GarudaXpose.com |BANYUWANGI — Kondisi SMP Kosgoro Kalipuro, yang berada di Jalan Raya Suko, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, memunculkan keprihatinan. Di tengah semangat guru dan peserta didik untuk mempertahankan keberlangsungan pendidikan, kondisi fisik sekolah justru terlihat jauh dari kata ideal.

Dokumentasi lapangan yang diterima GarudaXpose.com memperlihatkan sejumlah bagian bangunan sekolah dalam kondisi memprihatinkan. Bagian atap tampak terbuka, konstruksi kayu terlihat tua dan sebagian mengalami kerusakan, sementara material kayu bekas menumpuk di sekitar teras bangunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan estetika. Jika benar ruang atau bagian bangunan yang mengalami kerusakan masih digunakan untuk aktivitas pendidikan, maka aspek keselamatan dan kenyamanan siswa serta guru semestinya menjadi prioritas utama.
Data resmi Kemendikdasmen mengonfirmasi bahwa SMP Kosgoro Kalipuro merupakan sekolah swasta dengan NPSN 20525547, beralamat di Jl. Raya Suko, Gombeng Sari, Kecamatan Kalipuro. Sekolah ini berdiri berdasarkan SK pendirian tertanggal 30 Juli 1984 dan memiliki luas tanah yang tercatat 881 meter persegi.
Referensi Data Kemendikdasmen
Artinya, sekolah ini bukan lembaga pendidikan yang baru berdiri kemarin sore. Usianya sudah lebih dari empat dekade.
Lalu pertanyaannya:
Setelah puluhan tahun berdiri, mengapa kondisi bangunannya masih seperti ini?
YAYASAN PUSAT JANGAN HANYA MENJUAL NAMA BESAR KOSGORO
Dalam data pemerintah, Yayasan Bhakti Tri Dharma Kosgoro Jakarta tercatat sebagai yayasan dengan NPYP AJ5777 dan alamat Wisma Kosgoro Lantai 17, Jl. M.H. Thamrin No. 53, Jakarta Pusat.
Referensi Data Kemdikbud
Sementara SMP Kosgoro Kalipuro tercatat menggunakan NPYP AB3862.
Referensi Data Kemendikdasmen
Di sinilah tanggung jawab yayasan perlu dipertanyakan secara terbuka.
Apakah yayasan pusat mengetahui kondisi riil SMP Kosgoro Kalipuro?
Apakah pernah dilakukan pemeriksaan kondisi bangunan?
Apakah pernah ada program khusus dari yayasan untuk rehabilitasi sekolah?
Berapa bantuan yayasan kepada sekolah dalam lima tahun terakhir?
Dan yang paling mendasar:
Apakah sekolah-sekolah yang membawa nama besar Kosgoro di daerah benar-benar menjadi perhatian yayasan pusat?
Jangan sampai nama besar organisasi dan yayasan hanya menjadi papan nama, sementara sekolah yang berada jauh dari pusat justru berjalan dengan segala keterbatasannya.
GURU DAN SISWA BERSEMANGAT, TETAPI SEKOLAH SEAKAN DIBIARKAN BERJUANG SENDIRI
Yang patut diapresiasi justru semangat orang-orang yang berada di sekolah.
Di tengah keterbatasan fasilitas, guru dan siswa tetap berusaha menjalankan proses pendidikan.
Namun semangat saja tidak cukup.
Guru membutuhkan ruang belajar yang layak.
Siswa membutuhkan lingkungan pendidikan yang aman.
Sekolah membutuhkan dukungan nyata, bukan sekadar nama yayasan.
Karena itu, apabila benar ada keterbatasan anggaran, yayasan seharusnya hadir bersama pengelola sekolah mencari solusi.
Bukan membiarkan sekolah menghadapi persoalan sendirian.
ADA JEJAK DANA PUBLIK, LALU BAGAIMANA KONDISI SEKOLAH?
Penelusuran GarudaXpose.com juga menemukan bahwa Yayasan Bhakti Tri Dharma Kosgoro Jakarta Perwakilan Kabupaten Banyuwangi pernah ditetapkan sebagai penerima hibah Pemkab Banyuwangi Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp100 juta.
Keputusan Bupati Banyuwangi menyebut penerima hibah adalah Gunarso DS. selaku Ketua Yayasan Bhakti Tri Dharma Kosgoro Jakarta Perwakilan Kabupaten Banyuwangi. Dokumen tersebut juga menyatakan penerima bertanggung jawab atas penggunaan hibah dan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaannya kepada Bupati.
JDIH Banyuwangi
Rp100 juta bukan angka kecil.
Karena itu publik berhak mengetahui:
Untuk apa dana tersebut digunakan?
Sekolah mana yang menerima manfaatnya?
Apa bentuk pekerjaannya?
Berapa nilai pekerjaan fisiknya?
Bagaimana realisasi dan LPJ-nya?
GarudaXpose.com tidak menyatakan dana tersebut telah disalahgunakan. Justru karena ada dokumen resmi yang mencatat adanya hibah, maka transparansi penggunaannya penting untuk dikonfirmasi.
Rp11,8 JUTA TERCATAT UNTUK SMP KOSGORO KALIPURO PADA 2025
Penelusuran sebelumnya juga menemukan nama SMP Kosgoro Kalipuro dalam daftar hibah bersumber BOSP Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp11.800.000.
Angka tersebut harus dipahami secara tepat. Rp11,8 juta merupakan nilai yang tercantum dalam pos hibah yang ditelusuri, bukan otomatis seluruh dana yang dikelola sekolah selama satu tahun.
