Investasi Banyuwangi Makin Dilirik, Pabrik Kemasan Kaleng Modern Resmi Beroperasi Serap Ratusan Pekerja Lokal

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Dunia investasi Kabupaten Banyuwangi makin dilirik.Pabrik kemasan kaleng modern dengan nilai investasi Rp 200 miliar dan menyerap sekitar ratusan pekerja lokal itu, resmi beroperasi di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. 

 

Pabrik berkapasitas 600 juta piece per tahun tersebut itu diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (3/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

Pabrik tersebut dibangun melalui kerja sama dengan investor asal Tiongkok. Turut hadir Chairman PT Sunrise Masami Internasional Eric Lam Wing Po, serta para pemegang saham, di antaranya Aminoto dan Lie Soen Boen.

 

Pabrik ini memasok kebutuhan kemasan kaleng industri pengolahan makanan, khususnya sektor perikanan, sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

 

Gubernur Khofifah mengatakan investasi memperkuat industri substitusi impor sekaligus mendukung hilirisasi sektor pengolahan.

 

“Industri substitusi impor ini menjadi harapan baru. Setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat hilirisasi industri,” kata Khofifah.

 

Khofifah berharap keberadaan pabrik tersebut mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor. Menurutnya, semakin banyak bahan baku yang diproduksi di dalam negeri, maka nilai tambah ekonomi yang dihasilkan juga semakin besar.

 

“Saya harap perusahaan ini semakin tumbuh, makin berkembang, makin sukses,” ujarnya.

 

Bupati Ipuk bersyukur hadirnya investasi baru tersebut. Menurut Ipuk, Pemkab agar iklim investasi di Banyuwangi semakin kondusif.

 

“Kehadiran investasi seperti ini akan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan pengangguran, dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

 

Ipuk menambahkan, investasi di sektor pengolahan hasil laut juga sejalan dengan potensi Banyuwangi sebagai daerah perikanan. Karena itu, pemerintah berharap industri tersebut mampu meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

 

Perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, Sherly Indrawati Aminoto, menjelaskan pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 50 juta kaleng per bulan atau setara 600 juta piece per tahun. Seluruh produksi akan memasok industri pengolahan makanan, termasuk kebutuhan ekspor.

 

Menurut Sherly, sebelum pabrik tersebut berdiri, kebutuhan kemasan kaleng masih didominasi impor. Kini perusahaan telah memproduksi bodi dan tutup kaleng di dalam negeri melalui kolaborasi dengan mitra dari Tiongkok.

 

“Dulu kebutuhan kaleng kami hampir 90 sampai 100 persen masih impor. Sekarang kami bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok untuk memproduksi bodi dan tutup kaleng di Indonesia sehingga lebih efisien,” katanya.

 

Sherly mengatakan produksi lokal mampu meningkatkan efisiensi biaya kemasan hingga 10-15 persen. Selain memenuhi kebutuhan perusahaan sendiri, produk kaleng tersebut juga dipasarkan untuk industri lain, termasuk berpeluang diekspor.

 

Ia menambahkan, investasi sekitar Rp 200 miliar tersebut diperkirakan menyerap sekitar 100 hingga 200 tenaga kerja dan ditargetkan mencapai titik balik investasi dalam waktu lima hingga delapan tahun.

 

Sementara itu, Chairman PT Sunrise Masami Internasional Eric Lam Wing Po mengatakan Sunrise Group telah lebih dari tiga dekade bergerak di industri kemasan logam di Tiongkok. Perusahaannya memiliki lebih dari 30 basis produksi dan menjadi mitra berbagai merek internasional seperti Coca-Cola, Pepsi, Red Bull, Budweiser, dan lainnya.

 

“Pendirian PT Sunrise Masami Internasional di Banyuwangi merupakan kolaborasi lintas negara. Kami juga mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menciptakan iklim investasi yang terbuka sehingga memberikan keyakinan bagi kami untuk berinvestasi dan berkembang dalam jangka panjang,” ujar Eric. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjaga Akar di Tengah Zaman: Sedekah Bumi Desa Pagejugan Hidupkan Jejak Demak dan Semangat Gotong Royong
Gubernur Jatim Resmikan PT Sunrise Masami Internasional di Muncar
DPRD Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025
Banyuwangi Sukses Ekspor Sarden Senilai Rp10 Miliar ke Berbagai Negara
Investasi Banyuwangi Makin Dilirik, Pabrik Kemasan Kaleng Modern Resmi Beroperasi Serap Ratusan Pekerja Lokal
Bupati Ipuk Minta Warga Banyuwangi Waspada Travel Umrah Fiktif, Pastikan Biro Berizin Resmi
Di Tengah Keterbatasan Fiskal, Bupati Ipuk Ajak Seluruh Stakeholder Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan
Gubernur Koster Buka Bazar Pelayanan Publik Kejati Bali

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:36 WIB

Menjaga Akar di Tengah Zaman: Sedekah Bumi Desa Pagejugan Hidupkan Jejak Demak dan Semangat Gotong Royong

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:47 WIB

Gubernur Jatim Resmikan PT Sunrise Masami Internasional di Muncar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

DPRD Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:39 WIB

Banyuwangi Sukses Ekspor Sarden Senilai Rp10 Miliar ke Berbagai Negara

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:33 WIB

Investasi Banyuwangi Makin Dilirik, Pabrik Kemasan Kaleng Modern Resmi Beroperasi Serap Ratusan Pekerja Lokal

Berita Terbaru

Daerah

DPRD Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025

Sabtu, 4 Jul 2026 - 09:42 WIB