Garudaxpose.com |BANYUWANGI- Kegiatan sosialisasi bertema “Peran Aktif Masyarakat dalam Menangani Permasalahan Sosial” yang diselenggarakan oleh dr.Agung Mulyono ketua fraksi Demokrat DPR Jatim sukses digelar pada Senin, 13 April 2026, di RM Pesona Oseng, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Kegiatan ini berlangsung hangat, penuh antusiasme, dan menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang dialog antara masyarakat, tokoh daerah, dan berbagai elemen organisasi dalam membahas persoalan sosial di lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini menghadirkan Aam Waro Panotogomo S.Sos.M.Sos,CRP. sebagai narasumber pendamping yang turut memberikan pandangan mengenai pentingnya peran aktif masyarakat dalam menangani persoalan sosial. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan, di antaranya SDA Suntoro, Rokhim, Pak Dadang, Mbah Jan, Ibu Ayu, Pak Dowi dari tim Pak Muhadi, Mas Agus dari tim Pemuda Samber, Pak Hari, Pak Nandar, Ibu Khusnul, Mas Kevin, serta seluruh hadirin yang turut memeriahkan jalannya kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa sebagai bentuk ikhtiar bersama agar kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh peserta. Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol semangat persatuan, kebersamaan, dan cinta tanah air.
Memasuki sesi inti, Agung Mulyono menyampaikan sambutan sekaligus materi sosialisasi mengenai pentingnya peran aktif masyarakat dalam menangani berbagai persoalan sosial. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti kemiskinan, pengangguran, kenakalan remaja, persoalan lingkungan, hingga konflik sosial, tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah semata.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keharmonisan lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif. Ia menekankan bahwa kepedulian sosial harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, tetangga, dan komunitas sekitar.
“Permasalahan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial, kita dapat menciptakan solusi nyata demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Agung Mulyono di hadapan para peserta.
Sementara itu, Aam Waro’ Panotogomo juga menambahkan bahwa kesadaran sosial harus dibangun secara kolektif agar masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan bersama. Ia menilai bahwa kebersamaan, komunikasi yang baik, dan kepedulian antarsesama menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan serta aktif berdialog, menyampaikan pertanyaan, masukan, dan aspirasi terkait persoalan sosial yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing. Diskusi yang terjalin menunjukkan tingginya semangat masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi demi menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Selain menjadi forum edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan berbagai unsur lainnya. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat komunikasi, mempererat persaudaraan, serta membangun sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Suryadi. Penutupan berlangsung penuh khidmat sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran kegiatan, sekaligus harapan agar ilmu, pesan, dan semangat kebersamaan yang telah dibangun dalam kegiatan ini dapat terus terjaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif di tengah masyarakat Banyuwangi, khususnya Kecamatan Gambiran, untuk terus aktif, peduli, dan bergotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan sosial demi mewujudkan lingkungan yang harmonis, aman, dan sejahtera.













