Tawur Agung Kesanga Jembrana Fokus pada Penyucian Lima Penjuru Alam

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DDipuput Lima Sulinggih, Tawur Agung KKesanga Jembrana 2026

Garudaxpose.com l Denpasar-Bali Jembrana – Puncak upacara Tawur Agung Kesanga Kabupaten Jembrana dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 berlangsung khidmat di Catus Pata Kabupaten Jembrana, Rabu (18/3)

Prosesi sakral tahun ini menjadi istimewa dengan kehadiran lima Sulinggih yang memuput langsung jalannya upacara untuk memohon harmonisasi alam semesta. Kelima Sulinggih yang memimpin prosesi penyucian tersebut diantaranya Ida Pedanda Gede Oka Darma Manuaba,

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ida Shri Bhagawan Jaya Waringin, Ida Rsi Bhujangga Wisnawa Dharma Santika, Ida Pandita Mpu Nabe Rastra Guna Wibawa, dan Ida Sri Mpu Pande Istri Galuh Santika Putri.

Ketua Panitia Tawur Kesanga Kabupaten Jembrana, A.A.B. Hendra Sugihantara Putra, menjelaskan bahwa kehadiran lima Sulinggih ini sejalan dengan penggunaan tingkatan Caru Manca Kelud Jangkep yang disertai lima bebangkit.

“Upacara ini merupakan implementasi dari sastra Agastya Parwa, sebagai upaya nyomiang bhuta kala (menetralisir kekuatan negatif) dan membayar hutang hidup kepada alam semesta agar dapat mencapai kesejahteraan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit sebelum kita melaksanakan Catur Brata Panyepian.

Prosesi Hari Suci Nyepi tahun ini yang sudah dimulai dari pelaksanaan Melasti di pesisir pantai. Setelah rangkaian Tawur Agung di Catus Pata ini selesai, akan dilanjutkan dengan upacara Pengerupukan di masing-masing rumah atau banjar agar aura negatif dapat diredam.

Upacara yang dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK, serta jajaran Forkopimda dan tokoh umat ini, bertujuan untuk “membayar hutang hidup” kepada alam semesta sebelum umat Hindu memasuki masa hening Catur Brata Panyepian.

“Puncaknya, pada hari Kamis, 19 Maret 2026, kita semua akan melaksanakan Catur Brata Panyepian yaitu Amati Geni Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan sebagai upaya pengendalian diri total selama dua puluh empat jam,” imbuhnya.

Senada, Ketua PHDI Jembrana, I Wayan Windra, menambahkan bahwa inti dari Tawur Agung di Catus Pata yang dipuput para Sulinggih ini adalah proses Nyomia.

“Tujuannya tidak lain untuk mensterilkan segala bentuk kekotoran dan penyakit. Segala bencana kita mohonkan agar dinetralisir agar Bhuta Ya menjadi Dewa Ya. Kita ingin memulai Tahun Baru Saka 1948 dengan kondisi yang bersih, indah, dan damai, tanpa ada lagi pikiran duka,” ungkap Windra.

Di tengah suasana religius tersebut, pesan penting disampaikan untuk lebih meningkatkan toleransi. Mengingat Hari Suci Nyepi tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, masyarakat diminta terus memperkuat moderasi beragama.

“Momentum ini adalah wadah introspeksi untuk meningkatkan persaudaraan menuju Jembrana yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat, melalui pembangunan Manusia, Alam, dan Budaya yang utama,” tutup Hendra.

Setelah rangkaian di Catus Pata usai, masyarakat akan melanjutkan dengan upacara Pengerupukan di masing-masing banjar, sebelum melaksanakan pengendalian diri total melalui Catur Brata Panyepian pada Kamis, 19 Maret 2026. (Gustra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan
Gubernur Koster Optimistis Bali Jadi Tuan Rumah WCD 2031
Penetapan RKP TA 2027, Pemerintah Desa Wonotoro Siap Bekerja Bersama Rakyat
PWI Pusat Gelar Pembekalan Pra-UKW Angkatan 28, Mantapkan Kompetensi Wartawan Menuju Ujian Resmi

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Rabu, 16 September 2026 - 06:24 WIB

Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan

Rabu, 16 September 2026 - 06:20 WIB

Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram

Rabu, 16 September 2026 - 05:11 WIB

Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan

Berita Terbaru