Terkait Dugaan KKN di Biro Umum Prov. Sumsel GAKOSS Akan Laporkan Serta Aksi Damai di Kejati Sumsel

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Garudaxpose.com – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Korupsi Sumatera Selatan (GAKOSS) akan melaporkan melalui aksi damai di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) terkait dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada kegiatan Belanja Modal di Biro Umum Provinsi Sumatera Selatan.

Hal tersebut di sampaikan oleh Tabrani Ketua GAKOSS kepada awak media di Sekretariat GAKOSS Jalan Suprapto Ilir Barat I Palembang, Senin (20/10/25).

Kami dari lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GAKOSS,”mendapat laporan dari masyarakat dan analisis terhadap data yang kami dapat berdasarkan peraturan perundang-undangan serta peraturan yang berlaku di Wilayah Hukum RI, ada 3 kegiatan belanja modal di Biro Umum Provinsi Sumsel kami duga terindikasih KKN,”ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun kegiatan tersebut sbb ;
1.Kode RUP 48325788, Nama Kegiatan Belanja Modal Alat Studio Lainnya, APBD Ta.2024, Nilai Pangu Rp. 1.450.000.000,00

2.Kode RUP 52867219, Nama Kegiatan Belanja Modal Alat Kantor Lainnya, APBD Ta.2024, Nilai Pangu Rp. 1.500.000.000,00

3.Kode RUP 48325781, Nama Kegiatan Belanja Modal Alat Kantor Lainnya, APBD Ta.2024, Nilai Pangu Rp. 3.950.000.000,00

“Diduga kegiatan tersebut diatas memiliki unsur KKN serta diduga memperkaya diri sendiri sehingga bertentangan dengan pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau.perekonomian negara di pidana dengan pidanan penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 Miliar,”ujar Tabrani.

Dan juga kami, menilai sbb :

1.Diduga kuat pekerjaan tersebut terindikasi mark up volume dan mark up harga.

2.Diduga tidak sesuai dengan spek sebenarnya.

3.Dan pekerjaan tersebut menurut analisa lembaga kami banyak terindikasi KKN.

4.Pekerjaan diatas diduga dikerjakan asal cocok dan harganya saja tidak berdasarkan spek sebenarnya.

5.Dugaan laporannya tidak sesuai dengan proses hasil pekerjaan yang dilaksanakan/atau yang mereka buat.

6.Indikasi pekerjaan datas diduga banyak terjadinya penyuapan / pelicin oknum tertentu dan berupa pengurangan volume pekerjaan maupun kualitas bahan / barang yang digunakan pada kegiatan tersebut, serta terjadi kemahalan harga dalam penetapan HPS пуз.

7.Dugaan dari lembaga kami (GAKOSS) proyek tersebut hanyalah akal-akalan saja yang dilakukan oleh Oknum Biro Umum Prov. Sumsel, karena mereka mencari keuntungan pribadi serta golongan.

Dan,”kami berharap kepada Kejati Sumsel nantinya agar laporan kami ini segera di tindaklanjuti secepatnya,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masuk Hari ke-24 Pemutihan Pajak, Samsat Bangil Pasuruan Diserbu Wajib Pajak
Sat Pamobvit Polres Gianyar Intensifkan Patroli Wisata, Jaga Keamanan Dan Kenyamanan Wisatawan
Kurang dari 24 Jam, Polres Jember Tangkap Dua Terduga Perampok Toko Emas  
Info Denpasar Seputar Putra-Putri Remaja, Kunker Dekranas dan Raker Posyandu Nasional
Gubernur Koster: Pariwisata Jadi Indikator Penting Pertumbuhan Ekonomi Bali
Bupati Padang Lawas Perjuangkan Peningkatan Status Jalan Daerah Menjadi Jalan Nasional, Buka Peluang Pertumbuhan Ekonomi Lintas-Provinsi
UU PERS BUKAN SEKEDAR ATURAN, MENGHALANGI TUGAS JURNALIS ADA KONSEKUENSINYA – VIRUS PUNGLI SUDAH MENJADI HAL BIASA
Bagindo Togar: Komunikasi Dirintelkam Polda Sumsel dengan Pengamat dan Akademisi Telah Terjalin Sejak Lama

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Masuk Hari ke-24 Pemutihan Pajak, Samsat Bangil Pasuruan Diserbu Wajib Pajak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Sat Pamobvit Polres Gianyar Intensifkan Patroli Wisata, Jaga Keamanan Dan Kenyamanan Wisatawan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polres Jember Tangkap Dua Terduga Perampok Toko Emas  

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Info Denpasar Seputar Putra-Putri Remaja, Kunker Dekranas dan Raker Posyandu Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:21 WIB

Gubernur Koster: Pariwisata Jadi Indikator Penting Pertumbuhan Ekonomi Bali

Berita Terbaru