Miris! Warga Cikadongdong ini Hidup Seorang Diri di Rumah dari Bambu dan Rumbia

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Pandeglang – Miris nasib yang dialami Ambu Kaminah, warga Desa Cikadongdong, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Di usianya yang telah menginjak 80 tahun, nenek sebatang kara ini harus tinggal seorang diri di rumah tidak layak huni (RTLH).

Dari pantauan awak media di lokasi, rumah Ambu Kaminah berdinding anyaman bambu, beralaskan tikar seadanya, dan beratapkan daun rumbia. Ukuran rumahnya pun hanya sekitar 3×4 meter persegi, sangat sederhana dan memprihatinkan.

Menurut keterangan warga sekitar, Kamis (23/10/2025), kebutuhan hidup sehari-hari Ambu Kaminah sering dibantu oleh para tetangga. “Beliau sudah tua, pendengarannya pun kurang. Jadi kami para tetangga hanya bisa membantu sebisanya, terutama untuk makan sehari-hari,” ujar salah satu warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Ketua BPD Desa Cikadongdong, Ruskandi, membenarkan adanya warga bernama Ambu Kaminah yang hidup dalam kondisi memprihatinkan tersebut.

> “Dari pihak desa sebenarnya sudah memprioritaskan bantuan melalui program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Namun memang masih terbatas. Kami berharap ada kepedulian dari berbagai pihak untuk membantu Ambu Kaminah,” ujar Ruskandi.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut. Namun kondisi Ambu Kaminah menjadi perhatian publik agar segera mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah maupun masyarakat sekitar.

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber
Bupati Ipuk Ajak JMSI Banyuwangi Bangun Jurnalisme Berkualitas dan Dorong Potensi Daerah
Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung
Tanah Pengairan di Desa Tegalsari Diduga Diperjualbelikan Rp150 Juta, Status AJB dan SHM Belum Jelas
Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 23 Ribu Benih Lobster
Lahan SAE Paswangi Kembali Memasuki Masa Panen Padi, Proyeksi Hasil Capai 2,4 Ton Gabah
BNNK Banyuwangi dan Kwarcab Banyuwangi Teken PKS Penguatan Saka Pramuka Anti Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:24 WIB

Bupati Ipuk Ajak JMSI Banyuwangi Bangun Jurnalisme Berkualitas dan Dorong Potensi Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:20 WIB

Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:13 WIB

Tanah Pengairan di Desa Tegalsari Diduga Diperjualbelikan Rp150 Juta, Status AJB dan SHM Belum Jelas

Berita Terbaru