Gelar Psikotes Pejabat Eselon II, Gubernur Koster Ingin Potret Utuh, Bukan Sekedar Portofolio
Garudaxose.com l Denpasar-Bali – Gubernur Bali Wayan Koster buka suara terkait pelaksanaan psikotes bagi seluruh pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bertempat di Ruang Sidang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Lantai 4, Gedung Fakultas Kedokteran Udayana, Kampus Sudirman, Denpasar 
Gubernur menegaskan, psikotes ini bukan untuk mencari-cari kesalahan pejabat, melainkan untuk mendapatkan gambaran profil karakteristik personal yang lebih utuh dan komprehensif. “Terima kasih telah mengikuti tes psikotes ini. Saya ingin mendapatkan gambaran profil karakteristik personal seluruh pejabat Eselon II,” ujar Gubernur Bali.
Menurutnya, selama ini penilaian melalui manajemen talenta masih terdapat bias dan tidak sepenuhnya cocok dengan ekspektasi di lapangan. Maka untuk pengisian jabatan Eselon II, III, dan IV Gubernur mengaku belum pernah bertemu langsung dengan para pejabat yang bersangkutan. Penilaian untuk promosi jabatan hanya berdasarkan portofolio, yang dinilai tidak selalu menggambarkan kompetensi yang sesungguhnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena itu saya buat tes ini agar saya mendapatkan gambaran lebih personal yang lebih utuh. Saya ingin jabatan ini betul-betul diisi oleh kompetensi yang profesional dan kepemimpinan yang tepat,” tegasnya.
Gubernur menekankan, pejabat Eselon II memiliki peran vital sebagai pimpinan langsung yang menjadi tangan Gubernur dalam mengoperasionalkan program di masing-masing kepala perangkat daerah.
Koster menambahkan, karakter seseorang sangat mempengaruhi perilaku. Secara sosiologi bisa berdampak negatif maupun positif, tergantung darimana yang lebih dominan dan hal itu akan sangat mempengaruhi kinerja serta ekosistem lingkungan kerjanya tersebut.
Gubernur juga memastikan bahwa hasil psikotes tersebut bersifat rahasia dan tidak akan disebarluaskan. “Hasilnya tidak disebarluaskan. Ini bukan berarti akan dicopot dari jabatan, meskipun saya dapat gambaran ke depannya kalau kinerjanya tidak bagus, apalagi ini Eselon II,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur meminta seluruh pejabat untuk meningkatkan kinerja dengan mengerjakan program sesuai matriks yang telah ditetapkan dan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.
“Bukan hanya sistematis dalam bekerja, tapi memahami kinerja yang baik sebagai Aparatur Sipil Negara. Harus lebih responsif dan lebih tepat dalam mengerjakan kebijakan ke depannya,” imbuh Gubernur Bali.
Psikotes ini merupakan bentuk kerjasama Fakultas Kedokteran Unud dan BKPSDM Pemprov Bali guna mendorong kesejahteraan kerja dan kinerja ASN dengan gelar pemetaan profil psikologis pejabat eksekutif yang telah berlangsung mulai pukul 09.00-12.00 WITA. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang pejabat pimpinan tinggi pertama di lingkungan pemerintah provinsi bali. (*Ita/Tra).
Gala Dinner ICANN87 Annual General Meeting
Garudaxose.com l Badung Bali – Gubernur Koster menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian Aksara Bali sebagai identitas kultural yang wajib dimuliakan oleh seluruh masyarakat Bali. Upaya itu ditunjukkan dengan penyerahan Keyboard Aksara Bali kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam Gala Dinner ICANN87 Annual General Meeting pada Senin (19/10) Petang di Heritage Beach Garden, The Westin Resort Nusa Dua. 
Kegiatan gala dinner tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Second Level Domain (SLD) Aksara Bali, Jawa dan Pegon oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) untuk mendigitalisasi warisan budaya bangsa serta memastikan identitas bangsa dan budaya lokal tetap hidup, relevan dan digunakan secara nyata dalam ekosistem internet global.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk mengekspresikan identitas daerah melalui digitalisasi aksara nusantara dalam infrastruktur digital global, ” jelas Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Inisiatif digitalisasi aksara nusantara diharapkan dapat menghidupkan aksara daerah di ruang digital. Aksara daerah nantinya tidak sekadar menjadi dokumen sejarah atau pajangan masa lalu, melainkan benar-benar hidup dan relevan digunakan dalam aktivitas digital sehari-hari.
