Dongkrak PAD, Bupati Lumajang Dorong Tata Kelola Pajak Pasir yang Tertib dan Berkelanjutan

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan pentingnya penguatan pengawasan pajak pasir sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan pengelolaan sektor pertambangan pasir yang tertib dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Bunda Indah saat menerima audiensi pelaku usaha stockpile pasir di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Selasa (13/1/2026). Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi untuk membangun kesamaan pandangan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha terkait pengelolaan pertambangan pasir sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah menekankan bahwa pengawasan pajak yang tertata dan terukur memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan penerimaan daerah. Dengan sistem pengawasan yang berjalan baik, kontribusi sektor pertambangan pasir diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menanggapi berbagai masukan dari pelaku usaha, termasuk usulan penataan sistem checkpoint pengawasan kendaraan pengangkut pasir. Menurutnya, penempatan titik pengawasan yang tepat perlu dikaji secara menyeluruh agar mendukung akurasi pendataan angkutan sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

“Pengawasan yang tertib diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memastikan pelaksanaan kewajiban pajak berjalan sesuai ketentuan serta mendukung keteraturan lalu lintas angkutan pasir,” ujar Bunda Indah.

Sementara itu, Perwakilan pengusaha stockpile, Didik, menyampaikan bahwa para pelaku usaha siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung penataan sektor pertambangan pasir. Ia menjelaskan rencana pembentukan paguyuban pemilik stockpile dan penambang pasir sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antar pelaku usaha.

“Paguyuban ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan dan penguatan koordinasi, sehingga aktivitas usaha dapat berjalan tertib serta selaras dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Bunda Indah menilai inisiatif pembentukan paguyuban sebagai langkah positif yang dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dengan koordinasi yang baik, proses pendataan, pembinaan, dan pengawasan dapat dilaksanakan secara lebih efektif.

Bupati Lumajang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen menjalankan pengelolaan sektor pertambangan pasir secara konsisten, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Melalui dialog yang berkesinambungan, Bunda Indah berharap sektor pertambangan pasir dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah serta mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Lumajang secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber
Bupati Ipuk Ajak JMSI Banyuwangi Bangun Jurnalisme Berkualitas dan Dorong Potensi Daerah
Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung
Tanah Pengairan di Desa Tegalsari Diduga Diperjualbelikan Rp150 Juta, Status AJB dan SHM Belum Jelas
Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 23 Ribu Benih Lobster
Lahan SAE Paswangi Kembali Memasuki Masa Panen Padi, Proyeksi Hasil Capai 2,4 Ton Gabah
BNNK Banyuwangi dan Kwarcab Banyuwangi Teken PKS Penguatan Saka Pramuka Anti Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:24 WIB

Bupati Ipuk Ajak JMSI Banyuwangi Bangun Jurnalisme Berkualitas dan Dorong Potensi Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:20 WIB

Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:13 WIB

Tanah Pengairan di Desa Tegalsari Diduga Diperjualbelikan Rp150 Juta, Status AJB dan SHM Belum Jelas

Berita Terbaru