Garudaxpose.com | Surabaya – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan tinggi Islam. Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo berhasil mencatatkan sejarah baru dengan meraih tiga penghargaan bergengsi sekaligus dalam ajang Kopertais Wilayah IV Award 2026 yang diselenggarakan pada kegiatan Rapat Pimpinan (RAPIM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Jawa Timur pada tanggal 18–19 Juni 2026 di Hotel Premier Place Surabaya.
Prestasi luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa Institut Ahmad Dahlan Probolinggo terus menunjukkan akselerasi kemajuan yang signifikan di berbagai bidang. Dari ratusan PTKIS yang berada di bawah binaan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, IAD Probolinggo mampu tampil sebagai salah satu institusi terbaik melalui proses asesmen yang ketat dan objektif.
Penghargaan yang diraih meliputi:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
🏆 PTKIS Terbaik dalam Pelaksanaan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Tingkat Institut Tahun 2025
🏆 PTKIS dengan Jumlah Publikasi Karya Ilmiah Dosen Terbanyak Tingkat Institut Tahun 2025
🏆 PTKIS dengan Jurnal Nasional Terakreditasi Terbanyak Tingkat Institut Tahun 2025
Ketiga penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil evaluasi dan asesmen yang dilakukan oleh Kopertais Wilayah IV terhadap sekitar 210 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Jawa Timur. Penilaian mencakup berbagai aspek tata kelola perguruan tinggi, produktivitas akademik, budaya mutu, hingga komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berkualitas.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa Institut Ahmad Dahlan Probolinggo tidak hanya berkembang dalam aspek kuantitas, tetapi juga menunjukkan kualitas yang semakin kuat dalam bidang akademik, penelitian, publikasi ilmiah, dan tata kelola kelembagaan.
Rektor Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, Assoc. Prof. Dr. Benny Prasetiya, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diterima merupakan hasil dari kerja keras seluruh sivitas akademika yang selama ini berkomitmen membangun budaya mutu secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan karunia Allah SWT sekaligus buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Pengakuan dari Kopertais Wilayah IV ini menjadi bukti bahwa semangat membangun perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing terus menunjukkan hasil yang nyata. Kami bersyukur sekaligus terpanggil untuk bekerja lebih keras lagi dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin berkualitas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Benny Prasetiya menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan momentum untuk mempercepat transformasi institusi menuju perguruan tinggi Islam yang unggul di tingkat nasional.
“Prestasi ini akan menjadi energi baru bagi kami untuk terus meningkatkan mutu akademik, memperkuat budaya riset, memperluas jejaring kerja sama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan sarana dan prasarana yang semakin representatif bagi mahasiswa dan dosen. Kami ingin memastikan bahwa Institut Ahmad Dahlan Probolinggo terus tumbuh menjadi kampus yang melahirkan generasi berilmu, berkarakter, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban,” tegasnya.
Penghargaan pada bidang PPKS menunjukkan keseriusan IAD Probolinggo dalam membangun lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan berkeadilan bagi seluruh sivitas akademika. Sementara penghargaan di bidang publikasi ilmiah dan jurnal terakreditasi menjadi cerminan kuat meningkatnya produktivitas akademik dosen serta berkembangnya ekosistem penelitian yang sehat dan berkelanjutan.
Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Institut Ahmad Dahlan Probolinggo sebagai salah satu PTKIS yang berkembang pesat di Jawa Timur. Dengan semangat unggul dalam akademik, kuat dalam tata kelola, dan berkemajuan dalam inovasi, IAD Probolinggo terus melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang.
Tiga penghargaan, satu komitmen besar: menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, berkemajuan, dan mencerahkan peradaban.
Reporter : Dayat













