Garudaxpose.com | Probolinggo – Suasana Kampung Seni di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tampak semarak pada Senin (13/4). Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memadati lokasi tersebut untuk mengikuti ajang C-PRO Got Talent Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FL3SN) tingkat SD/MI hingga SMP/MTs.
Kegiatan yang menjadi panggung kreativitas bagi generasi muda ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur Praptono, Ketua TP PKK Kota Probolinggo Dokter Evariani Aminuddin, Wakil Ketua DPRD Santi Wilujeng, anggota DPRD Isah Junaidah, serta sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah.
Pembukaan berlangsung meriah dengan suguhan Tari Seser yang memikat perhatian para tamu undangan dan peserta. Antusiasme pelajar terlihat sejak awal acara, menunjukkan semangat tinggi dalam menampilkan kemampuan terbaik mereka di bidang seni dan sastra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Praptono menilai Kota Probolinggo menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan dunia pendidikan. Ia menyoroti inovasi yang dilakukan salah satu sekolah, yakni SMP Negeri 9 Kota Probolinggo, yang menginisiasi program penulisan karya siswa dalam jumlah besar.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator berkembangnya budaya literasi di kalangan pelajar. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti C-PRO Got Talent menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan yang menyeluruh.
“Ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah pembentukan karakter, keberanian, dan kreativitas siswa. Pendidikan harus mencakup keseimbangan antara akademik dan pengembangan minat bakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengajak para peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk menggali potensi diri. Ia menilai kegiatan ini memiliki peran strategis dalam mengembangkan bakat sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Salah satu yang menjadi perhatian dalam festival ini adalah cabang Tari Jaran Bodag yang dinilai sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Menurutnya, pelestarian budaya harus terus dilakukan melalui keterlibatan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan rasa cinta terhadap budaya,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, Siti Romlah. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan pelajar yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kreativitas dan kepercayaan diri.
C-PRO Got Talent 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah di Kota Probolinggo dan diharapkan menjadi ajang lahirnya talenta-talenta muda yang mampu berprestasi hingga tingkat lebih tinggi.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo











