Gubernur Bali dan Dirut PT. PLN Tandatangani Kesepakatan bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Bali Berbasis Energi Terbarukan
Garudaxpose.com l Jembrana Bali –Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., atas nama Pemerintah Provinsi Bali bersama Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, dari PT. PLN menadatangani Kesepakatan Bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali, di Jembrana Bali, Selasa, 25 Agustus 2026 kemarin.
Dalam penandatanganan tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster sekaligus meninjau Program PLTS 100 GWp Site Gilimanuk, usai melaunching dan melakukan groundbreaking program yang ramah lingkungan tersebut di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.
Presiden Prabowo juga didampingi rombongan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartato, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Kapolri, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana serta pejabat terkait lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatannya, Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Dirut PLN, Darmawan Prasodjo menandatangani Kesepakatan Bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster mewakili Pemerintah dan masyarakat Bali, menyampaikan rasa terimakasih serta mengucapkan terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang telah meluncurkan kebijakan program PLTS 100 GWp di Provinsi Bali. “Kami masyarakat Bali mengungkapkan terimakasih atas kebijakan Pemerintah pusat terkait proyek PLTS ini dan untuk diketahui, bahwa alokasi untuk Bali saat ini mencapai 1.000 GWp,” ungkapnya.
Kata Wayan Koster, Presiden Prabowo telah memberikan kebijakan yang dilaksanakan oleh Menteri ESDM dan dieksekusi oleh PT. PLN Persero yang lokasinya di Provinsi Bali.
Pemerintah sangat berbahagia dan berterimakasih, karena Bali memiliki kebijakan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih yang diatur dalam Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019.
“Jadi program ini sebenarnya sudah dirancang sejak tahun 2019 lalu, namun belum berjalan optimal, karena situasi saat itu kurang kondusif akibat ada pandemi COVID-19. Sekarang ada momentum yang tepat, karena Bapak Presiden RI telah meluncurkan program ini, sehingga kita akan segera bisa diwujudkan,” terang Gubernur Bali ini.
Dikatakan Koster, terkait hal tersebut, tugas pemerintah dan masyarakat di daerah Bali, ialah membebaskan lahan milik negara yang tidak produktif dan bisa difungsikan untuk memberikan manfaat banyak kepada masyarakat, terutama kebutuhan energi yang tertuang dalam haluan pembangunan Bali 100 tahun yaitu Bali Mandiri Energi dengan Bali Energi Bersih.
‘Jadi ini akan kami laksanakan dan kami sudah mendapat arahan dari Menteri ESDM bersama Dirut PLN, agar Bali ini menggunakan Energi Baru Terbarukan. Manfaat dari pada PLTS ini, tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali,” papar Gubernur Koster.
Tambah Gubernur mantan Anggota DPR-RI dua periode ini, karena Bali merupakan daerah wisata utama dunia yang perlu didukung oleh ekosistem lingkungan yang bersih. Jadi ini kebijakan yang sangat bermanfaat dan program PLTS ini tidak lagi impor BBM, biayanya juga jauh lebih murah.
Sementara Dirut PT. PLN Persero menyampaikan juga, hal ini suatu suatu kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar. Sebagai contoh di Bali, dengan adanya 100 GWp. “Untuk saat ini kami mengaplikasikan untuk tahap awal 1000 GWp. Dengan adanya program ini, sistem kelistrikan Bali bergeser yang tadinya ada faktor penggunaan BBM yang impor, digantikan dengan energi dari domestik,”ungkap Darmawan Prasodjo.
Ia juga mengatakan dari energi mahal menjadi energi yang murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan. Ini sejalan dari program Gubernur Bali, Wayan Koster terkait Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih yang menjadi penopang pariwisata Bali. Agar pariwisata Bali bertumbuh berkembang dengan adanya energi hijau, yang jauh lebih handal, lebih bersih, dan lebih ekonomis.
“Untuk itu hari ini kami menandatangani program kerjasama. Akselerasi ini perlu kerjasama yang erat antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi. Karena salah satu kunci dari program PLTS ini adalah penyediaan lahan,” pungkas Darmawan Prasodjo mengakhiri. (Gustra).