Selain itu digitalisasi aksara nusantara dapat menjadi pengakuan dan standardisasi global yang membawa identitas budaya Indonesia ke ranah internasional sehingga sistem internet global dapat mengenali bahasa dan tulisan lokal tersebut.
Sebelumnya Gubernur Koster pada Kamis (11/12/2025) di Gedung Ksirarnawa Denpasar telah meluncurkan Second Level Domain (SLD) .bali beraksara bali. Gubernur Koster menekankan bahwa penggunaan aksara Bali bukan sekadar aktivitas budaya, melainkan bentuk pemuliaan terhadap karya adiluhung leluhur yang memiliki nilai tinggi. Koster berharap kedepan penggunaan aksara Bali semakin luas dan masif, termasuk di tanah digital, pemerintahan, pendidikan hingga sektor usaha.(Kar/Tra*).
Gubernur Koster Sambut Pangdam IX/Udayana, Perkuat Sinergi Jaga Bali
Garudaxose.com l Denpasar-Bali – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut kedatangan Mayjen TNI Putra Widiastawa sebagai Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana yang baru. Gubernur Koster berharap kepemimpinan putra daerah asal Buleleng tersebut semakin memperkuat sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta kondusivitas Bali.
Penyambutan berlangsung di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali. Mayjen TNI Putra Widiastawa hadir didampingi Ny. Desak Putra Widiastawa selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah IX/Udayana. Kedatangan Pangdam IX/Udayana yang baru ditandai dengan tradisi Tepung Tawar sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang. Prosesi berlangsung khidmat, dipimpin pemuka agama Hindu, setelah rangkaian acara diawali penampilan Tari Sekar Jagad.
Tradisi Tepung Tawar mengandung makna ungkapan syukur sekaligus permohonan doa. Prosesi tersebut diharapkan membawa keselamatan, menjauhkan pejabat yang baru dari berbagai rintangan, serta memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa selama menjalankan tugas. Acara penyambutan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, para pejabat utama Kodam IX/Udayana, serta pengurus Persit KCK Daerah IX/Udayana.
Mayjen TNI Putra Widiastawa resmi menjabat Pangdam IX/Udayana menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto. Pejabat sebelumnya mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya. Serah terima jabatan keduanya dilaksanakan bersama sejumlah pergantian jabatan Pangdam di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10). Upacara tersebut dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Sebagai putra daerah Bali, Mayjen TNI Putra Widiastawa diharapkan melanjutkan kesinambungan kepemimpinan Kodam IX/Udayana. Ia juga diharapkan meningkatkan profesionalisme prajurit dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, Polri, serta masyarakat.
Mayjen TNI Putra Widiastawa menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan jajaran pimpinan daerah di Bali, khususnya Gubernur Wayan Koster. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Pulau Dewata.
Dalam kesempatan itu, Mayjen Putra juga menyebut Gubernur Koster sebagai senior atau kakak kelas karena Gubernur asal Sembiran, Kabupaten Buleleng tersebut pernah menempuh pendidikan di Sekolah menengah yang sama di Singaraja.(Noer/ Tra)
Putri Koster Tekankan Kebersihan Lingkungan sebagai Fondasi Kesehatan Masyarakat dan Pariwisata Bali
Kunjungan Kerja Tim Pembina Posyandu Pusat dalam Rangka Asistensi Penguatan Peran Posyandu dalam Mendukung Penanganan Sampah di Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
Garudaxposr.com l Denpasar-Bali – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Bali. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Tim Pembina Posyandu Pusat dalam rangka asistensi penguatan peran Posyandu dalam mendukung penanganan sampah di Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (20/10).
Dalam arahannya di hadapan 150 kader Posyandu dari 15 banjar di Desa Songan, Putri Koster menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap kebersihan perlu dibangun sebagai kebiasaan bersama, dimulai dari lingkungan keluarga
.
