Selangkah Menuju STBM Paripurna, Kota Probolinggo Andalkan Program Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

- Penulis

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Keseriusan Pemerintah Kota Probolinggo dalam membangun lingkungan sehat kembali mendapat perhatian. Setelah sebelumnya meraih kategori Madya dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Awards, tahun ini Kota Probolinggo mengikuti verifikasi lanjutan untuk mengejar predikat tertinggi, yakni kategori Paripurna.

Verifikasi STBM Awards 2026 berlangsung secara hybrid di Command Center Pemkot Probolinggo, Kamis (10/9/2026). Tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memaparkan berbagai program sekaligus capaian sanitasi yang telah dijalankan.

Kota Probolinggo menjadi salah satu dari dua daerah di Jawa Timur yang berpeluang mengikuti penilaian kategori Paripurna. Selain Kota Probolinggo, daerah lain yang masuk dalam penilaian tersebut adalah Kabupaten Sidoarjo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

STBM sendiri menitikberatkan pada lima pilar utama. Kelimanya meliputi penghentian buang air besar sembarangan, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Selain melihat capaian lima pilar tersebut, proses verifikasi juga menilai aspek kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, inovasi dan keberlanjutan program.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, berbagai program yang selama ini dijalankan pemerintah daerah memiliki keterkaitan langsung dengan upaya menciptakan lingkungan kota yang sehat, bersih dan nyaman.

Salah satu langkah yang dikedepankan adalah program Gotku Resik. Program tersebut diarahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan saluran drainase tidak mengalami penyumbatan akibat sampah maupun endapan.

Pemkot Probolinggo bahkan meningkatkan dukungan anggaran untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan Kota Probolinggo bebas banjir. Sebagian drainase kita tertutup oleh sampah dan endapan. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting,” ujar Aminuddin.

Menurutnya, persoalan sanitasi tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar program yang dijalankan dapat memberikan hasil berkelanjutan.

Hal serupa juga dilakukan dalam sektor pengelolaan sampah. Pemerintah kota terus memperkuat sistem pengelolaan sampah mulai dari tingkat masyarakat hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

TPA di Kota Probolinggo telah menerapkan sistem sanitary landfill. Di sisi lain, Pemkot juga menyiapkan kerja sama dengan pihak ketiga untuk menghadirkan fasilitas Refuse Derived Fuel atau RDF sebagai bagian dari upaya menangani persoalan sampah secara lebih komprehensif.

“Produksi sampah kita hampir 120 ton per hari. Ini akan kita selesaikan secara bertahap melalui berbagai program dan kerja sama dengan pihak ketiga,” jelas Wali Kota.

Upaya mengurangi beban sampah juga dilakukan dengan mendorong pemanfaatan sampah organik. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pengolahan sampah organik untuk budidaya magot.

Sampah organik dari berbagai sumber, termasuk sisa dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat dimanfaatkan sebagai pakan magot sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.

Pemerintah kota juga memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah.

Setiap RW didorong memiliki sarana pengelolaan sampah berikut fasilitas pendukung pengangkutan. Sampah yang berhasil dikumpulkan masyarakat juga memiliki nilai manfaat karena dapat ditukar dengan kebutuhan pokok melalui skema kerja sama yang tersedia.

Pada aspek perilaku hidup bersih, Pemkot Probolinggo terus mendorong penyediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun di sejumlah ruang publik.

Tidak berhenti pada penyediaan fasilitas konvensional, pemerintah daerah juga mulai menerapkan inovasi berupa sarana cuci tangan berbasis sensor untuk memberikan kemudahan sekaligus menjaga aspek kebersihan.

Sementara untuk pilar pertama STBM, Kota Probolinggo telah mencapai status Open Defecation Free (ODF). Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi penilaian menuju kategori Paripurna.

Pengelolaan limbah cair juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Masyarakat dan pelaku usaha didorong untuk memastikan limbah yang dihasilkan melalui aktivitas rumah tangga maupun usaha tidak mencemari lingkungan.

Aminuddin mengatakan, Pemkot Probolinggo juga tengah mengembangkan laboratorium lingkungan untuk memperkuat pengawasan terhadap kualitas air dan limbah.

“Kita sedang mengembangkan laboratorium lingkungan di Kota Probolinggo. Industri, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha, termasuk dapur MBG, akan kita dorong untuk secara berkala memeriksa kualitas air dan limbahnya,” ungkapnya.

Bagi pemerintah daerah, persoalan sanitasi tidak sebatas membangun lingkungan yang terlihat bersih. Lebih dari itu, sanitasi berkaitan dengan kesehatan masyarakat serta keberlangsungan kualitas lingkungan dalam jangka panjang.

