RT 03 Dusun Pandi Tampilkan Sejarah Terjadinya Banyuanyar dalam Best Carnival

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Suasana Best Carnival di Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, berlangsung meriah, Sabtu (22/8/2026). Salah satu penampilan yang berhasil mencuri perhatian masyarakat datang dari RT 03 Dusun Pandi dengan mengangkat tema sejarah terjadinya Banyuanyar.

Penampilan tersebut tidak sekadar menyuguhkan hiburan, tetapi juga menghadirkan kisah sejarah dan legenda yang berkembang di tengah masyarakat Banyuanyar dalam balutan drama kolosal.

Rombongan peserta RT 03 Dusun Pandi memulai perjalanan carnival sekitar pukul 09.30 WIB. Rombongan dilepas langsung oleh Camat Banyuanyar Hudan Kurniawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam prosesi pelepasan tersebut, Camat Banyuanyar didampingi sejumlah unsur terkait, di antaranya BPD Desa Banyuanyar Tengah, Babinsa, personel Polsek Banyuanyar, serta Puskesmas Banyuanyar.

Sebanyak 14 peserta salah satunya dari RT 03 Dusun Pandi mengikuti perjalanan carnival dengan menyusuri sejumlah ruas jalan desa. Mereka tampil menggunakan kostum dan properti yang disesuaikan dengan alur cerita sejarah yang diangkat.

Dari titik pemberangkatan, rombongan berjalan menuju garis akhir yang berada di depan Kantor Balai Desa Banyuanyar Tengah. Sepanjang perjalanan, penampilan mereka menjadi perhatian warga yang menyaksikan dari sisi jalan.

Setibanya di lokasi penampilan, peserta kemudian menyuguhkan drama kolosal yang menjadi bagian utama dari konsep carnival. Pertunjukan tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 menit.

Dalam durasi singkat itu, para peserta berupaya menggambarkan rangkaian cerita mengenai sejarah terjadinya Banyuanyar melalui perpaduan gerak, dialog, koreografi dan aksi teatrikal.

Alur pertunjukan membawa penonton pada gambaran kehidupan masyarakat Banyuanyar pada masa penjajahan Belanda. Situasi tersebut divisualisasikan melalui karakter masyarakat dan tentara Belanda yang diperankan oleh para peserta.

Adegan semakin menarik ketika pasukan Belanda dikisahkan datang menyerang masyarakat Banyuanyar. Dalam cerita tersebut, para penjajah melakukan perampasan terhadap hasil pertanian milik warga.

Aksi perampasan hasil tani itu kemudian memicu perlawanan dari masyarakat Banyuanyar. Warga digambarkan tidak tinggal diam menghadapi tindakan para penjajah.

Pertempuran sengit pun diperagakan secara teatrikal oleh para peserta. Koreografi pertempuran dibuat dinamis untuk menggambarkan keberanian masyarakat dalam mempertahankan wilayah dan hasil pertanian mereka.

Puncak pertunjukan terjadi ketika masyarakat Banyuanyar berhasil mengalahkan pasukan Belanda. Hasil pertanian yang sebelumnya dirampas kemudian berhasil direbut kembali oleh warga.

Aksi tersebut mendapatkan perhatian dan respons positif dari masyarakat yang menyaksikan langsung pertunjukan. Tepuk tangan terdengar setelah rangkaian drama kolosal berakhir.

Penampilan RT 03 Dusun Pandi juga memperlihatkan keseriusan para peserta dalam mempersiapkan konsep yang mereka bawakan. Setiap adegan disusun agar memiliki keterkaitan dengan tema besar mengenai sejarah asal-usul Banyuanyar.

Selain menjadi bagian dari kemeriahan Best Carnival, pertunjukan tersebut sekaligus menjadi sarana mengenalkan cerita sejarah lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Tema sejarah dipilih karena para peserta ingin menjadikan momentum carnival sebagai media untuk mengingat kembali berbagai cerita yang berkaitan dengan perjalanan masyarakat Banyuanyar pada masa lampau.

