Pembangunan Jembatan Curah Maling–Curah Kebo Kecamatan Senduro Capai 78 Persen, Aktivitas Warga Kembali Mengalir

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang – Kabupaten Lumajang terus memulihkan akses vital pascabencana banjir dan longsor 19 September 2025. Pembangunan Jembatan Curah Maling–Curah Kebo di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, kini telah mencapai 78,27 persen, menjadi titik terang bagi warga yang sempat terisolasi akibat putusnya jalur transportasi utama.

Bagi masyarakat Lumajang, jembatan ini lebih dari sekadar konstruksi fisik. Ia menjadi nadi pergerakan warga, jalur distribusi hasil pertanian, akses pelajar ke sekolah, dan penghubung aktivitas ekonomi yang sempat terhenti lebih dari sebulan. Kerusakan jembatan membuat perjalanan warga meningkat dua hingga tiga kali lipat waktu tempuhnya, sementara distribusi barang kebutuhan sehari-hari tersendat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung lokasi pembangunan pada Jumat (12/12/2025). Ia memastikan proses rekonstruksi berjalan cepat berkat penggunaan jembatan bailey, struktur baja pra-fabrikasi yang kokoh dan efisien.

“Yang biasanya memakan waktu itu fondasi dan beronjong. Sekarang fondasinya sudah selesai, tinggal sedikit beronjong yang diselesaikan,” jelas Khofifah.

Metode ini memungkinkan kontruksi berjalan lebih cepat tanpa mengorbankan kekuatan, sehingga akses vital masyarakat tidak terhenti terlalu lama. Dengan progres mendekati 80 persen, Gubernur optimistis jembatan akan selesai tepat waktu.

“InsyaAllah, jembatan ini akan selesai tepat waktu dan dapat segera digunakan,” tegasnya.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menekankan bahwa jembatan ini merupakan gerbang pemulihan kehidupan masyarakat Lumajang. “Setelah jembatan ini selesai, petani bisa kembali mengirim hasil panen dengan aman, pelaku usaha menyalurkan dagangan, dan pelajar memiliki akses lancar ke sekolah,” ujarnya.

Bagi warga Kandangan dan sekitarnya, jembatan ini membawa harapan nyata. Sebelum rekonstruksi, mereka harus menempuh rute panjang melewati jalan alternatif berbatu dan rawan longsor, yang mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan. Pemulihan jembatan dipandang sebagai langkah strategis untuk menormalkan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan adalah bagian dari komitmen menjaga kesejahteraan warga pascabencana. Rekonstruksi ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi sosial-ekonomi yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat Lumajang.

“Jembatan ini bukan hanya penghubung wilayah, tetapi penghubung harapan dan kesempatan warga Lumajang untuk kembali bergerak, bekerja, dan belajar dengan aman,” kata Bunda Indah.

Dengan rampungnya jembatan, denyut ekonomi Lumajang diperkirakan kembali menguat. Jalur distribusi logistik menjadi lancar, mobilitas warga lebih efisien, dan kegiatan ekonomi di pasar desa hingga perkebunan kembali hidup. Infrastruktur yang kokoh menjadi fondasi bagi pemulihan jangka panjang, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa depan.

Pemulihan Jembatan Curah Maling–Curah Kebo menunjukkan bahwa koordinasi pemerintah provinsi, pemkab Lumajang, dan masyarakat lokal mampu menghadirkan solusi cepat dan efektif pascabencana. Sinergi ini menjadi model penanganan infrastruktur vital yang dapat ditiru oleh daerah lain dengan kondisi geografis serupa.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa Lumajang tangguh, masyarakatnya berdaya, dan kolaborasi dengan pemerintah mampu menghadirkan perubahan nyata pascabencana,” tungkas Bunda Indah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jutaan Batang Rokok Ilegal Jadi Abu, Bea Cukai Sibolga: Kami Tidak Tinggal Diam
Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini
Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik
Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:19 WIB

Jutaan Batang Rokok Ilegal Jadi Abu, Bea Cukai Sibolga: Kami Tidak Tinggal Diam

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini

Kamis, 17 September 2026 - 02:17 WIB

Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Berita Terbaru