Garudaxpose.com | Probolinggo – Munawi, anggota Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (20/10/2026) pagi.
Almarhum meninggal dunia pada Senin (19/10/2026), setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kepergian Munawi menambah jumlah korban meninggal dunia dalam penanganan karhutla di wilayah TNBTS menjadi lima orang.
Prosesi pemakaman diikuti keluarga, kerabat, tetangga, dan warga sekitar. Sejumlah unsur pemerintahan dan aparat keamanan juga hadir, di antaranya perangkat Desa Ngadirejo serta perwakilan Polres Probolinggo dan Kodim 0820/Probolinggo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran para pelayat mengiringi penghormatan terakhir bagi Munawi yang terlibat dalam kelompok masyarakat pendukung perlindungan hutan. Sebagai anggota MMP dan MPA, almarhum merupakan bagian dari unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keamanan kawasan hutan dan upaya penanggulangan kebakaran.
Sebelum Munawi meninggal dunia, empat orang lainnya telah dinyatakan gugur dalam penanganan karhutla di kawasan TNBTS. Dengan bertambahnya satu korban tersebut, jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa itu mencapai lima orang.
Peristiwa ini kembali menyoroti besarnya risiko dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya bagi pihak-pihak yang terlibat langsung di lapangan.
Munawi kemudian dikebumikan di TPU Desa Ngadirejo pada Selasa pagi. Keluarga dan masyarakat setempat mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya setelah ia dinyatakan meninggal dunia sehari sebelumnya.
Kepergian Munawi menjadi kehilangan bagi keluarga dan lingkungan masyarakatnya, sekaligus menambah catatan duka dalam penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
(Sudarsono)