Karena itu, diperlukan pembukaan dokumen:
RKAS;
realisasi BOSP;
belanja pemeliharaan;
belanja sarana-prasarana;
pembelian material;
biaya tenaga kerja;
dan laporan pertanggungjawaban.
Dengan demikian bisa diketahui apakah pernah ada alokasi untuk memperbaiki bagian bangunan yang kini terlihat rusak.
PERSOALAN TANAH DAN INVESTASI JUGA HARUS DIBUKA
Informasi yang diterima redaksi juga menyebut adanya persoalan tanah/aset dan investasi yang diklaim oleh pihak yang disebut sebagai mantan pihak sekolah/pengelola, yang menurut informasi tersebut kemudian berdampak terhadap perkembangan SMP Kosgoro Kalipuro.
GarudaXpose.com menegaskan: persoalan ini masih harus diverifikasi berdasarkan dokumen hukum.
Kami tidak akan menyebut seseorang sebagai pemilik atau pihak yang bersalah tanpa dasar dokumen.
Namun jika benar terdapat aset tanah yang pernah dimanfaatkan atau diinvestasikan, pertanyaan publik menjadi sangat serius:
Siapa pemilik sah tanah tersebut?
Atas nama siapa sertifikatnya?
Siapa yang memiliki kewenangan mengelolanya?
Apakah pernah ada perjanjian investasi?
Berapa nilai investasinya?
Ke mana hasil pemanfaatan tanah tersebut?
Apakah hasilnya pernah digunakan untuk pengembangan SMP Kosgoro Kalipuro?
Mengapa sekolah justru tidak berkembang secara signifikan?
Pertanyaan tersebut harus dijawab dengan sertifikat, akta, perjanjian, laporan keuangan, dan dokumen yayasan, bukan sekadar pernyataan lisan.
JANGAN SAMPAI ASET BERSENGKETA, SEKOLAH YANG MENJADI KORBAN
Jika memang terdapat persoalan aset atau klaim kepemilikan, jangan sampai konflik antara orang dewasa, pengelola, mantan pengelola ataupun pihak yayasan justru membuat guru dan siswa menjadi korban.
Siswa tidak mengetahui konflik kepemilikan.
Guru tidak seharusnya menanggung dampak dari persoalan aset.
Sekolah tidak boleh kehilangan kesempatan berkembang hanya karena persoalan administrasi atau sengketa yang tidak kunjung selesai.
Pendidikan harus tetap berjalan.
Dan jika ada aset yang secara hukum memang menjadi bagian dari yayasan atau satuan pendidikan, maka pengelolaannya harus diarahkan untuk mendukung tujuan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
GARUDAXPOSE.COM DESAK YAYASAN PUSAT TURUN TANGAN
GarudaXpose.com meminta Yayasan Bhakti Tri Dharma Kosgoro Jakarta tidak tinggal diam.
Kami mendorong yayasan pusat segera:
Turun langsung melihat kondisi SMP Kosgoro Kalipuro.
Melakukan audit kondisi bangunan dan sarana-prasarana.
Menjelaskan status dan pengelolaan aset tanah sekolah.
Membuka mekanisme pengelolaan aset dan investasi yang berkaitan dengan sekolah.
Menjelaskan bantuan yayasan kepada sekolah selama beberapa tahun terakhir.
Memastikan tidak ada konflik aset yang menghambat proses pendidikan.
Menyusun program rehabilitasi bangunan yang benar-benar membutuhkan perbaikan.
Memberikan dukungan kepada guru dan siswa.
Memastikan setiap bantuan pemerintah digunakan sesuai peruntukan dan dipertanggungjawabkan.
Membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sekitar sekolah.
KOSGORO PUSAT HARUS MENJAWAB
Nama Kosgoro sudah dikenal luas.
Namun kebesaran nama organisasi seharusnya tidak hanya terlihat di pusat-pusat kota atau dalam struktur organisasi.
Kebesaran itu harus terasa sampai ke sekolah yang berada di pelosok.
SMP Kosgoro Kalipuro adalah bagian dari sejarah pendidikan yang sudah berjalan sejak 1984.
Referensi Data Kemendikdasmen
Jika guru masih bersemangat.
Jika siswa masih mau belajar.
Jika sekolah masih berusaha bertahan.
Maka pertanyaannya sederhana:
Mengapa dukungan terhadap sekolah ini tidak terlihat sebanding dengan semangat mereka untuk bertahan?
Jangan sampai guru berjuang, siswa berjuang, sementara yayasan hanya melihat dari kejauhan.
Jangan sampai persoalan aset membuat sekolah mandek.
Dan jangan sampai anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan layak justru menjadi korban dari persoalan orang dewasa.
GARUDAXPOSE.COM MENUNGGU JAWABAN
GarudaXpose.com memberikan ruang klarifikasi kepada:
Yayasan Bhakti Tri Dharma Kosgoro Jakarta
Yayasan Bhakti Tri Dharma Kosgoro Jakarta Perwakilan Banyuwangi
Pengelola SMP Kosgoro Kalipuro
Pihak yang mengklaim atau menguasai aset/tanah terkait
Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi
Kami ingin melihat dokumen dan fakta, bukan sekadar bantahan.
Jika memang seluruh pengelolaan dana, aset dan sekolah telah sesuai aturan, tunjukkan dokumennya kepada publik.
Sebaliknya, jika memang sekolah membutuhkan perhatian, jangan tunggu sampai bangunan semakin rusak dan semangat guru serta siswa benar-benar padam.
SMP KOSGORO KALIPURO BUKAN SEKADAR BANGUNAN.
DI DALAMNYA ADA MASA DEPAN ANAK-ANAK BANYUWANGI.
GARUDAXPOSE.COM
Mengawal Fakta, Mengungkap Kebenaran













