Garudaxpose.com |Banyuwangi – Kabar duka menyelimuti warga Dusun Sumberjati, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Seorang warga bernama Susiana (59) meninggal dunia setelah berjuang melawan luka berat akibat kecelakaan tunggal yang dialaminya beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban sebelumnya sempat mendapatkan perawatan intensif dan menjalani operasi di Rumah Sakit Al Huda. Namun, meski berbagai upaya medis telah dilakukan, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah mengalami kondisi yang semakin kritis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan korban mengalami luka yang sangat serius. Korban diketahui mengalami patah pada kaki, kedua tangan, serta cedera tulang punggung, sehingga memerlukan tindakan operasi dan perawatan medis yang cukup panjang.
Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, namun juga menjadi beban berat dari sisi ekonomi. Selama menjalani perawatan, biaya pengobatan yang harus ditanggung mencapai sekitar Rp51 juta. Sementara kemampuan ekonomi keluarga sangat terbatas.
Berbagai pihak kemudian berupaya membantu agar korban dapat dipulangkan dan mendapatkan penanganan terbaik. Koordinasi dilakukan bersama Kepala Dusun Sumberjati, UPZ Baznas Kecamatan Tegalsari, keluarga korban, serta sejumlah pihak yang peduli terhadap kondisi korban.
Dari hasil koordinasi tersebut, keluarga yang diwakili oleh Bapak Aziz berusaha memenuhi sebagian biaya yang diperlukan. Namun hingga proses perawatan berlangsung, keluarga baru mampu menyediakan dana sekitar Rp11,5 juta, jauh di bawah total biaya yang harus ditanggung.
Kondisi ekonomi keluarga memang diketahui cukup memprihatinkan. Selain harus menghadapi musibah yang menimpa Susiana, keluarga juga memiliki tanggungan lain yang tidak ringan. Salah satu anak perempuan korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan dan membutuhkan perhatian serta pendampingan khusus dalam kehidupan sehari-hari.

Keadaan tersebut membuat perjuangan keluarga semakin berat. Di tengah rasa kehilangan orang yang dicintai, mereka juga harus menghadapi persoalan ekonomi dan masa depan anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.
Warga sekitar mengenal almarhumah sebagai pribadi yang sederhana dan bersahaja. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, tetangga, serta masyarakat Dusun Sumberjati yang selama ini mengenalnya.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting mengenai perlunya perhatian terhadap masyarakat kurang mampu yang mengalami musibah kesehatan maupun kecelakaan. Tidak sedikit warga yang harus berjuang menghadapi biaya pengobatan dalam jumlah besar ketika mengalami kondisi darurat, sementara kemampuan ekonomi mereka sangat terbatas.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, instansi sosial, lembaga kemanusiaan, serta para dermawan dapat terus memperkuat program bantuan sosial dan kesehatan bagi warga kurang mampu. Kehadiran negara dan kepedulian sosial dinilai sangat penting agar keluarga yang sedang tertimpa musibah tidak harus menghadapi beban berat seorang diri.
Kini Susiana telah berpulang untuk selamanya. Namun kisah perjuangan hidupnya menjadi pengingat bahwa di balik setiap musibah terdapat keluarga yang membutuhkan uluran tangan, kepedulian, dan solidaritas dari sesama.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Susiana. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar salah satu warga yang turut mengantar proses pemulangan jenazah.
Kepergian Susiana meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama bagi suami dan anak-anaknya. Namun semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat Dusun Sumberjati menjadi bukti bahwa rasa kemanusiaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Banyuwangi.(kabiro bwi)













