Salat Iduladha di Lapas Banyuwangi, Warga Binaan Diajak Petik Hikmah Keikhlasan

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar ibadah salat Iduladha 1447 H yang diikuti oleh ratusan warga binaan, Rabu (27/5). Pelaksanaan ibadah yang dipusatkan di Lapangan Blok Griya Blambangan tersebut berlangsung dengan khidmat dan tertib.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaan salat Iduladha kali ini, para warga binaan diajak untuk merenungkan dan mengambil hikmah mendalam dari kisah Nabi Ibrahim AS, khususnya mengenai nilai keikhlasan dan pengorbanan.

 

Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, menegaskan bahwa pemenuhan hak untuk beribadah bagi warga binaan merupakan salah satu prioritas utama, termasuk dalam momen hari besar keagamaan seperti Iduladha.

 

“Hak untuk beribadah, termasuk melaksanakan salat Id ini, merupakan hak dari warga binaan. Oleh karena itu, kami memfasilitasi penuh pelaksanaan salat Id agar seluruh warga binaan yang Muslim dapat mengikutinya secara khusyuk,” ujar Solichin usai kegiatan.

 

Solichin juga berpesan agar momentum Hari Raya Iduladha ini dijadikan sarana bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri. Ia mengajak mereka untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta menjalani sisa masa pidana dengan melakukan hal-hal yang positif.

 

“Jadikan Lapas ini sebagai tempat untuk memperbaiki diri melalui berbagai program pembinaan yang ada. Sehingga, ketika nanti selesai menjalani masa pidana dan bebas, rekan-rekan bisa kembali ke masyarakat sebagai manusia yang bermanfaat dan jauh lebih baik,” imbuhnya.

 

Sementara itu, bertindak sebagai khatib dalam salat Iduladha tersebut adalah Ustaz Muqorrobin. Dalam khutbahnya, Ustaz Muqorrobin memberikan penguatan spiritual kepada para warga binaan agar selalu bersyukur dan tidak berputus asa dalam menghadapi ujian hidup.

 

“Rahmat Allah SWT itu sangat luas dan tidak akan pernah terhalang oleh jeruji besi. Mari kita petik hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS dan jadikan tempat (Lapas) ini sebagai pesantren kehidupan untuk menempa diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” pesan Ustaz Muqorrobin di hadapan jamaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka
FORJI Lumajang Ucapkan Selamat HUT ke-1 ORMAS LASKAR SAKERA: Di Bawah Kepemimpinan H. Nur Samsi, SAKERA Makin Hebat dan Jaya
Ketua Dekranas Kunjungi Desa Tenganan, Dorong Pelestarian Tenun Geringsing Bali
Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Sinergi Berdayakan Masyarakat
Polres Lumajang Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan Pinus di Pronojiwo, Luas Terdampak 6 Hektare
UU PERS BUKAN SEKEDAR ATURAN, MENGHALANGI TUGAS JURNALIS ADA KONSEKUENSINYA – VIRUS PUNGLI SUDAH MENJADI HAL BIASA
Perampokan Berdarah di Jember Kota, Pemilik Toko Emas Murni Dibacok Dua Pelaku
FORJI Lumajang: Santri Berdaya, Indonesia Jaya, Momentum HSN 2026 Perkokoh NKRI

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:29 WIB

Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:37 WIB

FORJI Lumajang Ucapkan Selamat HUT ke-1 ORMAS LASKAR SAKERA: Di Bawah Kepemimpinan H. Nur Samsi, SAKERA Makin Hebat dan Jaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:08 WIB

Ketua Dekranas Kunjungi Desa Tenganan, Dorong Pelestarian Tenun Geringsing Bali

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Sinergi Berdayakan Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Polres Lumajang Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan Pinus di Pronojiwo, Luas Terdampak 6 Hektare

Berita Terbaru