Limbah Jadi Berkah, Gerakan LPLH TN Ubah Sampah Elektronik dan Minyak Jelantah Menjadi Bernilai Ekonomi

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Banyuwangi – Di tengah meningkatnya persoalan sampah dan limbah rumah tangga yang semakin mengkhawatirkan, sebuah gerakan nyata hadir untuk memberikan solusi sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui program “Limbah Jadi Berkah”, pengelolaan limbah elektronik (e-waste) dan minyak jelantah kini tidak lagi dipandang sebagai barang buangan yang tidak bernilai, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Program yang dijalankan oleh LPLH TN (Lembaga Peduli Lingkungan Hidup TN) ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan membuka layanan jual beli limbah elektronik dan minyak jelantah, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab sekaligus memperoleh nilai ekonomis dari limbah yang selama ini hanya dibuang begitu saja.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk mengumpulkan berbagai jenis limbah elektronik seperti televisi bekas, komputer rusak, motherboard, kabel, peralatan elektronik rumah tangga yang sudah tidak terpakai, hingga berbagai komponen elektronik lainnya. Selain itu, minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang selama ini sering dibuang ke saluran air juga dapat disetorkan kepada pihak pengelola untuk kemudian diproses lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan LPLH TN menjelaskan bahwa keberadaan limbah elektronik merupakan salah satu ancaman serius bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar. Di dalam perangkat elektronik terdapat berbagai kandungan logam berat dan bahan berbahaya yang dapat mencemari tanah maupun sumber air apabila dibuang sembarangan.

“Selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa limbah elektronik termasuk kategori limbah yang harus mendapatkan perlakuan khusus. Jika dibuang begitu saja, kandungan berbahaya di dalamnya dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Karena itu kami hadir untuk memberikan solusi yang mudah dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain limbah elektronik, minyak jelantah juga menjadi perhatian khusus dalam program ini. Banyak masyarakat yang masih membuang minyak bekas ke saluran air atau menggunakannya berulang kali untuk memasak. Padahal, minyak jelantah yang digunakan berulang kali berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, sementara pembuangan sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta penyumbatan saluran air.

Melalui program ini, minyak jelantah yang terkumpul akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku berbagai produk ramah lingkungan seperti biodiesel dan produk daur ulang lainnya yang memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya membantu menjaga lingkungan tetapi juga memperoleh tambahan pendapatan dari limbah yang mereka kumpulkan.

Gerakan “Limbah Jadi Berkah” juga menjadi bagian dari upaya mendukung ekonomi sirkular, yaitu sistem yang mendorong pemanfaatan kembali sumber daya sehingga mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Konsep ini sejalan dengan program pemerintah dalam mengurangi volume sampah nasional dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Banyak warga yang mulai menyadari bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata memiliki nilai jual dan dapat memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan yang efektif karena mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Para pegiat lingkungan berharap keberadaan program seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat, maka volume limbah yang mencemari lingkungan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru berbasis pengelolaan sampah dan limbah.

Ke depan, LPLH TN berkomitmen untuk terus mengembangkan jaringan pengumpulan limbah elektronik dan minyak jelantah, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang aman dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan budaya baru di tengah masyarakat bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah barang, melainkan awal dari manfaat baru yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

“Jangan buang limbah sembarangan. Kelola dengan benar, lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera. Limbah bukan masalah, tetapi peluang. Limbah Jadi Berkah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik
Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan
Penetapan RKP TA 2027, Pemerintah Desa Wonotoro Siap Bekerja Bersama Rakyat
PWI Pusat Gelar Pembekalan Pra-UKW Angkatan 28, Mantapkan Kompetensi Wartawan Menuju Ujian Resmi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 02:17 WIB

Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Rabu, 16 September 2026 - 06:24 WIB

Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan

Rabu, 16 September 2026 - 06:20 WIB

Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram

Berita Terbaru