Titiek Soeharto Dorong Brebes Jadi Pionir Global Bawang Merah Melalui Inovasi, Penguatan Infrastruktur, Regulasi Berpihak Petani, dan Strategi Adaptif Hadapi Pasar Dunia

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo/Titiek Soeharto di dampingi Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma,Senin(23/2/2026)

BREBES,GarudaXpose.com-Hembusan angin pagi yang sejuk di Brebes membawa semangat baru yang menyegarkan ladang-ladang bawang merah yang membentang luas sejauh mata memandang.Hari ini,Senin,23 Februari,2026, Desa Sidamulya,Kecamatan,Wanasari, menjadi momen penting dan bersejarah bagi para petani lokal, seiring dengan kedatangan Ketua Komisi IV DPR RI Gerindra, Titiek Soeharto. Kunjungan kerja ini bukan sekadar agenda formal nan seremonial, melainkan sebuah peninjauan langsung yang mendalam terhadap geliat ekonomi lokal yang selama ini secara gigih digerakkan oleh komoditas yang dijuluki “emas merah” Brebes. Titiek Soeharto secara terang-terangan menyatakan kekagumannya yang mendalam terhadap keberhasilan para petani yang tak hanya mampu meraih omzet fantastis-bahkan disebut-sebut mencapai miliaran rupiah per musim tanam-tetapi juga telah berani berinovasi menciptakan beragam produk olahan bernilai tambah. Contoh nyatanya adalah pasta bawang merah yang lezat dan praktis, yang kini tak hanya dinikmati pasar domestik, melainkan telah berhasil menembus pasar internasional yang ketat, bahkan hingga ke tanah suci Arab Saudi, sebuah prestasi yang membanggakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sesi dialog interaktifnya yang penuh kehangatan dengan perwakilan kelompok tani, koperasi, dan pelaku usaha agrobisnis di Brebes, Ibu Titiek secara khusus menyoroti stabilitas harga bawang merah di wilayah ini. “Ini adalah indikator kuat,” ujarnya, dengan intonasi yang meyakinkan, “bahwa ada permintaan pasar yang konsisten dan potensi ekspor yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang kita bayangkan saat ini.” Beliau optimis bahwa Brebes, dengan segala keunikan iklim, kualitas tanah vulkanis yang subur, dan keunggulan sumber daya manusianya yang ulet dan inovatif, dapat menjadi mercusuar serta model percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam pengembangan komoditas unggulan berbasis pertanian. Potensi ini, menurutnya, harus dioptimalkan melalui pendekatan terpadu dari hulu hingga hilir, mencakup aspek produksi, pengolahan, hingga pemasaran global.

Kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, bersama Wakil Bupati Wurja, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Brebes Dr Tahroni, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Komitmen Legislatif untuk Petani Brebes

Lebih lanjut, Titiek Soeharto menegaskan komitmen penuh Komisi IV DPR RI untuk mengawal dan memenuhi kebutuhan esensial para petani secara konkret. Dukungan ini mencakup ketersediaan fasilitas cold storage yang memadai di beberapa titik strategis untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan bawang. Dengan fasilitas ini, petani tidak lagi terpaksa menjual saat harga anjlok, memberikan mereka daya tawar yang lebih kuat. Selain itu, pasokan pupuk bersubsidi yang berkelanjutan, tepat jenis, dan tepat sasaran menjadi prioritas agar produktivitas lahan tetap optimal tanpa merusak ekosistem. Tak kalah penting adalah penyediaan bibit bawang merah berkualitas superior yang tahan penyakit, memiliki adaptasi tinggi terhadap perubahan iklim ekstrem, serta menjamin hasil panen yang melimpah dan berkualitas ekspor.

