Garudaxpose.com | Bekasi — Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang bertabrakan di area emplasemen stasiun sekitar pukul 20.55 WIB.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan, gangguan perjalanan kereta terjadi di KM 28+920. Peristiwa tersebut dipicu tertempernya rangkaian KRL oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, sehingga berdampak pada operasional jalur di lintas tersebut.
Direktur Utama Bobby Rasyidin mengungkapkan, hingga Selasa (28/4/2026) dini hari, jumlah korban meninggal dunia tercatat lima orang. Selain itu, masih terdapat tiga penumpang yang terjebak di dalam gerbong dan dalam proses evakuasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim dari Badan SAR Nasional telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan. Hingga pagi hari, petugas masih berupaya mengevakuasi korban yang terhimpit di dalam rangkaian KRL.
Sejumlah pejabat turut meninjau lokasi kejadian, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia menyampaikan keprihatinannya serta menyebut kemungkinan jumlah korban masih dapat bertambah seiring proses evakuasi yang terus berlangsung.
Menurut Dasco, sedikitnya 29 korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun, proses pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Sementara itu, PT KAI menyebut sebanyak 79 penumpang KRL telah dirujuk ke sembilan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Adapun seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah sekitar 240 orang dilaporkan dalam kondisi selamat.
Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut serta menyatakan fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan pemulihan layanan. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan optimal.
Berdasarkan informasi awal, KRL Commuter Line saat itu tengah berhenti di jalur 1 menuju arah Cikarang. Tidak lama kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat masuk ke jalur yang sama hingga tabrakan tidak dapat dihindari.
PT KAI memastikan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala terkait perkembangan penanganan insiden ini. Masyarakat juga dapat mengakses informasi resmi melalui layanan pelanggan KAI.










