Penasehat Hukum Dampingi Keluarga Korban Minta Hasil Rekam Medis

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Sei Rampah – Sudah tiga minggu pasca meninggalnya Imelda Sabatini Sihombing (18), pasien BPJS Kesehatan asal Dusun IV, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara,pihak keluarga korban didampingi penasehat hukumnya mendatangi RSUD Sultan Sulaiman,Senin (6/10/2025) sore.

Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta surat rekam medis dan surat keterangan kematian, namun permintaan tersebut tak sepenuhnya dikabulkan.

Keluarga hanya menerima surat keterangan pasien meninggal dunia, tanpa disertai rekam medis lengkap yang seharusnya menjadi hak pasien atau keluarga pasien.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hanya diberi surat keterangan meninggal dunia. Tapi untuk surat rekam medis tidak diberikan, bahkan tidak ada penjelasan resmi dari pihak rumah sakit,”
ujar Labuan Sihombing, orang tua almarhumah, dengan nada kecewa.

Didampingi kuasa hukum, keluarga korban berupaya menemui Direktur RSUD Sultan Sulaiman, namun usaha itu gagal. Petugas di ruangan lantai 2 menyebutkan bahwa Direktur sedang berada di Kantor Bupati.

“Dirut lagi di Kantor Bupati, Pak. Soalnya besok ada tugas bapak direktur,”
ujar salah satu pegawai di lantai dua RSUD Sultan Sulaiman.

Kasus ini bermula saat Imelda Sabatini Sihombing menjalani perawatan selama 15 hari di RSUD Sultan Sulaiman. Awalnya, ia didiagnosa menderita penyakit usus buntu (wasir). Namun, setelah menjalani perawatan intensif, Imelda menghembuskan napas terakhir di ruang ICU pada Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 06.55 WIB sesuai yang tercatat pada surat kematian pasien.

Sejak kejadian tersebut, pihak keluarga mengaku kehilangan kepercayaan terhadap transparansi manajemen rumah sakit. Dokumen medis yang dianggap penting untuk mengetahui penyebab kematian pasien justru tidak diberikan tanpa alasan yang jelas.

Ditemui secara terpisah pada Senin (6/10/2025) sekitar pukul 15.45 WIB di RSUD Sultan Sulaiman, kuasa hukum keluarga korban, Zainul Arifin, S.H.I, menyampaikan kepada awak media bahwa pihaknya siap menempuh langkah hukum jika pihak rumah sakit tetap menutup-nutupi dokumen medis tersebut.

“Kami hanya menuntut kejelasan dan transparansi. Keluarga berhak mengetahui riwayat perawatan korban selama di rumah sakit.Dan dalam waktu dekat ini, kasus dugaan malpraktik di RSUD Sultan Sulaiman ini akan kita laporkan ke Polda Sumut untuk sisi terang pada proses hukum yang berlaku,”tegasnya.

Kasus dugaan kelalaian medis dan ketertutupan informasi di RSUD Sultan Sulaiman ini kini menjadi sorotan publik.

Masyarakat berharap pihak rumah sakit bersikap terbuka, profesional, dan bertanggung jawab dalam memberikan penjelasan agar keadilan bagi keluarga pasien benar-benar ditegakkan.(Nix/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Daerah 2026, Puluhan Inovasi Strategis Bupati Brebes Jadi Penggerak Pembangunan.
Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Daerah 2026, Ratusan Inovasi dari OPD Hingga Kecamatan Dipaparkan
Genjot Daya Saing Daerah, Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Lintas Sektor: Dari SIPETARUNG Hingga JALA PUSAKA
Transformasi Digital Jadi Jurus Pemkab Brebes Percepat Pelayanan Publik, Puluhan Inovasi Dipamerkan di Bimtek Inovasi Daerah 2026
Bapperida Brebes Dorong Replikasi Inovasi, dari WARDOYO untuk Lansia hingga LAPANTARU dan 14 Inovasi Baru Lainnya
Bapperida Brebes Genjot Inovasi Daerah, Dari GKB Hingga WARDOYO untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
6 Calon Perempuan Ikuti Verifikasi Berkas BPD Desa Bangsalsari Jember

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:10 WIB

Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Daerah 2026, Puluhan Inovasi Strategis Bupati Brebes Jadi Penggerak Pembangunan.

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Daerah 2026, Ratusan Inovasi dari OPD Hingga Kecamatan Dipaparkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:47 WIB

Genjot Daya Saing Daerah, Bapperida Brebes Gelar Bimtek Inovasi Lintas Sektor: Dari SIPETARUNG Hingga JALA PUSAKA

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:41 WIB

Bapperida Brebes Dorong Replikasi Inovasi, dari WARDOYO untuk Lansia hingga LAPANTARU dan 14 Inovasi Baru Lainnya

Berita Terbaru