Gerakan Pangan Murah Digelar, Wali Kota Siapkan Wonoasih Jadi Episentrum Ekonomi Warga

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo berencana mengembangkan kawasan depan Lapangan Wonoasih menjadi pusat kuliner dan aktivitas masyarakat. Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, usai meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP), Selasa (14/7).

Menurut Aminuddin, kawasan Lapangan Wonoasih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik yang mampu menggerakkan perekonomian warga. Ke depan, pemerintah akan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), serta masyarakat sekitar agar kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan ekonomi baru.

“Kami ingin kawasan depan Lapangan Wonoasih menjadi sentra kuliner sekaligus ruang aktivitas masyarakat. Dengan begitu, UMKM memiliki tempat untuk berkembang dan masyarakat mendapatkan ruang publik yang nyaman,” ujar Aminuddin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi baru di wilayah Wonoasih tanpa mengabaikan fungsi lapangan sebagai fasilitas olahraga dan ruang terbuka bagi masyarakat.

Selain itu, Aminuddin mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Sarana yang sudah tersedia harus kita rawat bersama. Kalau dijaga dengan baik, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat sendiri,” katanya.

Sebelumnya, Aminuddin bersama Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala DKPPP Fitriawati, serta sejumlah kepala perangkat daerah meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dipadati warga sejak pagi.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kota Probolinggo dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan menyesuaikan kondisi harga di pasaran agar masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Program ini menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, pemerintah menyediakan berbagai komoditas pangan, di antaranya beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang putih, dan telur puyuh. Sebagian besar komoditas berasal dari produksi lokal sebagai bentuk dukungan terhadap petani dan pelaku usaha daerah.

Untuk pelaksanaan kali ini, disiapkan 800 kilogram beras SPHP atau 160 kemasan ukuran lima kilogram, 720 liter minyak goreng, serta 250 kilogram gula lokal hasil kerja sama dengan Pabrik Gula Wonolangan.

Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah. Salah satunya Susilowati, warga Kelurahan Jrebeng Kidul, yang mengaku program tersebut membantu mengurangi pengeluaran belanja rumah tangga.

Menurut Aminuddin, Gerakan Pangan Murah akan tetap dilaksanakan selama diperlukan. Namun, intensitas pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi harga di pasar agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan dan tetap menjaga iklim usaha di Kota Probolinggo.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UGM Beri Penghargaan Banyuwangi Sebagai Daerah Dengan Tata Kelola Transformasi Digital Terbaik Se Indonesia
Miliki Kesamaan Potensi, Kabupaten Lebak Belajar City Branding ke Banyuwangi
Lapas Banyuwangi Gelar Baksos untuk Keluarga Warga Binaan di Aula Sahardjo
Lintas Agama Turun Bersama, 300 Peserta Bersihkan Sembilan Titik Sungai Kalimati Muncar
Ajukan 250 Inovasi di IGA 2026, Banyuwangi Andalkan Program Berdampak Nyata
Bupati Ipuk Rutin Kolaborasi Lintas Sektor, Inflasi Banyuwangi Terus Terjaga bahkan Terendah di Jatim
Raih Green Card, Geopark Ijen Berhasil Pertahankan Status UNESCO Global Geopark
Terpikat Alam dan Kuliner Banyuwangi, Konjen AS: Luar Biasa!

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:44 WIB

UGM Beri Penghargaan Banyuwangi Sebagai Daerah Dengan Tata Kelola Transformasi Digital Terbaik Se Indonesia

Jumat, 6 November 2026 - 14:42 WIB

Miliki Kesamaan Potensi, Kabupaten Lebak Belajar City Branding ke Banyuwangi

Jumat, 6 November 2026 - 14:39 WIB

Lapas Banyuwangi Gelar Baksos untuk Keluarga Warga Binaan di Aula Sahardjo

Jumat, 6 November 2026 - 14:37 WIB

Lintas Agama Turun Bersama, 300 Peserta Bersihkan Sembilan Titik Sungai Kalimati Muncar

Jumat, 6 November 2026 - 14:34 WIB

Bupati Ipuk Rutin Kolaborasi Lintas Sektor, Inflasi Banyuwangi Terus Terjaga bahkan Terendah di Jatim

Berita Terbaru