Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Persoalan saluran air di lingkungan permukiman menjadi perhatian bersama warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Melalui kegiatan Gotku Resik, warga bersama BPBD Kota Probolinggo dan jajaran TNI membersihkan sejumlah bagian drainase di sepanjang Gang Bingkilan, Sabtu (3/10/2026).
Kerja bakti tersebut berlangsung sejak pagi dengan melibatkan berbagai unsur. Warga tidak hanya membersihkan sampah yang berserakan, tetapi juga turun langsung mengangkat lumpur yang mengendap di dasar saluran.
Pembersihan dilakukan menggunakan peralatan sederhana. Cangkul dan sekop digunakan untuk mengeruk sedimentasi, sementara karung dimanfaatkan untuk menampung sampah dan material yang telah diangkat dari drainase.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rumput liar yang tumbuh di sekitar saluran turut dipangkas. Pekerjaan itu dilakukan agar jalur air lebih terbuka sehingga tidak terganggu oleh tanaman maupun tumpukan sampah.
Kondisi drainase menjadi perhatian karena saluran yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan dapat menghambat aliran air. Terlebih, saat hujan turun dalam waktu lama, kapasitas saluran menjadi faktor penting dalam mengalirkan air dari kawasan permukiman.
Karena itu, kerja bakti tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan kebersihan. Pembersihan saluran juga menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengurangi risiko munculnya genangan di lingkungan warga.
Sekretaris BPBD Kota Probolinggo Dedy Ristantama mengatakan kegiatan Gotku Resik merupakan bentuk nyata upaya pencegahan yang dilakukan bersama masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Boedi Harjanto.
“Pak Kalaksa selalu mendorong agar upaya penanggulangan bencana juga dilakukan melalui pencegahan. Salah satunya dengan memastikan lingkungan dan saluran air tetap terawat sehingga potensi gangguan saat hujan bisa dikurangi,” ujar Dedy.
Menurutnya, masyarakat mempunyai peran penting dalam menjaga kondisi lingkungan. BPBD dapat memberikan dukungan, tetapi keberlangsungan kebersihan saluran sangat bergantung pada kepedulian warga setelah kegiatan selesai.
Dedy menjelaskan, sedimentasi yang dibiarkan terus menumpuk dapat membuat kedalaman saluran berkurang. Sementara sampah yang masuk ke drainase berpotensi menjadi penghalang aliran air.
“Kami mengajak masyarakat tidak hanya aktif ketika ada kerja bakti. Setelah saluran dibersihkan, mari dijaga bersama dan jangan digunakan sebagai tempat membuang sampah,” katanya.
Ia menambahkan, pola pencegahan seperti ini sejalan dengan upaya BPBD membangun kesiapsiagaan masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang peduli terhadap kondisi lingkungan akan lebih cepat mengetahui dan menangani potensi persoalan.
BPBD juga mendorong agar komunikasi antara masyarakat dan aparat kewilayahan terus berjalan. Setiap persoalan lingkungan yang ditemukan dapat segera disampaikan agar penanganannya dapat dikoordinasikan.
Di lokasi yang sama, Danramil 0820/01 Kanigaran Mayor Czi Bagus Handoko ikut bersama personel membantu warga melakukan pembersihan. Kehadiran TNI menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan lingkungan yang digelar masyarakat.
Bagus mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menyatukan berbagai unsur. Menurutnya, gotong royong merupakan cara efektif untuk membangun kebersamaan sekaligus menyelesaikan pekerjaan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Personel kami membantu masyarakat dalam kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap sinergi seperti ini terus berjalan karena kebersihan dan kenyamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama,” tutur Bagus.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga saluran air tidak cukup dilakukan satu kali. Pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk memastikan tidak ada sampah atau material lain yang kembali menghambat aliran.
Bagus berharap warga dapat mempertahankan semangat yang terlihat selama kegiatan. Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat akan membuat program kebersihan lingkungan lebih mudah dipertahankan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kelurahan Kebonsari Wetan. Lurah Kebonsari Wetan Ronny Kurniawan menyebut Gotku Resik menjadi sarana mempertemukan kepentingan kebersihan dengan kepedulian masyarakat.
Ronny mengatakan warga memiliki posisi penting karena mereka yang setiap hari berada dan beraktivitas di lingkungan tersebut. Karena itu, kesadaran warga untuk menjaga fasilitas umum harus terus diperkuat.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang sudah turun bersama warga. Harapannya, setelah saluran ini dibersihkan, masyarakat ikut menjaga dan tidak kembali membuang sampah sembarangan,” kata Ronny.
Menurut Ronny, lingkungan yang bersih akan memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan warga. Selain itu, saluran air yang terawat juga memudahkan masyarakat melakukan pemantauan apabila terjadi sumbatan.
Ia menilai kerja bakti dapat menjadi sarana membangun kebiasaan positif di lingkungan. Tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memperkuat interaksi antarwarga.
Kegiatan Gotku Resik di Gang Bingkilan turut diikuti Relawan Formalis. Mereka bergabung bersama personel BPBD, TNI dan masyarakat dalam membersihkan kawasan sekitar saluran.
Semua unsur bekerja dengan tugas masing-masing. Ada yang mengeruk lumpur, mengangkat sampah, memangkas rumput hingga mengumpulkan material hasil pembersihan.
Kebersamaan tersebut menjadi bagian dari semangat Kota Probolinggo Bersolek, khususnya dalam menciptakan kawasan permukiman yang bersih dan tertata.
Bagi masyarakat Kebonsari Wetan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan harus dimulai dari kepedulian terhadap hal-hal sederhana di sekitar tempat tinggal.
Pembersihan drainase menjadi salah satu langkah awal yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap siap menghadapi hujan. Namun, hasilnya akan lebih maksimal apabila diikuti dengan kebiasaan tidak membuang sampah ke saluran.
BPBD dan aparat kewilayahan juga berharap komunikasi dengan warga terus terjalin. Dengan komunikasi tersebut, berbagai persoalan lingkungan dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Gotku Resik akhirnya tidak hanya menghasilkan saluran air yang lebih bersih. Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana pemerintah, aparat, relawan dan masyarakat dapat bergerak bersama dalam satu kepentingan, yakni menjaga lingkungan tempat tinggal.
Dari kegiatan di Gang Bingkilan, pesan yang disampaikan cukup sederhana: pencegahan dapat dimulai dari lingkungan sendiri. Menjaga drainase, membuang sampah pada tempatnya dan melakukan kerja bakti secara rutin menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan kawasan yang nyaman.
Semangat tersebut diharapkan terus dipelihara warga Kebonsari Wetan. Dengan kepedulian yang dilakukan secara konsisten, kebersihan lingkungan sekaligus kesiapsiagaan menghadapi potensi genangan dapat dibangun sebagai kebiasaan bersama.
(Septyan)












