Garudaxpose.com | Banyuwangi – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir menuai banyak keluhan dari masyarakat.
Gangguan pasokan listrik yang terjadi berulang kali dan disertai pemadaman bergilir dinilai telah mengganggu aktivitas warga, pelaku usaha, dunia pendidikan, hingga pelayanan publik yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua LBH Gadjah Madha Indonesia, Danny Hendro Saputro, SH., MH., menyampaikan keprihatinannya atas keresahan yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan vital yang menjadi penunjang hampir seluruh aktivitas masyarakat sehingga setiap gangguan yang terjadi harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Danny Hendro Saputro menegaskan bahwa pihaknya menerima berbagai aduan dari masyarakat yang mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tidak sedikit warga yang mengaku mengalami kerugian, baik dari sisi ekonomi maupun terganggunya aktivitas sehari-hari.
“Kami menerima banyak laporan dan keluhan dari masyarakat Banyuwangi terkait pemadaman listrik yang terjadi berulang kali. Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan karena berdampak langsung terhadap aktivitas warga, pelaku UMKM, pedagang, pekerja daring, hingga sektor pendidikan. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik dan penjelasan yang transparan,” tegas Danny Hendro Saputro.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat, LBH Gadjah Madha Indonesia berencana melayangkan surat resmi kepada PLN untuk meminta klarifikasi dan penjelasan terkait penyebab pemadaman yang terjadi serta langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Menurut Danny, masyarakat tidak hanya membutuhkan pemulihan pasokan listrik, tetapi juga membutuhkan kepastian informasi agar tidak terus-menerus berada dalam ketidakjelasan. Apalagi, pemadaman yang terjadi secara bergilir telah menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami akan bersurat secara resmi kepada PLN untuk meminta penjelasan mengenai penyebab terjadinya pemadaman, wilayah terdampak, dasar pelaksanaan pemadaman bergilir, serta upaya yang dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Ini penting demi menjaga kepercayaan publik dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dampak pemadaman listrik tidak dapat dianggap sebagai persoalan ringan. Banyak pelaku usaha yang mengalami kerugian akibat terganggunya aktivitas produksi maupun pelayanan kepada konsumen. Selain itu, peralatan elektronik masyarakat juga berpotensi mengalami kerusakan akibat listrik yang padam dan menyala kembali secara tiba-tiba.
Di sisi lain, pemadaman listrik juga berpengaruh terhadap proses belajar mengajar, akses internet, pelayanan administrasi, hingga berbagai aktivitas masyarakat yang kini sangat bergantung pada teknologi dan jaringan digital.Dengan adanya keluhan masyarakat seperti pengusaha umkm juga home industri yang sangat membutuhkan listrik.
Danny menilai bahwa sebagai penyelenggara layanan publik yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, PLN perlu mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi. Apabila pemadaman dilakukan karena perawatan jaringan, gangguan teknis, maupun faktor lainnya, maka masyarakat seharusnya mendapatkan informasi yang jelas dan tepat waktu.
“Kami memahami bahwa gangguan teknis bisa saja terjadi. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika masyarakat tidak memperoleh informasi yang memadai. Komunikasi publik yang baik sangat diperlukan agar masyarakat dapat memahami situasi yang sedang terjadi dan melakukan langkah antisipasi,” katanya.
Lebih lanjut, LBH Gadjah Madha Indonesia meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan keandalan jaringan listrik di wilayah Banyuwangi.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal dan tidak menimbulkan gangguan yang berulang.
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang bantuan hukum dan advokasi masyarakat, LBH Gadjah Madha Indonesia menegaskan akan terus mengawal aspirasi warga Banyuwangi terkait persoalan ini. Pihaknya berharap PLN dapat memberikan respons yang cepat, terbuka, dan bertanggung jawab atas berbagai keluhan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Harapan kami sederhana, masyarakat Banyuwangi mendapatkan pelayanan listrik yang andal, profesional, dan transparan. Jangan sampai pemadaman bergilir yang terjadi berulang kali menimbulkan kerugian yang lebih besar dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik,” pungkas Danny Hendro Saputro, SH., MH.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat di sejumlah wilayah Banyuwangi masih berharap adanya penjelasan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, sekaligus solusi konkret agar pasokan listrik dapat kembali normal, stabil, dan tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.(kabiro)














