Kondisi Korban Luka Bakar Erupsi Semeru Terus Membaik, Dinkes Lumajang Pastikan Penanganan Optimal

- Penulis

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang — Dua warga yang mengalami luka bakar akibat erupsi Gunung Semeru menunjukkan perkembangan kesehatan yang signifikan. Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang memastikan bahwa seluruh prosedur penanganan medis telah dilakukan sesuai standar pelayanan, sehingga kondisi keduanya kini membaik secara bertahap.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, dr. Rosidyah, menjelaskan bahwa kedua korban telah dipindahkan ke ruang rawat inap biasa setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif. Proses pemulihan mereka berlangsung stabil dan terus dipantau oleh tim medis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perawatan luka bakar dilakukan dua kali sehari di ruang operasi, termasuk pembersihan dan perawatan rutin. Secara umum, respons penyembuhannya baik dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” ungkap dr. Rosidyah saat ditemui di Pendopo Arya Wiraraja, Rabu (26/11/2025).

Meski demikian, tim medis masih menilai kondisi luka bakar kedua korban secara bertahap. Luka yang masih dalam fase basah tetap membutuhkan penanganan khusus untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses pengeringan.

Salah satu korban perempuan juga sempat mengalami iritasi pada mukosa saluran pernapasan karena paparan panas dan debu dari Awan Panas Guguran (APG). Kondisi tersebut kini telah tertangani dan menunjukkan tren perbaikan yang baik.

“Yang terpenting, kedua korban terus memberikan respons positif terhadap seluruh penanganan yang diberikan. Pemantauan dilakukan secara ketat hingga proses penyembuhan benar-benar optimal,” jelasnya.

Selain memberikan pembaruan terkait kondisi korban, dr. Rosidyah turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap zona bahaya erupsi. Paparan material panas, abu, dan gas dapat menimbulkan risiko serius bagi kulit dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat diminta menjauhi area radius terlarang saat gunung berstatus waspada.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui jajaran kesehatan memastikan bahwa layanan medis bagi korban terdampak bencana tetap menjadi prioritas utama. Pendekatan yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar keselamatan menjadi kunci untuk memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Status Semeru Turun ke Siaga, Aktivitas Melemah dan Mitigasi Tetap Diperkuat
Lima Hari Pasca Banjir Bandang, Tiga Jenazah Ditemukan di Desa Pardamean Muara Batang Toru
Tingkat Aktivitas G. Semeru Diturunkan Dari Level IV (Awas) Menjadi Level III (Siaga).
Banjir Lumpuhkan Kota Tebing Tinggi, Lazismu dan SPPG Bandar Sono Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Gizi
Pasien Sekarat Diduga Diabaikan RSUD Sidikalang Selama Hampir Satu Jam, Jon Berutu Turun Tangan
Jalan Rusak Berujung Petaka, Warga Jayanti Berduka
Banjir & Longsor Melanda Tapanuli Selatan: 8 Warga Tewas, Ribuan Mengungsi, Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Banjir Bandang Melanda Desa Gunung Baringin, Mosa JuluTapanuli Selatan

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 13:22 WIB

Status Semeru Turun ke Siaga, Aktivitas Melemah dan Mitigasi Tetap Diperkuat

Sabtu, 29 November 2025 - 15:43 WIB

Lima Hari Pasca Banjir Bandang, Tiga Jenazah Ditemukan di Desa Pardamean Muara Batang Toru

Sabtu, 29 November 2025 - 10:38 WIB

Tingkat Aktivitas G. Semeru Diturunkan Dari Level IV (Awas) Menjadi Level III (Siaga).

Jumat, 28 November 2025 - 15:08 WIB

Banjir Lumpuhkan Kota Tebing Tinggi, Lazismu dan SPPG Bandar Sono Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Gizi

Kamis, 27 November 2025 - 23:27 WIB

Pasien Sekarat Diduga Diabaikan RSUD Sidikalang Selama Hampir Satu Jam, Jon Berutu Turun Tangan

Berita Terbaru