Ribuan Warga Semarakkan Dungasem C-Fest 2026, Budaya Lokal dan UMKM Jadi Daya Tarik Utama

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Lapangan Sepak Bola Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, dipenuhi warga sejak Sabtu (25/7/2026) pagi. Mereka datang untuk menyaksikan dan meramaikan Pagelaran Seni Budaya dan Wisata Lokal Dungasem C-Fest 2026, sebuah festival yang mengangkat kekayaan budaya, potensi wisata, serta produk unggulan masyarakat setempat.

Festival yang digagas Kelurahan Kedung Asem tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. Kehadiran orang nomor satu di Kota Probolinggo itu disambut antusias masyarakat yang sejak pagi telah memadati area kegiatan.

Sebelum seremoni pembukaan dimulai, wali kota bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin mengikuti senam massal bersama warga. Suasana kebersamaan terlihat begitu kental ketika masyarakat dari berbagai kalangan berbaur menikmati rangkaian acara yang telah disiapkan panitia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya menampilkan hiburan, Dungasem C-Fest juga menghadirkan berbagai potensi lokal dalam satu ruang. Mulai dari bazar UMKM, pameran hasil daur ulang sampah, gunungan hasil pertanian warga, hingga beragam pertunjukan seni tradisional yang menjadi ciri khas daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menilai festival tersebut menjadi contoh nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga budaya sekaligus mengembangkan ekonomi lokal. Menurutnya, kegiatan berbasis potensi wilayah seperti Dungasem C-Fest perlu terus diperkuat karena mampu memberikan manfaat di berbagai sektor.

Ia menyebut festival tersebut bukan hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga ruang promosi bagi pelaku usaha kecil, komunitas seni, dan kelompok masyarakat yang selama ini aktif mengembangkan potensi daerah.

“Festival seperti ini mampu mempertemukan budaya, ekonomi kreatif, dan partisipasi masyarakat dalam satu kegiatan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Aminuddin juga mendorong agar Dungasem C-Fest terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dari tahun ke tahun.

Sementara itu, Lurah Kedung Asem Saiful Sarifudin menjelaskan bahwa pelaksanaan Dungasem C-Fest berawal dari aspirasi masyarakat yang muncul dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui kerja sama berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh lingkungan, pelaku UMKM, komunitas seni hingga kelompok pemuda.

Menurutnya, festival ini dirancang sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga budaya dan lingkungan.

“Kami ingin masyarakat semakin bangga terhadap budaya yang dimiliki sekaligus lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan wilayahnya,” katanya.

Selama festival berlangsung, panggung hiburan menjadi pusat perhatian pengunjung. Berbagai penampilan seni tradisional silih berganti menghibur masyarakat. Di sisi lain, stan-stan UMKM juga ramai dikunjungi warga yang berburu aneka kuliner, produk kerajinan, dan hasil olahan khas Kedung Asem.

Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya dan pemberdayaan ekonomi masih memiliki daya tarik kuat. Selain menjadi ajang hiburan keluarga, festival tersebut juga membuka peluang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar produknya.

Melalui Dungasem C-Fest 2026, masyarakat Kedung Asem berharap semangat gotong royong, pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, dan penguatan ekonomi kerakyatan dapat terus tumbuh sebagai bagian dari pembangunan Kota Probolinggo yang berkelanjutan.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jutaan Batang Rokok Ilegal Jadi Abu, Bea Cukai Sibolga: Kami Tidak Tinggal Diam
Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini
Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik
Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:19 WIB

Jutaan Batang Rokok Ilegal Jadi Abu, Bea Cukai Sibolga: Kami Tidak Tinggal Diam

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini

Kamis, 17 September 2026 - 02:17 WIB

Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Berita Terbaru