SMPN 3 Banyuwangi Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

- Penulis

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Upaya Pemkab Banyuwangi dalam pengelolaan sampah secara sirkular telah diimplementasikan hingga ke level sekolah. Salah satunya SMP Negeri 3 Banyuwangi yang tidak berhasil mengolah sampah secara terstruktur dan berkelanjutan, namun juga memiliki bank sampah yang dikelola langsung oleh siswanya.

 

Memasuki SMPN 3 Banyuwangi kita akan merasa berada di tengah hutan kota. Pohon-pohon besar menjulang tinggi nan rimbun menaungi bangunan-bangunan sekolah. Daun-daun dan ranting dari pohon tersebut yang dulunya menjadi sampah justru kini menjadi aset ekonomis bagi para pengelola sampah sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Para siswa dan pendidik di sana telah mampu mengelola daun dan ranting menjadi produk bernilai ekonomis. Tak hanya itu, sisa makanan dari siswa juga dikumpulkan mereka untuk diolah bersama.

 

Bertempat di belakang bangunan utama sekolah, para “pejuang lingkungan” tersebut memproses sampah-sampah yang berhasil kumpulkan mereka setiap harinya.

 

Prosesnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pengumpulan daun kering, kemudian diolah menjadi kompos setengah matang, hingga menjadi kompos siap panen yang selanjutnya dikemas sebagai pupuk organik berkualitas premium.

 

Pupuk hasil olahan siswa tersebut bahkan telah dipasarkan dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan.

 

Selain kompos, siswa juga memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah.

 

“Sisa makanan dari MBG juga kami kelola sebagai pakan maggot. Hasilnya kemudian digunakan untuk pakan ikan nila yang ada di kolam sekolah,” cerita M. Fadil siswa kelas 8 setempat yang aktif mengelola sampah kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang mengunjungi sekolah tersebut, Selasa Selasa /2026).

 

Fadil mengatakan telah mengikuti kegiatan pengelolaan sampah sejak kelas 7. Ia mengaku tertarik karena memiliki minat pada kegiatan pertanian.

 

“Sejak kelas 7 sudah ikut mengelola sampah. Di rumah juga suka tanam-tanam, jadi senang bisa praktik langsung di sekolah,” ujarnya.

 

Bupati Ipuk mengaku sangat mengapresiasi sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Holilik tersebut. Dia berharap program serupa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

 

“Ini sangat bagus, anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Tinggal terus dikembangkan agar lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Ipuk saat saat mengunjungi SMPN 3 Banyuwangi, Selasa (7/4/2026).

 

“Ini bisa menjadi role model. Sekolah lain bisa meniru dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing,” imbuh Ipuk.

 

SMPN 3 Banyuwangi dikenal sebagai sekolah yang syarat prestasi. Salah satunya meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan.

 

“Sekolah kami juga sebagai sekolah pelopor yang mengintegrasikan edukasi Geopark Ijen ke dalam kurikulum pembelajaran. Kami juga memiliki fasilitas “Geopark Corner,” Duta Geopark, dan modul pembelajaran khusus, serta pernah dikunjungi asesor UNESCO dan Badan Geologi,” terang Holilik, Kepala Sekolah SMPN 3 Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Perawat Jember Siap Jadi Garda Terdepan Sosialisasikan Program Pemkab
Diduga Tambang Galian C Ilegal di Desa Tegalrejo Terus Beroperasi, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat dan Pemerintah
Resmi Dilantik Pengurus DPC KWRI Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang periode 2026-2029. Wujudkan Jurnalis Profesional
Bersihkan Kawasan Alun-Alun, Lurah Mangunharjo Sebut Kepedulian Lingkungan Harus Menjadi Budaya Bersama
Papan Bunga Bertebaran di Tugu Adipura, nanun tidak ada lagi sembako tukar nyawa. Keluarga Minta Keadilan untuk Joni Iskandar
Ketua Dekranasda Bali Pastikan tak ada Pungli bagi Pedagang Saat PKB 
PT Mayora Salurkan Bantuan Alat Kesehatan untuk Posyandu Desa Gembong
Tambang Galian C Diduga Ilegal Marak di Desa Setail, Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:36 WIB

Ribuan Perawat Jember Siap Jadi Garda Terdepan Sosialisasikan Program Pemkab

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:32 WIB

Diduga Tambang Galian C Ilegal di Desa Tegalrejo Terus Beroperasi, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat dan Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:15 WIB

Resmi Dilantik Pengurus DPC KWRI Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang periode 2026-2029. Wujudkan Jurnalis Profesional

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:58 WIB

Bersihkan Kawasan Alun-Alun, Lurah Mangunharjo Sebut Kepedulian Lingkungan Harus Menjadi Budaya Bersama

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:50 WIB

Papan Bunga Bertebaran di Tugu Adipura, nanun tidak ada lagi sembako tukar nyawa. Keluarga Minta Keadilan untuk Joni Iskandar

Berita Terbaru

Uncategorized

Cegah Stunting, Ny. Seniasih Giri Prasta Kampanyekan Gemar Makan Ikan

Kamis, 11 Jun 2026 - 02:17 WIB