Melalui drama kolosal, cerita yang selama ini dikenal secara turun-temurun dikemas dalam bentuk pertunjukan yang lebih mudah diterima dan menarik perhatian masyarakat.

Heri Nurdi, salah satu peserta RT 03 Dusun Pandi, mengatakan konsep yang ditampilkan sengaja mengambil latar sejarah untuk mengingatkan masyarakat terhadap perjalanan panjang Banyuanyar.

Menurutnya, cerita mengenai masa penjajahan Belanda hingga periode sebelum pemerintahan Bupati Probolinggo pertama, Kyai Joyolelono, merupakan bagian dari sejarah lokal yang tidak seharusnya hilang begitu saja.

Karena itu, pihaknya bersama peserta lain berusaha menerjemahkan cerita tersebut dalam sebuah pertunjukan yang energik. Persiapan dilakukan secara serius agar seluruh adegan dapat ditampilkan dengan maksimal dalam waktu sekitar 10 menit.

Latihan drama kolosal bahkan telah dilakukan sejak H-20 sebelum pelaksanaan Best Carnival. Waktu tersebut dimanfaatkan para peserta untuk menyusun gerakan, memahami karakter, sekaligus mematangkan alur pertunjukan.

Heri mengaku puas setelah seluruh rangkaian penampilan dapat berjalan sesuai dengan persiapan. Apalagi, pertunjukan tersebut mendapat apresiasi berupa tepuk tangan dari Camat Banyuanyar dan Kepala Desa Banyuanyar Tengah.

Ia berharap penampilan RT 03 Dusun Pandi tidak hanya dinilai dari sisi hiburan, tetapi juga mampu membuat masyarakat memahami dan mengenal legenda serta sejarah terjadinya Banyuanyar.

Best Carnival pun menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus menjaga keberadaan cerita sejarah lokal. Penampilan RT 03 Dusun Pandi menunjukkan bahwa sejarah dapat dikemas secara atraktif tanpa meninggalkan pesan yang ingin disampaikan kepada generasi berikutnya. (Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor Pertanahan kabupaten tangerang, Melaksanakan kegiatan pembayaran uang ganti rugi pengadaan tanah pembangunan jalan tol serpong-balaraja seksi 2a
Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Gelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian 28 Bidang Tanah untuk Pembangunan Tol Serpong–Balaraja
Tampil Beda, Warga RT 004 Banyuanyar Tengah Bawa Konsep Pasukan Palang Adat Papua
Kirab budaya 1.000.ancak agung memadati ruas jalan di kabupaten jember
Media Center Jayanti (MCJ) Hadiri Tasyakuran Khitanan Putra Ketua Umum LSM Geram Banten Indonesia
Dugaan Perlakuan Kriminalisasi Hingga di Rumahkan Tanpa Alasan Yang Jelas, Asisten Manager PT ULI Somasi Direktur
Soroti Proyek Jalan Cangkudu-Cisoka Rp12,1 Miliar, Aliansi Peduli Banten Desak Pemkab Tangerang Buka Data
Anto Desak Polres Tapteng Sapu Bersih Dugaan Peredaran Narkoba di Tapteng

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Kantor Pertanahan kabupaten tangerang, Melaksanakan kegiatan pembayaran uang ganti rugi pengadaan tanah pembangunan jalan tol serpong-balaraja seksi 2a

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Gelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian 28 Bidang Tanah untuk Pembangunan Tol Serpong–Balaraja

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Tampil Beda, Warga RT 004 Banyuanyar Tengah Bawa Konsep Pasukan Palang Adat Papua

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kirab budaya 1.000.ancak agung memadati ruas jalan di kabupaten jember

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Media Center Jayanti (MCJ) Hadiri Tasyakuran Khitanan Putra Ketua Umum LSM Geram Banten Indonesia

Berita Terbaru