Kraton Surakarta Hadiningrat Telusuri Silsilah Mbah Kisyam, Leluhur Pembabad Alas Kedawon Brebes

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//–Silsilah dan jejak sejarah Mbah Kisyam bin Ki Pencar, tokoh yang diyakini sebagai leluhur dan pembabad Alas Kedawon, dibedah secara terbuka dalam forum kajian sejarah di Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon, Larangan, Brebes, Minggu (28/6).

Kajian bertajuk “Napak Tilas Sejarah Mbah Kisyam bin Ki Pencar” ini menghadirkan langsung narasumber dari Kraton Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran Siswantodiningrat. Forum ini diprakarsai oleh Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon bersama Forum Silaturahmi Dzuriyah Mbah Kisyam bin Ki Pencar, sebagai upaya pelestarian sejarah, budaya, dan silsilah keturunan Kedawon.

Acara yang digelar di Aula Ponpes Al Hasaniyah, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, itu dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, budayawan, akademisi, pemerhati sejarah, keluarga besar dzuriyah, santri, dan masyarakat umum. Turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Brebes, perwakilan Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Brebes, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan diawali dengan tahlil dan doa bersama yang dipersembahkan kepada para leluhur, khususnya Mbah Kisyam bin Ki Pencar, serta para tokoh yang berjasa membuka wilayah Kedawon dan menyebarkan syiar Islam. Suasana berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pendahulu dan doa agar perjuangan mereka menjadi amal jariyah yang terus memberi manfaat.

Sekretaris Umum Forum Silaturahmi Dzuriyah Mbah Kisyam, Ustadz Miftahudin, menegaskan bahwa Mbah Kisyam bukan sekadar tokoh legenda, melainkan tokoh sejarah yang diyakini benar-benar pernah hidup. Berdasarkan tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun, Mbah Kisyam berasal dari wilayah Tegal dan datang ke Kedawon pada masa kerja rodi.

“Dalam tradisi masyarakat Kedawon, Mbah Kisyam dikenal sebagai tokoh babad alas Kedawon yang membuka kawasan tersebut, membangun kehidupan masyarakat, serta menyebarkan ajaran Islam melalui dakwah yang santun, pendidikan, dan keteladanan,” ujar Miftahudin.

Ia berharap forum seperti ini menjadi langkah awal untuk menghimpun berbagai sumber sejarah yang selama ini tersebar di lingkungan keluarga dan masyarakat, guna menyusun dokumentasi sejarah Mbah Kisyam bin Ki Pencar yang berbasis silsilah keluarga, manuskrip, arsip, dan tradisi lisan.

Kesaksian tentang Mbah Kisyam sebagai pembabad tanah Kedawon turut diungkap oleh dzuriyah Mbah Abas dan Mbah Abdulloh. Perwakilan keluarga Mbah Abas Gelonggong, Ust. Sabaruhi Al Hafidz, menyampaikan bahwa berdasarkan silsilah keluarga, Mbah Abas Gelonggong merupakan adik dari Mbah Kisyam Kedawon.

Sementara itu, Ustadz Sarwono, selaku perwakilan anak angkat Mbah Abdulloh Kedawon, menjelaskan bahwa Mbah Abdulloh merupakan adik Mbah Abas Gelonggong.

“Dalam tradisi masyarakat Kedawon, Mbah Abdulloh dikenal sebagai perintis masjid pertama di Dukuh Kedawon, yang menjadi pusat ibadah, pendidikan Islam, musyawarah masyarakat, dan penyebaran dakwah,” beber Sabaruhi.

Puncak kajian disampaikan oleh perwakilan Kraton Surakarta Hadiningrat. Kanjeng Pangeran Siswantodiningrat memaparkan, berdasarkan kajian silsilah yang menjadi rujukan di lingkungan Kraton Surakarta, Mbah Kisyam merupakan putra dari Abdurrohman atau Ki Pencar.

Perwakilan Keraton menyampaikan bahwa menurut kajian tersebut, Abdurrohman atau Ki Pencar merupakan putra Raden Ayu Dewi atau Raden Ayu Sobrah, yang disebut sebagai putri Susuhunan Amangkurat IV. Dalam tradisi keluarga, beliau dikenal dengan sebutan Raden Ayu Suralaya Ing Brebes.

“Silsilah yang dipaparkan telah melalui proses kajian berdasarkan data silsilah yang menjadi rujukan di lingkungan Kraton Surakarta Hadiningrat,” tegas Kanjeng Pangeran Siswantodiningrat.

Disebutkan pula, rangkaian garis keturunan yang menurut kajian tersebut menghubungkan Prabu Brawijaya V hingga Dr. KH. Nuridin Syamsudin, S.H., M.Pd.I., Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon. Tokoh ulama ini juga telah menerima Pikukuh dan Kancingan dari Kraton Surakarta Hadiningrat.

