Keterangan photo:Kepala Desa Pagejugan H. Hamidie, S.Pd. bersama rombongan mengiringi lima Gunungan dari Balai Desa menuju Makam Mbah Sutaraga,(Sabtu 4 Juli 2026)
BREBES,GarudaXpose.com//– Suasana Desa Pagejugan, Kecamatan Brebes, tampak semarak menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Sabtu (4/7/2026). Rangkaian tradisi Sedekah Bumi dan Kirab Budaya yang digelar Pemerintah Desa berlangsung meriah dan penuh makna, menjadi bukti kuatnya pelestarian budaya lokal di tengah masyarakat.
Kepala Desa Pagejugan, H. Hamidie, S.Pd., ditemui di sela acara menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap tahun selama masa kepemimpinannya. “Maksud dan tujuan kirab ini adalah menampilkan budaya lokal Desa Pagejugan, khususnya wujud syukur atas hasil bumi. Semua hasil panen warga kita tampilkan dalam pawai Gunungan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian acara Sedekah Bumi telah dimulai sejak Jumat malam (3/7/2026) dengan tahlilan bersama di Pendopo Makam Mbah Sutaraga. Dilanjutkan Sabtu pagi dengan ruwatan yang dipimpin dalang dari Tegal. Puncak acara berlangsung Sabtu siang pukul 14.00 WIB, ditandai dengan pemberangkatan Kirab Budaya dan Pawai Gunungan dari depan Balai Desa Pagejugan.
Lima Gunungan berisi hasil bumi diarak keliling desa menuju Makam Mbah Sutaraga. Pawai diikuti antusias oleh seluruh warga dari RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 4. Tak hanya Gunungan, kirab juga dimeriahkan penampilan drumband SD 2 Pagejugan, drumband Banser Desa Pagejugan, kelompok angklung, serta ibu-ibu rempong. Sebagian warga juga memikul langsung hasil bumi seperti kelapa tanpa dirangkai di Gunungan.
Yang paling ditunggu warga adalah tradisi rebutan Gunungan. Belum sampai di Makam Mbah Sutaraga, lima Gunungan sudah ludes diperebutkan ribuan warga yang memadati rute kirab. Suasana riuh, tawa, dan semangat gotong royong berpadu di sepanjang jalan. Salah satu warga, Mbah Saidah, menuturkan bahwa tradisi ini sudah turun-temurun. “Ini sudah tradisi. Katanya kalau dapat bawang merah dari Gunungan, nanti hasil panen atau rezekinya bisa berlimpah,” ucapnya sambil tersenyum sembari menggenggam beberapa siung bawang merah hasil rebutan.
Sekitar pukul 15.30 WIB, rombongan kirab tiba di Makam Mbah Sutaraga dalam suasana khidmat meski Gunungan telah habis di jalan. Di lokasi makam, warga bersama-sama memanjatkan doa sebagai wujud syukur dan permohonan keselamatan untuk Desa Pagejugan.
Kades Hamidie menambahkan, Sedekah Bumi ini juga untuk mengenang sejarah Desa Pagejugan. “Sesepuh desa kita berasal dari Demak. Dulu Kerajaan Demak mengutus Mbah Haji Abdul Rohim dan Mbah Syekh Nur Alim ke sini. Mudah-mudahan sejarah ini membawa kebaikan dan mengingatkan anak cucu kita pada akar budayanya,” jelasnya.
Rangkaian acara akan ditutup malam ini dengan pagelaran wayang golek semalam suntuk. “Judulnya nanti saya minta ke Mas Dalang supaya membawa kebaikan untuk Desa Pagejugan. Intinya, malam ini kita tutup dengan hiburan rakyat yang juga sarat tuntunan,” tutup H. Hamidie.
Menurut pantauan, jalan utama desa sempat macet total selama kirab berlangsung karena antusiasme warga. Para pedagang dadakan pun ikut merasakan berkah, lapak mereka diserbu pembeli yang menonton arak-arakan. Aparat desa bersama Banser dan pemuda setempat sigap mengatur lalu lintas agar acara tetap tertib.
Melalui Sedekah Bumi ini, warga Pagejugan berharap desa mereka semakin kompak, makmur, dan terus lestari budayanya. “Harapan kami, generasi muda tidak lupa bahwa kemakmuran hari ini berkat doa leluhur dan berkah hasil bumi. Semoga tahun depan lebih baik lagi,” pungkas Kades Hamidie.***
(4905)













