Membangun Ekonomi Dari Desa Menteri Koperasi Republik Indonesia Konsolidasi Dengan Suku Tengger Sukapura

- Penulis

Sabtu, 1 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Garudaxpose.com | Probolinggo – Mendukung program Astacita presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan ekonomi dan stabilitas harga di wilayah.

Menteri koperasi gelar konsolidasi dengan warga suku Tengger Bromo kecamatan Sukapura kabupaten Probolinggo.

Suku Tengger Bromo yang merupakan sebagian besar petani sayur sangat antusias menyambut kedatangan menteri koperasi. Sabtu (11/01/2025)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harapan besar dengan kunjungan menteri koperasi bisa mewujudkan impian untuk memiliki pasar induk holtikultura dengan memiliki wadah yang mendukung dalam pemasaran hasil panen.

Dengan kegundahan masyarakat petani suku Tengger muncul gagasan dari (MKK) mujaladah kiai kampung dengan rencana membentuk pasar induk yang nantinya bisa membantu pertumbuhan ekonomi produktif di kecamatan Sukapura.

Tak kalah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa di wilayah Tengger adalah dukungan pengadaan air untuk pengairan ladang agar petani tidak hanya bisa tanam di musim penghujan saja namun di musim kemarau juga bisa tanam sehingga lahan pertanian lebih produktif.

Rencana pasar induk nantinya akan di bangun di 6 desa, sebagai percontohan program koperasi merah putih kecamatan Sukapura, kabupaten Probolinggo.

Kunjungan menteri koperasi dengan season tanya jawab berlangsung di dusun cemoro kandang desa Ngadas.

” Untuk mendorong perekonomian masyarakat desa perlu adanya kerjasama semua pihak, dengan trobosan baru adanya program koperasi merah putih nantinya bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa, agar komoditi hasil panen bisa terpusat di induk usaha koperasi desa merah putih,

untuk mendukung prospek dan kwalitas terutama sayur nantinya akan kita bantu alat  controled atmosphere storage (CAS) sedangkan kebutuhan air nantinya kita kordinasi dengan kementerian desa agar segera tercapai,” ucap Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono.

Banyak hal yang di sampaikan oleh kepala desa yang hadir baik mengenai komitmen dalam mendukung program koperasi desa merah putih serta kebutuhan air guna mencukupi pengairan lahan pertanian.

” Apresiasi kepada Menteri Koperasi yang mana sudah hadir di tengah tengah masyarakat Tengger untuk mendorong perekonomian desa, serta terimakasih kepada (MKK) mujaladah kiai kampung, terutama kepada Habib Najib Salim At Tamimi, yang mana turut berkontribusi dalam pembangunan desa, mendukung perekonomian masyarakat turut memprakarsai percepatan pendirian koperasi desa merah putih,” terang kepala desa Ngadas Kastaman.

Hadir dalam acara konsolidasi koperasi merah putih, segenap Forkompinda kabupaten Probolinggo, forkopimka kecamatan Sukapura, (MKK) mujaladah kiai kampung, wakil ketua DPRD kabupaten Probolinggo, serta kepala desa dan masyarakat.

Dalam hal ini (MKK) mujaladah kiai kampung yang berperan dalam mendorong percepatan pendirian koperasi desa merah putih di wilayah kecamatan Sukapura.

“Diharapkan agar semua pihak baik pemerintah desa , pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk pro aktif, bergotong royong agar apa yang sudah dibahas bersama kementerian koperasi segera progres dan segera terealisasi,” pungkas Habib Najib Salim At Tamimi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber
Bupati Ipuk Ajak JMSI Banyuwangi Bangun Jurnalisme Berkualitas dan Dorong Potensi Daerah
Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung
Tanah Pengairan di Desa Tegalsari Diduga Diperjualbelikan Rp150 Juta, Status AJB dan SHM Belum Jelas
Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 23 Ribu Benih Lobster
Lahan SAE Paswangi Kembali Memasuki Masa Panen Padi, Proyeksi Hasil Capai 2,4 Ton Gabah
BNNK Banyuwangi dan Kwarcab Banyuwangi Teken PKS Penguatan Saka Pramuka Anti Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:24 WIB

Bupati Ipuk Ajak JMSI Banyuwangi Bangun Jurnalisme Berkualitas dan Dorong Potensi Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:20 WIB

Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:13 WIB

Tanah Pengairan di Desa Tegalsari Diduga Diperjualbelikan Rp150 Juta, Status AJB dan SHM Belum Jelas

Berita Terbaru