan juri yang berperan penting dalam memberikan penilaian secara obyektif terhadap kreativitas seni, inovasi dan kesesuaian ogoh – ogoh dengan temanya masing – masing.
Bendesa Adat Sanding menyampaikan, bahwa dewan juri membantu memotivasi generasi muda/yowana untuk terus berkarya dalam melestarikan seni budaya Bali, hasil penilaian dewan juri adalah yang terbaik, sebagai wujud apresiasi tertinggi terhadap usaha sekeha teruna – teruni. @ (suriasih)