Putri Koster secara khusus mengingatkan pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya sejak dari sumber. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik merupakan langkah nyata untuk mencegah pencemaran lingkungan dan meminimalkan risiko penyakit. Ia juga mendorong para orang tua menanamkan kesadaran menjaga kebersihan kepada anak-anak sejak dini agar tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Putri Koster menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap kelestarian lingkungan, kehidupan masyarakat, dan kebudayaan Bali. Oleh karena itu, penerapan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber serta pembatasan penggunaan plastik sekali pakai perlu terus diperkuat melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kader Posyandu.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum Tim Pembina Posyandu Pusat, Safriati Safrizal, menekankan bahwa kebersihan lingkungan merupakan salah satu modal utama dalam menjaga daya tarik Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Menurutnya, kenyamanan dan kesehatan lingkungan menjadi faktor penting yang turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung.
Safriati mengingatkan bahwa citra Bali sebagai destinasi wisata unggulan harus didukung dengan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari persoalan sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai. Apabila kebersihan tidak terjaga, kondisi tersebut dapat menurunkan kenyamanan wisatawan sekaligus berdampak terhadap citra pariwisata Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Safriati juga menyampaikan apresiasi Tim Pembina Posyandu Pusat kepada Provinsi Bali atas pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Posyandu. Menurutnya, Bali telah menunjukkan kemajuan dalam penguatan peran Posyandu dibandingkan dengan sejumlah daerah lain yang belum melaksanakan keenam bidang SPM secara menyeluruh.
Meski demikian, Safriati mengingatkan agar pelaksanaan enam bidang SPM melalui Posyandu tidak dilakukan secara kaku. Posyandu diharapkan mampu mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan, karakteristik, serta potensi masing-masing wilayah, tanpa mengesampingkan pelayanan dasar yang menjadi tugas utamanya.
Khusus bagi Bali yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, Safriati mencontohkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dikembangkan melalui pelatihan keterampilan bagi generasi muda, seperti pelatihan pemandu wisata, fotografi, maupun peningkatan kemampuan bahasa asing. Pengembangan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sesuai dengan potensi ekonomi daerah.
Selain pengembangan kegiatan pemberdayaan, Safriati menekankan pentingnya penguatan pendataan masyarakat oleh kader Posyandu. Data yang telah dihimpun perlu direkapitulasi, diperbarui, dan ditindaklanjuti melalui koordinasi antarsektor agar kebutuhan masyarakat pada enam bidang SPM dapat teridentifikasi secara lebih menyeluruh.
Ia juga mendorong para kader Posyandu menerapkan pendekatan pelayanan proaktif atau jemput bola dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Langkah ini dinilai penting untuk menjangkau warga yang mengalami keterbatasan akses pelayanan, termasuk masyarakat yang sedang sakit, kelompok rentan, maupun warga yang belum memahami mekanisme penyampaian kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi.
Safriati berharap kader Posyandu terus meningkatkan kreativitas, keaktifan, dan inovasi dalam menjalankan tugasnya. Kader diharapkan tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi secara aktif membangun komunikasi dan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah agar tidak ada warga yang terabaikan dalam memperoleh pelayanan dasar.
Rangkaian kegiatan kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas sanitasi komunal di Kantor Desa Songan A. Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sanitasi lingkungan dan penyediaan sarana penunjang kegiatan masyarakat, termasuk pelayanan Posyandu.
Pembangunan fasilitas sanitasi komunal direncanakan mulai dilaksanakan pada November 2026. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat sekaligus meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan serta merawat sarana sanitasi secara berkelanjutan.
Fasilitas sanitasi komunal di Desa Songan A merupakan salah satu dari sepuluh fasilitas sanitasi yang dialokasikan untuk Provinsi Bali. Dari jumlah tersebut, tiga fasilitas dialokasikan bagi Kabupaten Bangli, masing-masing di Desa Songan A, Desa Songan B, dan Desa Belandingan. Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sarana sanitasi yang lebih memadai.(Tutt/Gus).















