Pangan Lokal Brebes Naik Kelas: LCM B2SA Jadi Senjata Lawan Stunting Sekaligus Etalase Inovasi Menu Modern

- Penulis

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//-Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (LCM B2SA) Tingkat Kabupaten Brebes, Kamis 16/4/2026, menegaskan diri bukan sekadar adu resep. Digelar di Pendopo Brebes sejak pukul 09.00 WIB, ajang ini diposisikan sebagai langkah strategis Pemkab Brebes untuk mengubah pola makan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, sekaligus mengakselerasi pencegahan stunting.

Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, menegaskan pembudayaan konsumsi pangan B2SA adalah kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Pemerintah daerah terus mendorong pembudayaan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas SDM,” ucap Ineke saat penyerahan hadiah lomba.

Menurut Ineke, Brebes memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah dan berpotensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, inovasi menu yang sehat, menarik, dan bernilai gizi berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harus terus digali. “Kita perlu terus menggali dan mengembangkan potensi tersebut melalui inovasi menu yang sehat, menarik, dan bernilai gizi sesuai AKG,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari kompetisi, Ineke menilai LCM B2SA adalah instrumen edukasi dan promosi konsumsi pangan lokal kepada masyarakat. Dia mengapresiasi sinergi Tim Penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Brebes yang berperan aktif menyukseskan kegiatan, sekaligus memuji seluruh peserta yang dinilai berhasil menghadirkan menu inovatif berbahan pangan lokal. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat Brebes memiliki potensi besar dalam mendukung gerakan konsumsi pangan lokal yang sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Pesan khusus disampaikan Ineke kepada tiga pihak. Pertama, masyarakat diminta membiasakan konsumsi pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat lomba. Kedua, TP PKK diharapkan terus menjadi motor penggerak edukasi B2SA di tingkat keluarga, memastikan pemahaman gizi sampai ke meja makan. Ketiga, para peserta lomba didorong untuk terus berinovasi dan menyebarluaskan hasil karyanya, baik lewat kegiatan PKK, pelatihan, maupun media sosial agar menjangkau masyarakat luas.

Lonjakan Kualitas dan Sentuhan Modern
Dari sisi penjurian, Dewan Juri Chef Miskul Chitam mengakui ada lonjakan kualitas yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penilaian yang mencakup aspek kreativitas, cita rasa, dan nilai gizi memperlihatkan transformasi nyata. “Semuanya luar biasa, dari segi menu, kreativitas olahan, hingga cita rasa yang sangat lengkap. Terjadi peningkatan kualitas, terutama dari munculnya menu-menu yang lebih modern,” jelas Chef Miskul.

Baginya, tujuan utama B2SA telah tercapai: mengenalkan makanan lokal yang selama ini dianggap biasa menjadi hidangan luar biasa melalui sentuhan kreativitas. Chef Miskul menekankan bahwa makanan sehat tidak identik dengan bahan mahal. “Tidak harus mahal, potensi makan sehat bisa digali dari apa yang ada di sekitar. Kami percaya, masakan ibu-ibu dengan penuh cita rasa kasih sayang akan menghadirkan generasi emas,” tuturnya.

Proses penilaian berlangsung ketat. Sebelum penyerahan hadiah, Asisten Sekda Ineke Tri Sulistyowaty didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara beserta jajaran mencicipi menu makanan di setiap meja peserta lomba dari 17 TP PKK kecamatan. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Brebes mengawal kualitas dan keberlanjutan gerakan B2SA, sekaligus memastikan aspek rasa tidak dikorbankan demi mengejar nilai gizi.

Kepala DPKP Hendri Adi Komara menambahkan, keterlibatan 17 kecamatan menunjukkan antusiasme dan komitmen yang merata. “Ini modal sosial penting. Ketika PKK di kecamatan bergerak, edukasi B2SA bisa menetes sampai ke dasawisma. Target kita, dapur keluarga jadi benteng pertama ketahanan pangan,” kata Hendri.

Hasil Lomba dan Dampak Jangka Panjang
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, juara pertama LCM B2SA Tingkat Kabupaten Brebes 2026 diraih TP PKK Kecamatan Banjarharjo. Posisi kedua ditempati TP PKK Kecamatan Sirampog, dan juara ketiga TP PKK Kecamatan Bulakamba. Ketiganya dinilai unggul dalam memadukan kearifan lokal, tampilan modern, serta keseimbangan gizi sesuai AKG.

Capaian LCM B2SA tahun ini meninggalkan tiga catatan penting. Pertama, pangan lokal Brebes terbukti mampu naik kelas menjadi menu modern tanpa kehilangan nilai gizi dan identitas budaya. Kedua, peran TP PKK di tingkat kecamatan hingga keluarga menjadi tulang punggung edukasi B2SA yang efektif dan mengakar. Ketiga, konsistensi Pemkab Brebes menjadikan B2SA sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan.

Pungkasnya
LCM B2SA 2026 menutup tirai dengan pesan yang jelas: perubahan besar dimulai dari piring makan. Ketika pemerintah menyediakan arah kebijakan, PKK menggerakkan edukasi, dan ibu-ibu di dapur berani berinovasi, maka ketahanan pangan dan pencegahan stunting bukan lagi jargon. Brebes membuktikan bahwa pangan lokal yang diolah dengan ilmu, kreativitas, dan kasih sayang mampu menjadi fondasi generasi emas. Tugas selanjutnya adalah memastikan menu-menu juara ini tidak berhenti di meja lomba, tetapi hidup di meja makan seluruh keluarga Brebes, hari demi hari.red*

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wurja Titip 2 Amanat ke Calon Haji Brebes Sehat dan Jaga Marwah Daerah
Halal Bihalal Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Jember di Rumah Makan Lestari 
Saat Hidup Menumpang di Rumah Kematian, La Ode Pulangkan! Abdul Latief ke Pangkuan Kehidupan
Gubernur Koster Terima Perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali
Desakan Jadi Rekomendasi Khusus DPRD dalam Rapat LKPJ 2025. Heri: “Ini Masalah Serius, Rakyat Butuh Hasil Nyata Bukan Wacana”
Pemkot Denpasar Komit Dukung Program Pemagangan Nasional
Timba Ilmu dari Dekranasda Bali, Aceh Utara Puji Terobosan Ibu Putri Koster
Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:25 WIB

Wurja Titip 2 Amanat ke Calon Haji Brebes Sehat dan Jaga Marwah Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 17:19 WIB

Pangan Lokal Brebes Naik Kelas: LCM B2SA Jadi Senjata Lawan Stunting Sekaligus Etalase Inovasi Menu Modern

Jumat, 17 April 2026 - 11:56 WIB

Halal Bihalal Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Jember di Rumah Makan Lestari 

Jumat, 17 April 2026 - 07:10 WIB

Saat Hidup Menumpang di Rumah Kematian, La Ode Pulangkan! Abdul Latief ke Pangkuan Kehidupan

Jumat, 17 April 2026 - 01:00 WIB

Gubernur Koster Terima Perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali

Berita Terbaru