Insentif untuk 886 Pegiat Agama Larangan, Wurja Tekankan Sinergi dan Moderasi

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com //-Pemerintah Kabupaten Brebes menyalurkan insentif kepada 886 pegiat keagamaan di Kecamatan Larangan, Selasa (10/3/2026), di Komplek KGB Larangan. Wakil Bupati Brebes Wurja, SE memimpin langsung pembinaan sekaligus penyerahan bantuan yang berlangsung khidmat sejak pagi hingga menjelang siang.

Wurja menyebut langkah ini sebagai komitmen Pemkab untuk merapatkan jarak dengan warga, menguatkan ukhuwah Islamiyah, serta memperkokoh sinergi dengan para pegiat agama demi Brebes yang religius dan berakhlakul karimah. “Pemerintah tidak boleh berjarak. Kehadiran kami hari ini adalah ikhtiar menyambung komunikasi, mendengar langsung denyut lapangan,” ujarnya di hadapan peserta.

“Para pegiat keagamaan adalah garda terdepan pembinaan akhlak umat, pembentuk karakter generasi muda, sekaligus penjaga harmoni sosial,” tegas Wurja. Ia menekankan, peran itu tak tergantikan oleh program pemerintah mana pun, sebab sentuhannya personal, konsisten, dan mengakar di lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, insentif bukan ukuran materi atas pengabdian, melainkan bentuk hormat, apresiasi, dan terima kasih agar semangat dakwah serta pendidikan keagamaan kian menyala. “Kami sadar, pengabdian para kiai, ustaz, guru ngaji, imam, dai, dan hafiz/hafizah tak ternilai dengan angka. Yang kami berikan adalah sinyal keberpihakan,” kata Wurja.

Wurja menggarisbawahi, pembangunan tidak melulu soal infrastruktur; fondasi mental-spiritual masyarakat hanya terbangun lewat pendidikan dan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan. “Jalan, jembatan, dan gedung bisa dibangun dengan anggaran. Tetapi karakter, adab, dan akhlak hanya tumbuh lewat keteladanan dan pembinaan yang sabar setiap hari,” ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa diperkuat sebagai momentum peningkatan kualitas hidup beragama, tidak berhenti pada seremoni tahunan.

“Jadikan Ramadan kesempatan memperbaiki diri, merapatkan persaudaraan, dan menebalkan kepedulian sosial, terutama bagi yang membutuhkan,” ucapnya. Ia mengajak para pegiat agama mengintensifkan majelis taklim, TPQ, madrasah diniyah, dan kegiatan remaja masjid selama Ramadan hingga Syawal, agar masjid dan musala menjadi pusat penguatan nilai.

Ia juga mengajak pegiat agama bersinergi menjaga kondusivitas wilayah, menyebar pesan damai, dan menangkal paham pemecah belah. “Sampaikan pesan yang meneduhkan. Jika ada gesekan di masyarakat, kita redam sejak dini dengan tabayun, bukan dengan provokasi,” pesan Wurja. Di akhir sambutan ia menutup, “Semoga relasi Pemkab dan tokoh agama kian erat, mewujudkan Brebes yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.”

Camat Larangan dalam laporannya merinci penerima insentif terdiri atas guru ngaji, guru madrasah diniyah (Madin), imam masjid dan musala, dai, hafiz/hafizah, serta pengasuh pondok pesantren yang berdomisili dan aktif membina di wilayah Larangan. Proses verifikasi dilakukan berjenjang oleh pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, dengan basis data yang dimutakhirkan setiap tahun agar tepat sasaran.

“Insentif ini bukan sekadar bantuan, melainkan pengakuan atas peran. Mereka yang tiap sore mengajar iqra, yang menghidupkan subuh berjemaah, yang merawat tradisi ngaji kitab kuning itulah penjaga moral kampung,” kata Camat. Ia menambahkan, sinergi Forkopimca dengan tokoh agama terbukti efektif menjaga ketertiban, khususnya pada momentum keagamaan dan hari besar.

Acara turut dihadiri jajaran kepala OPD Pemkab Brebes, unsur Forkopimca Larangan, serta perwakilan organisasi keagamaan. Usai sambutan, penyerahan insentif dilakukan secara simbolis kepada perwakilan pegiat, dilanjutkan pembinaan singkat tentang penguatan moderasi beragama, tata kelola TPQ/Madin, serta pentingnya administrasi sederhana bagi lembaga keagamaan.

Salah satu penerima, imam musala asal Desa Larangan, mengaku bersyukur. “Ini menyemangati kami. Bukan soal nominal, tapi perhatian. Kami jadi merasa didampingi pemerintah,” ujarnya singkat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan Brebes dan kelancaran ibadah Ramadan.red

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ny. Putri Koster Minta Peran Posyandu Jadi Pusat Pelayanan Masyarakatat
Wujudkan Lingkungan Sehat, CSR PT Mayora Gelar Normalisasi Sungai 1 Km di Desa Gembong
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
Gelar Apel Gabungan, Polresta Tangerang Siaga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau
Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau
Jalan Rusak Di Kp Cipari Cisoka Sudah kami Sampaikan Pada Bupati Dan Wakil Bupati Tangerang Dan sudah Terbalaskan, Ini Kata Wahyu Nugraha Sekretaris DPD Partai Golkar
ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:01 WIB

Ny. Putri Koster Minta Peran Posyandu Jadi Pusat Pelayanan Masyarakatat

Kamis, 10 September 2026 - 04:24 WIB

Wujudkan Lingkungan Sehat, CSR PT Mayora Gelar Normalisasi Sungai 1 Km di Desa Gembong

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Gelar Apel Gabungan, Polresta Tangerang Siaga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026 - 12:44 WIB

Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau

Berita Terbaru