“Semua ini adalah investasi kita bersama,” kata Titiek, menekankan pentingnya sinergi jangka panjang dan terencana antara pemerintah pusat, daerah, serta komunitas petani. “Ini demi mengokohkan posisi Brebes tidak hanya sebagai lumbung bawang merah nasional, penyumbang terbesar pasokan di Indonesia, tetapi juga sebagai pemain kunci yang disegani dalam kancah ekspor global.” Kunjungan ini, dengan demikian, menjadi simbol harapan yang kuat akan sinergi harmonis dan berkelanjutan antara pemerintah, khususnya legislatif, dan petani. Sebuah kolaborasi strategis yang diyakini akan membawa masa depan yang jauh lebih cerah dan berkelanjutan bagi industri bawang merah Indonesia secara keseluruhan. Para petani menyambut baik komitmen ini, berharap janji-janji dukungan infrastruktur dan regulasi berpihak ini segera terealisasi agar mereka dapat bersaing lebih kuat dan tangguh di pasar dunia.

Inovasi dan Tantangan di Pasar Global

Suasana haru, bangga, sekaligus penuh tantangan menyelimuti sentra produksi bawang merah Brebes hari ini. Industri strategis yang menjadi pilar ekonomi lokal ini kembali menjadi sorotan nasional, kali ini melalui kunjungan penting Komisi IV DPR RI Gerindra yang dipimpin oleh Ibu Titiek. Agenda utama hari itu adalah menilik lebih dekat dan menggali potensi ekspor komoditas bawang merah, yang selama ini menjadi denyut nadi perekonomian dan kebanggaan masyarakat lokal. Delegasi DPR RI disambut hangat oleh perwakilan PT Sinergi Khusus Inovatif, sebuah entitas yang lahir dari semangat kolektif dan kegigihan para petani lokal untuk mandiri dan berdaya saing, mengubah tantangan menjadi peluang nyata.

Di hadapan para wakil rakyat, PT Sinergi Khusus Inovatif dengan bangga memamerkan lini produk unggulannya. Bukan hanya bawang merah segar dengan standar kualitas tinggi yang sudah dikenal, melainkan ragam produk olahan inovatif yang telah mereka kembangkan secara cermat melalui riset dan pengembangan. Mulai dari pasta bawang merah siap pakai yang praktis dan efisien untuk industri kuliner, bawang goreng renyah dengan berbagai varian rasa dan kemasan modern yang menarik, hingga produk bumbu instan dan bubuk bawang merah yang memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan internasional yang ketat. Produk-produk ini telah membuktikan diri mampu bersaing dan mengukir jejak prestasi gemilang di pasar internasional. “Jejak ekspor kami sudah tersebar luas,” jelas Bapak Dien, Direktur PT Sinergi Khusus Inovatif, dengan nada optimis namun realistis. “Dari pasar premium di Jepang yang terkenal dengan standar ketatnya, Timur Tengah seperti Arab Saudi yang mencari produk halal berkualitas, hingga negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, bahkan sampai ke Australia dan Korea Selatan. Ini adalah bukti nyata bahwa produk lokal kita punya kualitas dan daya saing global, asalkan kita terus berinovasi dan menjaga kualitas serta konsistensi pasokan.”

“Keuntungan yang diraup petani dari inovasi dan ekspor ini sungguh luar biasa, dari Modal 140 Juta menjadi 350 Juta ini adalah contoh nyata bagaimana nilai tambah dapat diciptakan di sektor pertanian dan bagaimana koperasi petani bisa berkembang menjadi entitas bisnis yang kuat,” puji Ibu Titiek, yang tampak sangat mengapresiasi kerja keras, kecerdasan, dan visi jangka panjang para petani Brebes. Namun, di balik setiap cerita sukses, selalu ada tantangan yang tak kalah besar. Bapak Dien, dengan kejujuran dan keberanian, tidak menampik adanya hambatan serius yang masih membayangi. “Daya saing harga dengan negara-negara produsen bawang merah lain, seperti India atau Cina, masih menjadi pekerjaan rumah terbesar kami,” ungkapnya. Beliau menjelaskan bahwa fluktuasi kurs mata uang, biaya logistik dan transportasi yang tinggi, serta standar sertifikasi dan regulasi impor yang semakin ketat di negara tujuan, kerap menjadi batu sandungan utama yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha.

