Dugaan Pungutan Liar Warnai Penyaluran Beras Bulog di Singotrunan

- Penulis

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaeudaxpose.com |Banyuwangi – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat dalam penyaluran bantuan pangan pemerintah. Kali ini, sejumlah warga penerima bantuan beras Bulog di wilayah Jalan Andalas, no 45 Kelurahan Singotrunan, kecamatan Banyuwangi, disebut dimintai uang sebesar Rp20.000 per penerima.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media, penarikan uang tersebut diduga terjadi pada Kamis, 2 April 2026, dan disebut melibatkan seorang warga yang di sebut sebut sebagai “asisten” dari ketua RT 04 RW 03 berinisial MK.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, dugaan pungutan tersebut disebut bukan pertama kali terjadi. Salah seorang warga yang enggan disebut identitasnya mengaku praktik serupa pernah terjadi pada penyaluran bantuan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukan baru kali ini, sebelumnya juga pernah ada penarikan seperti itu,” ungkap salah satu warga kepada awak media.

Meski muncul dugaan kurangnya pengawasan dari kepala Kelurahan adanya dugaan praktik pungli tersebut, Boy Kadarisman, selaku Kepala Kelurahan Singotrunan, menyatakan pihaknya tidak pernah menerima laporan maupun koordinasi terkait adanya penarikan uang dari penerima bantuan.

“Kami tidak pernah mengetahui adanya kegiatan tersebut dan tidak ada koordinasi dari pihak kelurahan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Boy juga menegaskan, apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka hal itu dapat dikategorikan sebagai pungutan liar, mengingat bantuan pangan dari pemerintah semestinya diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat penerima manfaat.

“Bisa dikategorikan seperti itu, karena bantuan dari pemerintah tersebut murni untuk masyarakat dan tidak ada pungutan berupa apa pun juga. Kelurahan hanya ketempatan dalam proses pembagian, karena petugas Bulog yang datang ke kelurahan untuk distribusi,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak RT maupun pihak yang disebut dalam dugaan tersebut guna memperoleh keterangan berimbang. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan
Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN
Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa
Noor Arief Prasetyo terpilih Aklamasi sebagai ketua umum KJJT indonesia  
KASAT RESKRIM POLRES PADANG LAWAS TABUH GENDERANG, BERANGKATKAN GERAKAN BERSIHKAN PASAR DARI SPEKULASI DAN KECURANGAN PANGAN
Pererat Sinergi, Kepala Rutan Kelas I Palembang Audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:11 WIB

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:06 WIB

Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Rabu, 9 September 2026 - 07:12 WIB

HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN

Rabu, 9 September 2026 - 02:05 WIB

Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa

Berita Terbaru