Bertemu Bupati Ipuk, Kopassus Dukung Pengembangan Budidaya Jagung di Banyuwangi

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Memperkuat program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mendukung pengembangan budidaya jagung di Banyuwangi.

 

Hal itu disampaikan langsung Inspektur Komando Pasukan Khusus (Irkopassus) Mayjen TNI Putra Widiastawa saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat (12/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Saya diutus Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) untuk penguatan program ketahanan pangan khususnya jagung di berbagai daerah. Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang kami dukung melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.

 

Ia menyebut, sinergi dengan daerah tidak hanya penyediaan benih dan sarana produksi pertanian, tetapi juga memberikan pendampingan budidaya secara menyeluruh mulai masa tanam hingga pascapanen.

 

Dengan pola pendampingan tersebut, ia optimistis target program ketahanan pangan yang digeber dapat tercapai lebih cepat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan.

 

“Petani akan kami dampingi dari awal sampai panen. Bahkan untuk hilirnya, kami sudah menggandeng sejumlah offtaker sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panennya,” kata Putra.

 

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa kolaborasi penguatan pertaniqn jagung ini sejalan dengan upaya daerah menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani.

 

Banyuwangi selama ini menjadi salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur. Produksi jagung di Banyuwangi terus surplus setiap tahun dan menjadi penopang kebutuhan pangan maupun industri.

 

Sepanjang tahun 2025, produksi jagung Banyuwangi mencapai 250.596 ton, naik 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 209.078 ton. Sementara kebutuhan jagung di Banyuwangi tercatat sebesar 69.842 ton, sehingga surplus produksi mencapai 18.754 ton.

 

Hingga memasuki pertengahan 2026, produksi jagung Banyuwangi telah mencapai 72.596 ton dan terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim panen.

 

“Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan Banyuwangi dan produksinya terus surplus tiap tahun. Kami menyambut baik dukungan berbagai pihak dalam memperkuat sektor pertanian di Banyuwangi,” ujar Ipuk. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Peduli, Koramil 04/Cikupa Komsos dan Berbagi Sembako ke Warga Binaan
Dandim 0506/Tgr Pimpin Sertijab, Tradisi Korps Pelepasan Pindah Satuan
Patroli Malam Koramil 04/Cld dan Koramil 08/Pml Antisipasi Situasi Wilayah 
Pemkab Tapteng Terima Penghargaan dari Gubernur Sumut atas Capaian Investasi Tertinggi
Lokasi CFD Baru Disiapkan, Pemkab Lumajang Perluas Akses Ruang Produktif bagi Warga
Sertijab Komandan Yonif 515/UTY Kostrad Berlangsung Penuh Rasa Syukur
4 Suwat (Blok) Bawang Merah Milik Petani Pagejugan Raib Dibedol Maling, Korban Enggan Lapor

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 04:02 WIB

Bertemu Bupati Ipuk, Kopassus Dukung Pengembangan Budidaya Jagung di Banyuwangi

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:45 WIB

TNI Peduli, Koramil 04/Cikupa Komsos dan Berbagi Sembako ke Warga Binaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:29 WIB

Dandim 0506/Tgr Pimpin Sertijab, Tradisi Korps Pelepasan Pindah Satuan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:26 WIB

Patroli Malam Koramil 04/Cld dan Koramil 08/Pml Antisipasi Situasi Wilayah 

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:28 WIB

Pemkab Tapteng Terima Penghargaan dari Gubernur Sumut atas Capaian Investasi Tertinggi

Berita Terbaru