Menurut pemaparannya, KH. Nuridin Syamsudin memperoleh Kathepedan Ganjaran Pangkat Bupati Sepuh Anom-Anom dan dianugerahi gelar Kanjeng Raden Tumenggung Nuridin Syamsudin Hadinegoro, S.H., M.Pd.I., sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya di bidang pendidikan, dakwah, pelestarian sejarah, budaya, dan pembinaan masyarakat.

Penguatan silsilah juga disampaikan oleh narasumber berikutnya, R.T. Irham Rizqi Reksopuspoko, selaku Juru Kunci Komplek Makam Amangkurat Tegal Arum. Ia menyampaikan bahwa dirinya merupakan keturunan Ki Pencar atau Abdurrohman.

Berdasarkan silsilah keluarga yang diwariskan secara turun-temurun, Ki Pencar memiliki delapan orang anak. Beberapa di antaranya adalah Ki Sarna Tegal, Mbah Kisyam Kedawon, Mbah Abas Gelonggong, dan Mbah Abdulloh Kedawon.

“Ki Sarna Tegal dimakamkan di Komplek Makam Amangkurat Tegal Arum dan merupakan leluhur keluarga juru kunci. Sementara itu, Mbah Kisyam dikenal sebagai pembabad alas Kedawon dan penyebar syiar Islam, Mbah Abas menjadi leluhur masyarakat Gelonggong, sedangkan Mbah Abdulloh dikenang sebagai perintis masjid pertama di Dukuh Kedawon,” beber R.T. Irham.

Ia berharap tradisi lisan, silsilah keluarga, manuskrip, dan arsip sejarah dapat terus dihimpun sehingga menjadi dokumentasi sejarah yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menutup kajian, KH. Nuridin Syamsudin menyampaikan bahwa Wedar Leluhur merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga sejarah agar tidak hilang ditelan zaman. Ulama ini menegaskan bahwa tujuan utama forum ini bukan sekadar mengetahui garis keturunan, melainkan mengambil hikmah dari perjuangan para leluhur yang membangun masyarakat melalui dakwah, pendidikan, persatuan, dan pengabdian.

“Warisan terbesar para leluhur bukan hanya silsilah, tetapi nilai-nilai keikhlasan, akhlak, ilmu, persaudaraan, dan perjuangan. Sejarah harus kita jaga, kita teliti, kita tulis, dan kita wariskan kepada generasi penerus,” ujar KH. Nuridin Syamsudin.

Wedar Leluhur Kedawon diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu melahirkan dokumentasi sejarah Mbah Kisyam bin Ki Pencar secara lebih komprehensif melalui kajian manuskrip, arsip, silsilah keluarga, dan tradisi lisan, pungkasnya.***

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Segoro Topeng Kaliwungu Libatkan 500 Penari Muda, Bupati Lumajang: Menjadi Investasi Pelestarian Budaya Lumajang
Masyarakat Kecamatan Pasar Kemis Apresiasi Realisasi Program BSPS Usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
Tak Yakin Korban Tewas Diterkam Buaya, Kuasa Hukum Minta Polres Tapteng Periksa Ulang Kasus Boy
Merespons Berbagai Persoalan Masyarakat, LBH GADJA MADHA Indonesia Gelar Konsolidasi Darurat Bersama Keluarga Besar Muncar
Deru Manol Gabah Menggema di Songgon, Koramil 0825/20 Kawal Champion Kapolresta Cup 2026
Tak Sekadar Balapan, Manol Gabah Kapolresta Cup II Jadi Ajang Promosi Kearifan Lokal Banyuwangi
Kabiro GarudaXpose Apresiasi Langkah Polres, Pemerintah dan ICON Plus Rapikan Jaringan Ilegal Padang Lawas
Polresta Tangerang Peringati Hari Bhayangkara Bersama Ribuan Masyarakat di Alun-Alun Tigaraksa

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 02:39 WIB

Kraton Surakarta Hadiningrat Telusuri Silsilah Mbah Kisyam, Leluhur Pembabad Alas Kedawon Brebes

Senin, 29 Juni 2026 - 02:29 WIB

Festival Segoro Topeng Kaliwungu Libatkan 500 Penari Muda, Bupati Lumajang: Menjadi Investasi Pelestarian Budaya Lumajang

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:52 WIB

Masyarakat Kecamatan Pasar Kemis Apresiasi Realisasi Program BSPS Usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:11 WIB

Tak Yakin Korban Tewas Diterkam Buaya, Kuasa Hukum Minta Polres Tapteng Periksa Ulang Kasus Boy

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:49 WIB

Merespons Berbagai Persoalan Masyarakat, LBH GADJA MADHA Indonesia Gelar Konsolidasi Darurat Bersama Keluarga Besar Muncar

Berita Terbaru