Proyek Infrastruktur Sukarame Diduga Asal Jadi, LIN Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas dan Konsultan

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Paneglang – Dunia pembangunan di Kabupaten Pandeglang kembali tercoreng. Proyek Pembangunan Infrastruktur Penunjang Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana atau relokasi hunian tetap di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, diduga dikerjakan secara asal-asalan.

 

Proyek tersebut merupakan bagian dari kontrak Nomor 000.1.3/012.7/perkim/-bid.perum/2025, dengan nilai anggaran sebesar Rp1.370.990.000,00 (satu miliar tiga ratus tujuh puluh juta sembilan ratus sembilan puluh ribu rupiah). Pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV Benq Project, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, proyek itu menuai sorotan tajam lantaran diduga lemah dalam hal pengawasan, baik dari pihak dinas terkait maupun konsultan pengawas. Bahkan, ditemukan indikasi bahwa proses pemadatan tanah tidak dilakukan secara optimal, serta para pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja (K3).

 

Sorotan ini datang dari Lembaga Investigasi Negara (LIN) DPC Kabupaten Pandeglang. Ketua LIN, Ahmad Umaedi alias Umek, menegaskan bahwa lemahnya pengawasan membuka peluang terjadinya praktik kecurangan oleh pelaksana proyek.

 

“Proyek senilai miliaran rupiah ini jangan sampai jadi ajang bancakan oknum. Kami menemukan dugaan bahwa pemadatan tidak maksimal, pengawasan lemah, dan penerapan K3 diabaikan. Dinas dan konsultan jangan cuma duduk di balik meja — turun ke lapangan, lihat sendiri bagaimana kualitas pekerjaan itu!” tegas Umek dengan nada geram.

 

LIN bahkan berencana melayangkan surat resmi ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Banten untuk meminta audit menyeluruh atas pelaksanaan proyek tersebut.

“Kalau proyek ini benar ditemukan pelanggaran teknis dan administrasi, kami akan minta aparat penegak hukum ikut turun. Jangan tunggu ada korban baru bertindak,” ujarnya.

 

Masyarakat setempat pun mulai meragukan kualitas pembangunan yang terlihat tergesa-gesa dan tanpa kontrol ketat. Proyek yang seharusnya menjadi solusi bagi warga Huntap justru dikhawatirkan tidak akan bertahan lama jika mutu pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

 

Umek menegaskan bahwa LIN akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, agar setiap rupiah uang rakyat benar-benar dipertanggungjawabkan.

 

“Kami tidak akan diam. Kami ingin setiap proyek di Pandeglang berjalan sesuai aturan dan spesifikasi teknis. Kalau terbukti asal jadi, kami desak Inspektorat dan aparat hukum turun tangan!” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun CV Benq Project belum memberikan klarifikasi resmi atas temuan dan dugaan yang disampaikan.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan
Penetapan RKP TA 2027, Pemerintah Desa Wonotoro Siap Bekerja Bersama Rakyat
PWI Pusat Gelar Pembekalan Pra-UKW Angkatan 28, Mantapkan Kompetensi Wartawan Menuju Ujian Resmi
PWI Kabupaten Serang Dorong Peserta Maksimalkan Pra-UKW untuk Hasil Maksimal

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Rabu, 16 September 2026 - 06:20 WIB

Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram

Rabu, 16 September 2026 - 05:11 WIB

Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan

Selasa, 15 September 2026 - 22:51 WIB

Penetapan RKP TA 2027, Pemerintah Desa Wonotoro Siap Bekerja Bersama Rakyat

Berita Terbaru