Truk Material Semen Resahkan Warga Puger, Warga Lintas Kecamatan Bersatu Tuntut Pembatasan

- Penulis

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Jember – Warga Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember, kian geram dengan aktivitas truk pengangkut material pabrik semen yang melintas tanpa batasan waktu. Warga menilai lalu-lalang kendaraan bertonase besar itu sudah mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama anak sekolah, Selasa (7/4/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan truk-truk besar melintas sejak pagi hingga malam hari. Jalan desa yang relatif sempit dipadati kendaraan proyek bersamaan dengan aktivitas warga. Suara bising dan getaran dari truk dirasakan hingga ke rumah-rumah di pinggir jalan.

Gelombang protes tak lagi berhenti di Grenden. Keluhan serupa kini muncul dari warga Gumukmas, Kencong, hingga Jombang. Mereka mengaku jalan di wilayahnya juga cepat rusak akibat intensitas truk bermuatan berat yang melintas setiap hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jalan di wilayah kami juga rusak parah, tapi penanganannya hanya tambal sulam. Kalau dibiarkan, kami tidak akan tinggal diam,” kata seorang warga dari luar Grenden yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut kerusakan makin parah saat musim hujan.

Di Desa Grenden, titik rawan terjadi pada jam-jam padat. Pagi hari ketika anak-anak berangkat sekolah dan sore saat aktivitas warga memuncak, truk tetap melintas tanpa jeda. Warga khawatir kondisi ini memicu kecelakaan lalu lintas.

Mujib, warga Grenden, menyampaikan keresahan yang menurutnya sudah di titik jenuh. “Kalau pagi dan siang itu sangat padat, truk-truk besar lewat terus. Kami khawatir terjadi kecelakaan,” ujarnya saat ditemui di sekitar jalan desa.

Selain keselamatan, dampak lain yang dikeluhkan warga adalah kerusakan infrastruktur. Aspal di sejumlah ruas jalan mulai retak, bergelombang, dan ambles. Warga menilai beban truk melebihi kapasitas jalan desa yang tidak dirancang untuk kendaraan berat.

Upaya mediasi antara warga dan pihak terkait disebut pernah dilakukan, namun belum menghasilkan keputusan konkret. Warga menilai belum ada pengaturan jam operasional yang tegas dan mengikat bagi armada pengangkut material tersebut.

Mediasi lanjutan direncanakan dalam waktu dekat. Namun sebagian warga mulai skeptis jika forum itu hanya berakhir formalitas tanpa solusi. Mereka menuntut ada pembatasan jam melintas, pengawasan di lapangan, dan sanksi bagi pelanggar.

Tekanan publik kini membesar seiring meluasnya dukungan dari kecamatan tetangga. Warga lintas wilayah menyatakan siap menggelar aksi dengan tuntutan sama: pembatasan jam operasional truk serta perbaikan jalan secara menyeluruh, bukan tambal sulam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pabrik semen maupun instansi terkait soal pengaturan jam operasional truk. Pemerintah desa Grenden disebut masih mengupayakan komunikasi lanjutan dengan seluruh pihak.

Warga berharap ada langkah cepat sebelum situasi memburuk. Mereka menuntut kepastian aturan di lapangan demi menjamin keselamatan anak sekolah, pengguna jalan lain, serta keberlangsungan infrastruktur desa yang kini semakin tergerus. (SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bertemu Bupati Ipuk, Kopassus Dukung Pengembangan Budidaya Jagung di Banyuwangi
Ketua LBH Gadjah Madha Indonesia Danny Hendro Saputro, SH., MH. Soroti Pemadaman Listrik Bergilir di Banyuwangi, Siap Layangkan Surat Resmi ke PLN
Kapolresta Banyuwangi Kunjungi Panti Jompo Sahabat Lansia, Bawa Bantuan dan Semangat Kepedulian
Lapas Banyuwangi Kompak Gelar Salat Dhuha Berjemaah, Bentengi Institusi dengan Doa Keselamatan
Layanan Kemoterapi, Sudah Beroperasi, Bupati Ipuk Pastikan layanan Terbaik hingga Pendampingan Psikolog
Sekolah Rakyat Banyuwangi Berstandar Internasional Hampir Rampung, Progres Sudah 75 Persen
Wujud Bakti Warga Binaan Lapas Banyuwangi Melalui Partisipasi dalam Program Bedah Rumah
Diduga Pungutan Berkedok Program Sekolah, SMP Negeri 1 Glenmore Tagih Rp888.500 per Siswa, Kemana Dana BOS dan Bantuan Pemerintah?

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 04:02 WIB

Bertemu Bupati Ipuk, Kopassus Dukung Pengembangan Budidaya Jagung di Banyuwangi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:05 WIB

Ketua LBH Gadjah Madha Indonesia Danny Hendro Saputro, SH., MH. Soroti Pemadaman Listrik Bergilir di Banyuwangi, Siap Layangkan Surat Resmi ke PLN

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Kapolresta Banyuwangi Kunjungi Panti Jompo Sahabat Lansia, Bawa Bantuan dan Semangat Kepedulian

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:35 WIB

Lapas Banyuwangi Kompak Gelar Salat Dhuha Berjemaah, Bentengi Institusi dengan Doa Keselamatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:25 WIB

Layanan Kemoterapi, Sudah Beroperasi, Bupati Ipuk Pastikan layanan Terbaik hingga Pendampingan Psikolog

Berita Terbaru