Karena itu, pelaksanaan berbagai program terus diarahkan dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha maupun mitra lainnya.

Upaya tersebut juga sejalan dengan semangat Probolinggo Kota Bersolek yang menempatkan kebersihan dan keindahan kota sebagai bagian penting dalam pembangunan.

“Bersolek itu salah satunya adalah bagaimana kota ini menjadi bersih dan elok. Jadi, program-program sanitasi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut,” kata Aminuddin.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menjelaskan, perjalanan Kota Probolinggo dalam penilaian STBM telah melalui sejumlah tahapan sebelum akhirnya masuk dalam kesempatan mengikuti kategori Paripurna.

“Untuk STBM ini ada beberapa kategori. Kategori dasar sudah kita capai, kemudian kategori madya juga sudah. Tahun ini kita tidak boleh lagi mengikuti madya sehingga harus mengikuti kategori Paripurna,” terang Intan.

Ia menyebut Kota Probolinggo saat ini berada dalam posisi yang cukup strategis karena menjadi salah satu dari dua daerah di Jawa Timur yang memenuhi kriteria untuk mengikuti penilaian kategori tertinggi tersebut.

Menurutnya, berbagai program yang dipaparkan dalam proses verifikasi menjadi modal penting untuk menghadapi tahapan berikutnya.

“Dari paparan tadi, Pak Wali Kota juga optimis. Tim juri juga melihat berbagai program yang sudah kita paparkan. Insyaallah kita optimis bisa mencapai kategori Paripurna,” tuturnya.

Meski demikian, Intan menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperkuat, terutama berkaitan dengan data dan dokumentasi keterlibatan masyarakat dalam penerapan STBM.

Menurutnya, aspek partisipasi masyarakat menjadi bagian penting karena STBM pada dasarnya menitikberatkan perubahan perilaku, bukan hanya pembangunan sarana fisik.

Ia menegaskan bahwa pencapaian kategori Paripurna nantinya tidak boleh dimaknai sebatas keberhasilan meraih penghargaan.

Lebih jauh, predikat tersebut diharapkan menjadi pemicu agar perilaku hidup bersih dan sehat semakin melekat dalam kehidupan masyarakat.

Intan pun mengajak seluruh perangkat daerah bersama masyarakat mempertahankan kebiasaan hidup bersih dan sehat secara konsisten.

“STBM membutuhkan perubahan perilaku yang harus dilakukan secara terus-menerus, baik di lingkungan masyarakat maupun perkantoran,” pungkasnya.

Dengan berbagai program yang telah berjalan dan dukungan lintas sektor, Kota Probolinggo kini menatap tahapan lanjutan STBM Awards 2026 dengan optimisme. Target meraih kategori Paripurna diharapkan menjadi momentum memperkuat gerakan sanitasi berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-1 MCK, Pemkot dan KORMI Probolinggo Ajak Masyarakat Aktif Bergerak
Info Bangli Terkait Dekranasda Bali Fashion Road Show
Kenang Setahun Wafat H.M. Buchori, Wali Kota Aminuddin Ajak Warga Perbanyak Selawat dan Doa
ANVAPRO 2026 Resmi Bergulir, Pemkot Probolinggo Dorong Inovasi Jadi Solusi Pelayanan
Putri Koster Dorong Aksara Bali Tetap Hidup Ditengah Perkembangan Zaman
Info Denpasar Seputar Pelantikan, Posyandu, Sampah dan APBD 2027
Kasat lantas AKP Ade Andini S.T.K.,S.I.K.,M.H Hari lalu lintas Bhayangkara yang ke 71 melaksanakan donor darah
Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Probolinggo, Beras hingga Minyakita Dijual di Bawah Harga Pasar

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 03:34 WIB

HUT ke-1 MCK, Pemkot dan KORMI Probolinggo Ajak Masyarakat Aktif Bergerak

Jumat, 11 September 2026 - 02:41 WIB

Info Bangli Terkait Dekranasda Bali Fashion Road Show

Kamis, 10 September 2026 - 20:36 WIB

Kenang Setahun Wafat H.M. Buchori, Wali Kota Aminuddin Ajak Warga Perbanyak Selawat dan Doa

Kamis, 10 September 2026 - 13:38 WIB

ANVAPRO 2026 Resmi Bergulir, Pemkot Probolinggo Dorong Inovasi Jadi Solusi Pelayanan

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

Putri Koster Dorong Aksara Bali Tetap Hidup Ditengah Perkembangan Zaman

Berita Terbaru

Bali

Info Bangli Terkait Dekranasda Bali Fashion Road Show

Jumat, 11 Sep 2026 - 02:41 WIB