BREBES,GarudaXpose.com//– Setelah sepekan penuh menjadi etalase potensi, Brebes Expo 2026 akhirnya mencapai titik klimaks. Malam ini, Jumat (21/8/2026) pukul 19.00 WIB, Kompleks GOR Brebes akan menjadi pusat penutupan rangkaian expo yang mengusung tema “Optimis Brebes Beres”.
Panggung penutupan disiapkan dengan konsep berbeda dari pembukaan. Jika pada Jumat (14/8/2026) lalu panitia meledakkan pembukaan dengan grup rock nasional KOTAK – Tantri, Chua, dan Cella – yang tampil gratis dan menjadi magnet ribuan warga, maka malam penutupan ini sepenuhnya menjadi panggung pembuktian talenta lokal Brebes.
Panitia menurunkan Pribumi Official sebagai penampil utama. Karakter musiknya yang dekat dengan anak muda Brebes dipadukan dengan Artura dan FortySeven yang akan mengisi transisi panggung. Kekuatan tradisi dihadirkan lewat pertunjukan seni dan tari dari Sanggar Seni Badra Dibya, sanggar yang dikenal konsisten mengangkat akar budaya Brebes. Seluruh rangkaian akan dipandu MC Petra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan Posko Kreasi, Gus Bill, menegaskan penutupan tidak sekadar seremoni hiburan. Menurutnya, ini adalah cara panitia mengembalikan panggung kepada masyarakat setelah sepekan mereka menjadi pelaku utama expo.
“Closing ceremony ini bukan hanya hiburan, tapi perayaan kreativitas masyarakat yang sudah tampil selama expo,” ujarnya.
Secara substansi, Brebes Expo 2026 memang tidak berhenti pada konser. Sejak dibuka, puluhan stan yang menampilkan produk UMKM, ekonomi kreatif, dan potensi unggulan daerah tidak pernah sepi pengunjung. Produk-produk lokal, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga fashion kreatif, mendapatkan ruang promosi langsung yang mempertemukan produsen dengan pasar yang lebih luas. Di tengah lesunya daya beli, expo menjadi stimulus transaksi bagi pelaku usaha kecil.
Nuansa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga begitu kental. Panitia menggelar lomba tradisional antarpegawai Pemkab Brebes. Lomba terompah panjang menjadi yang paling menyita perhatian. Sorak-sorai dukungan dari tepi lapangan menciptakan suasana kekompakan yang jarang terlihat di luar forum formal pemerintahan.
Di sisi lain, sisi kepedulian lingkungan disisipkan dengan pendekatan yang sederhana namun mengena. Pengunjung dapat menukarkan botol plastik bekas dengan bibit tanaman buah. Program kecil itu mengirim pesan besar: mengurangi sampah plastik sekaligus mendorong gerakan menanam dari rumah.
Gelaran ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja, serta dikolaborasikan dengan program Brebes Beres!, Posko Kreasi, dan PT Aneka Usaha Brebes Beres (Perseroda) sebagai motor penyelenggara.
Kini, setelah semua rangkaian – dari gebukan drum KOTAK di malam pembukaan, hiruk-pikuk stan UMKM, tawa lomba terompah, hingga aksi tukar botol – tiba saatnya tirai ditutup. GOR Brebes malam ini akan menjadi saksi apakah tema “Optimis Brebes Beres” benar-benar menjelma menjadi energi kolektif warga, atau sekadar slogan.
Masyarakat Brebes dan sekitarnya dapat hadir langsung secara gratis, sama seperti malam pembukaan.
“Kami ingin memberikan alur yang lengkap. Expo ini dibuka oleh band nasional untuk menarik perhatian Indonesia, tapi kami tutup dengan karya anak daerah sendiri. Karena pada akhirnya, yang akan terus menghidupi Brebes adalah kreativitas warganya sendiri. Itu makna Optimis Brebes Beres yang sesungguhnya,” pungkasnya.**
(4905)