Mendorong Kebijakan Strategis untuk Keunggulan Global

Kunjungan legislatif ini, oleh karena itu, diharapkan dapat menjadi pemicu dan katalisator bagi lahirnya kebijakan-kebijakan strategis yang pro-petani, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran, hilirisasi produk, dan pembukaan akses pasar. Kebijakan ini idealnya mencakup insentif ekspor yang lebih kompetitif, subsidi input pertanian yang tepat guna dan efisien, program peningkatan efisiensi produksi melalui modernisasi teknologi pertanian seperti sistem irigasi cerdas dan mekanisasi, serta fasilitasi akses terhadap sertifikasi internasional seperti Global, yang menjadi prasyarat masuk pasar global. Selain itu, dukungan untuk riset dan pengembangan varietas unggul yang lebih produktif dan tahan hama juga krusial.

“Langkah ini krusial,” tambah Bapak Dien, “untuk memastikan bawang merah Brebes tidak hanya dikenal karena kualitas superiornya dan kuantitas produksinya, tetapi juga mampu berjaya dan bersaing secara berkelanjutan di pentas perdagangan internasional yang semakin kompetitif dan dinamis.” Harapan besar kini disematkan pada respons pemerintah untuk memperkuat fondasi industri bawang merah Brebes agar mampu menaklukkan setiap tantangan global, membuka pasar-pasar baru dengan nilai tambah yang tinggi, dan pada akhirnya, membawa kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruh petani dan masyarakat Brebes. Kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mewujudkan visi Brebes sebagai sentra ekspor bawang merah kelas dunia.(red/II)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Imlek di Rest Area 260B Brebes: Barongsai Angkat Omzet UMKM, Kolaborasi Apik dengan “Telur Yes” Wujudkan Pusat Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal dan Destinasi Unggulan
Kestabilan Harga Terjaga, Brebes Siap Sambut Ramadan dengan Senyum Ceria Lewat Gebrakan Pasar Murah dan Gizi Unggul!
Wapres RI Kunjungi Pasar Badung Dorong Subsidi Bagi Pedagang Upaya Tekan Laju Inflasi
5 Tahun Menunggu, Pedagang Pasar Cisoka Akhirnya Lega Camat Cisoka Gelar Sosialisasi Penataan Pasar
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, S.H: Kemandirian Fiskal Fondasi Strategis Pembangunan Daerah Berkelanjutan
Stok Urea, NPK, dan Organik Bertambah, Lumajang Siapkan Musim Tanam 2026 Lebih Terjamin
Bupati Lumajang Support Penguatan Bank Daerah untuk Percepat Kemandirian Fiskal Lumajang
Relokasi Sementara Pasar Krai, Upaya Pemkab Lumajang Menjaga Denyut Ekonomi Rakyat

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 12:37 WIB

Titiek Soeharto Dorong Brebes Jadi Pionir Global Bawang Merah Melalui Inovasi, Penguatan Infrastruktur, Regulasi Berpihak Petani, dan Strategi Adaptif Hadapi Pasar Dunia

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:16 WIB

Semarak Imlek di Rest Area 260B Brebes: Barongsai Angkat Omzet UMKM, Kolaborasi Apik dengan “Telur Yes” Wujudkan Pusat Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal dan Destinasi Unggulan

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:35 WIB

Kestabilan Harga Terjaga, Brebes Siap Sambut Ramadan dengan Senyum Ceria Lewat Gebrakan Pasar Murah dan Gizi Unggul!

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:45 WIB

Wapres RI Kunjungi Pasar Badung Dorong Subsidi Bagi Pedagang Upaya Tekan Laju Inflasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:16 WIB

5 Tahun Menunggu, Pedagang Pasar Cisoka Akhirnya Lega Camat Cisoka Gelar Sosialisasi Penataan Pasar

Berita Terbaru

TNI POLRI

Patroli Malam Babinsa Dan Linmas Jaga Keamanan di Wilayah 

Senin, 23 Feb 2026 - 14:44 WIB