Garudaxpose.com | Probolinggo – Minggu malam, 30 Agustus 2026, Dusun Sumber Bringin RT 06 RW 02 Desa Krobungan, Kecamatan Krucil tidak seperti biasanya. Langit cerah, jalanan dipenuhi warga, dan suara sholawat bersahut-sahutan dari satu titik.
Di lokasi itu digelar 3 hajatan sekaligus: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Hari Ulang Tahun ke-8 Majelis At Taslim, dan selamatan atas pembangunan Masjid Jami’ Raudlatul Jannah.
Tengah-tengah keramaian itu, tampak rombongan MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) DPC Probolinggo Raya bersama DPAC Kraksaan. Kurang lebih 50 anggota dan pengurus hadir, duduk bersila bersama warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua MADAS DPC Probolinggo Raya, Fathor Rachman, menyebut momen ini spesial. “Sekali datang, dapat tiga keberkahan. Maulid Nabi, milad majelis, dan doa untuk masjid yang sedang dibangun,” ujar Fathor.
Ia menegaskan kehadiran MADAS adalah bentuk tanggung jawab sosial. “Organisasi itu harus hadir saat masyarakat butuh. Baik saat suka maupun saat membangun,” katanya.
Menurut Fathor, masjid bukan sekadar bangunan fisik. “Kalau masjidnya hidup, maka kegiatan sosial dan keagamaan di desa juga akan hidup. Itu investasi akhirat dan dunia,” ucapnya.
Ia berharap pembangunan Masjid Jami’ Raudlatul Jannah tidak menemui kendala. “Semoga dana, tenaga, dan doa masyarakat Krucil dikabulkan. Masjid cepat jadi dan bermanfaat,” harap Fathor.
Ketua MADAS DPAC Kraksaan, Zel Muhammad Ali M., juga ikut orasi singkat di hadapan jamaah. Ia mengajak warga meneladani Rasulullah. “Maulid itu bukan seremonial. Ini cara kita mengingat akhlak beliau: jujur, peduli, dan merangkul,” ujar Zel.
Zel menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. “Dengan sering ketemu di majelis seperti ini, rasa saudara makin kuat. MADAS dan warga Krucil sudah seperti keluarga,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi untuk panitia dan warga. “Terima kasih sudah mengundang kami. Semoga Allah mudahkan pembangunan masjid ini sampai finishing,” tambah Zel.
Bentuk kepedulian MADAS tidak berhenti di kata-kata. Di sisi tenda acara, DPC Probolinggo Raya dan DPAC Kraksaan mendirikan stand konsumsi gratis.
Ada gorengan hangat, kue, dan es teh manis untuk semua jamaah. Tidak pakai kupon, siapa saja boleh ambil.
“Kecil memang, tapi kami ingin menunjukkan bahwa MADAS peduli. Jamaah datang jauh-jauh, minimal bisa ngopi bareng di sini,” kata salah satu pengurus MADAS.
Acara berlangsung khidmat. Pembacaan Maulid Diba’, tausiah, hingga doa bersama untuk kelancaran pembangunan masjid menjadi inti kegiatan.
Warga mengaku senang dengan kehadiran MADAS. “Biasanya ormas datang pas ada bantuan. Ini datang pas Maulid juga. Kompak,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Bagi Majelis At Taslim, HUT ke-8 tahun ini terasa lebih meriah karena ada dukungan dari berbagai pihak, termasuk MADAS.
Pembangunan Masjid Jami’ Raudlatul Jannah sendiri masih berjalan. Warga masih mengumpulkan dana agar target selesai tahun depan bisa tercapai.
Harapannya, setelah masjid berdiri, Sumber Bringin bisa punya pusat kegiatan keagamaan yang representatif.
Malam itu, Krucil membuktikan satu hal. Ketika organisasi dan masyarakat bersatu, peringatan hari besar tidak hanya jadi acara, tapi juga jadi gerakan kebaikan.
(Septyan)
MADAS DPC Probolinggo Raya dan DPAC Kraksaan pulang membawa doa. Warga pulang membawa berkah.













