Garudaxpose.com | Probolinggo – Arus lalu lintas di jalur Pantura Kabupaten Probolinggo akan mengalami pengalihan total. Jembatan Pajarakan akan direhabilitasi mulai Kamis, 1 Oktober 2026, dengan durasi pengerjaan selama 81 hari.
Penutupan total jembatan vital yang menghubungkan jalur utara Jawa Timur itu membuat Polres Probolinggo menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, S.I.K., M.Si. menyebut, momentum pembukaan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Kraksaan-Paiton menjadi angin segar di tengah penutupan jembatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tol Prosiwangi segmen tersebut diketahui baru saja diresmikan dan beroperasi pada Rabu, 30 September 2026.
“Kami menyambut baik beroperasinya Tol Prosiwangi segmen Gending-Kraksaan-Paiton. Ini menjadi jalur alternatif utama selama rehabilitasi Jembatan Pajarakan. Personel sudah kami siagakan di titik entrance dan exit tol Kraksaan serta Paiton untuk melakukan pengaturan,” tegas AKBP Asmida, Rabu (30/9/2026).
Untuk kendaraan lokal, polisi telah menyiapkan jembatan bailey sebagai solusi mobilitas warga. Jembatan darurat itu khusus diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda empat dalam kota dengan sistem buka tutup bergantian.
Sementara untuk kendaraan dari luar kota dan angkutan berat, Polres mengarahkan agar tidak melintas di sekitar Pajarakan.
“Kami imbau kendaraan R4 luar kota tujuan Situbondo-Banyuwangi dan kendaraan besar agar memanfaatkan Tol Prosiwangi via Kraksaan maupun Paiton. Atau bisa juga lewat jalur selatan via Lumajang-Jember,” jelasnya.
Di tengah kesiapan rekayasa tersebut, Kapolres juga mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara di jalan tol. Pengendara diminta disiplin terhadap rambu, marka, batas kecepatan, dan menjaga jarak aman.
“Ikuti arahan petugas di lapangan. Jika lelah, jangan memaksakan diri. Manfaatkan rest area untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” imbaunya.
Polres Probolinggo memastikan akan terus melakukan monitoring dan evaluasi harian bersama stakeholder terkait. Pola rekayasa lalu lintas akan bersifat dinamis menyesuaikan kondisi di lapangan demi memastikan aktivitas masyarakat tetap aman dan lancar selama 81 hari ke depan. (Septyan)












